Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Teknik Cuci Lahan (Soil Washing) untuk Remediasi Lahan Tercemar Minyak Bumi M. Mulyono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada hakekatnya, berbagai teknologi remediasi dapat dimanfaatkan bagi pemulihan lahan tercemar minyak bumi. Teknologi remediasi ini dapat digolongkan ke dalam empat cara dasar sesuai perubahan sifat yang dialami oleh kontaminan, yaitu cara fisika, kimia, termal, dan biologi. Cara fisika memanfaatkan sifat-sifat fisika dari minyak misalnya sifat kelarutan dan sifat adsorpsi-desorpsi; cara kimia memanfaatkan reaksi-reaksi oksidasi untuk memecah zat-zat beracun; cara termal memanfaatkan sifat-sifat penguapan minyak pada suhu tinggi; cara biologi memanfaatkan sifat biodegradasi minyak oleh mikroorganisme. Salah satu sifat minyak, yaitu sifat kelarutan, dapat dimanfaatkan untuk membersihkan tanah yang tercemar minyak bumi dengan teknik ekstraksi atau dengan teknik soil washing (selanjutnya disebut dengan istilah “cuci lahan”). Baik ekstraksi maupun “cuci lahan”, kedua-duanya bertujuan membersihkan tanah yang tercemar minyak, yaitu dengan cara mengambil minyak dari keterikatannya dengan tanah. Ekstraksi pada umumnya dilakukan dengan menggunakan solven organik, sedang cuci lahan menggunakan surfaktan.
Air Balas (Ballast Water): Sumber Pencemar Ubur-ubur di Dalam Air Pendingin (Cooling Water) pada Industri Pengolahan Migas R. Desrina; MS. Wibisono; M. Mulyono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubur-ubur dapat menjadi ancaman bagi industri migas yang berada di tepi pantai yang menggunakan air laut sebagai air pendingin. Dalam jumlah yang cukup banyak ubur-ubur dapat memblokir sistem pendingin sehingga menghambat unjuk kerja dan berdampak ekonomis bagi industri. Walaupun ubur-ubur dapat berasal dari perpindahan secara alami, peristiwa di berbagai tempat di dunia menunjukkan bahwa ubur-ubur dapat berasal dari air balas. Pencemaran ubur-ubur, dan spesies laut lainnya, akan jauh lebih berbahaya dibanding misalnya pencemaran yang berasal dari tumpahan minyak. Bila pencemaran minyak akan menurun seiring dengan waktu, maka invasi ubur-ubur akan terjadi sebaliknya dan bersifat irreversible dan dampaknya diperkirakan mempunyai siklus enam bulanan, sesuai dengan umur rata-rata ubur-ubur. Pengawasan melalui monitoring yang ketat terhadap air balas dari kargo yang akan memuat minyak atau gas alam akan membantu dalam pencegahan masuknya spesies asing ke dalam perairan lokal. Pengawasan ini dilakukan dengan mengacu pada regulasi yang telah dikeluarkan oleh IMO, International Maritim Organization. Bila diketahui adanya organisme yang dapat membahayakan perairan lokal, maka langkah-langkah pencegahan dengan cara pengolahan (treatment) air balas harus dilakukan.
Pelaporan Hasil Analisis Air Sumur Minyak dan Gas Bumi dengan Menggunakan PC M. Mulyono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu program makro aplikasi LOTUS 1-2-3 yang dapat dijalankan pada komputer IBM-PC telah dibuat untuk menyiapkan laporan hasil analisis rutin contoh-contoh air sumur minyak dan gas bumi. Program ini lebih baik dan lebih mudah dipakai dibandingkan dengan program yang ditulis dalam bahasa BASICA. Penggambaran diagram hasil analisispada laporan dapat dilaksanakan secara otomatis. Demikian pula halnya dengan penyimpanan berkas hasil perhitungan.
Metode Uji untuk Analisi Kualitas Bensin Beroksigen *) E. Jasjfi; M. Mulyono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembatasan-pembatasan baru akibat permasalahan lingkungan menyebabkan penggunaan senyawa alkil timbal sebagai komponen peningkat  angka oktana banyak digantikan oleh senyawa organik beroksigen seperti alkhol dan eter. Oksigenat dewasa ini belum digunakan di Indonesia. Akan tetapi kecenderungan dunia ini diperkirakan akan merambat kek Indonesia, kalau bukan karena alasan lingkungan mungkin karena alasan ligistik.
Metode Uji untuk Analisi Kualitas Bensin Beroksigen *) E. Jasjfi; M. Mulyono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembatasan-pembatasan baru akibat permasalahan lingkungan menyebabkan penggunaan senyawa alkil timbal sebagai komponen peningkat angka oktana banyak digantikan oleh senyawa organik beroksigen seperti alkhol dan eter. Oksigenat dewasa ini belum digunakan di Indonesia. Akan tetapi kecenderungan dunia ini diperkirakan akan merambat kek Indonesia, kalau bukan karena alasan lingkungan mungkin karena alasan ligistik.
SUATU METODE UNTUK MENENTUKAN KONSENTRASI RAKSA DALAM GAS ALAM DI INDONESIA M. Mulyono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penentuan konsentrasi raksa dalam gas timbul di Indoensia sejak tahun 1974, yakni dalam rangka pengembangan lapangan gas di KalimantanTimur sebagai sumber bahan baku bagi pabrik gas alam cair (LNG).