Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN ASAM AZELAT SEBAGAI COMPLEXING AGENT DALAM GEMUK LUMAS NABATI M Hanifuddin; Milda Fibria; Catur Yuliani Respatiningsih; Rona Malam Karina
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Litium hidroksida (LiOH) sangat umum digunakan sebagai bahan thickener dalam proses pembuatan gemuk lumas dalam bentuk sabun. Gemuk sabun litium merupakan gemuk sabun sederhana yang banyak digunakan untuk aplikasi tujuan umum (general purpose) yang suhu operasinya tidak melebihi 130C, dengan nilai dropping point biasanya 180C. Performa gemuk lumas dapat ditingkatkan dengan cara menambahkan bahan pengompleks ke dalam formulasinya. Beberapa jenis bahan pengompleks yang ditambahkan dalam gemuk lumas diantaranya asam azelat, asam adipat, asam benzoat dan asam salisilat. Dalam penelitian ini, digunakan penambahan asam azelat secara bertahap mulai dari 12,5 gr; 15gr; 17,5gr; 20 gr sebagai substitusi sebagian asam 12-HSA, dengan tujuan untuk mendapatkan gemuk lumas sabun litium kompleks. Penelitian menunjukkan gemuk lumas diperoleh yang diperoleh secara optimum memiliki nilai dropping point sebesar 251OC dan nilai konsistensi sebesar 286 atau masuk dalam kategori NLGI 2. Pada pengujian unjuk kerja didapat nilai scar diameter sebesar 0,37 mm, sehingga dapat disimpulkan bahwa asam azelat bekerja secara sinergis dengan sabun litium sebagai bahan pengompleks dalam gemuk lumas nabati.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESISI DAN AKURASI DATA HASIL UJI DALAM MENENTUKAN KOMPETENSI LABORATORIUM Ratu Ulfiati; Tri Purnami; Rona Malam Karina
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaminan mutu hasil pengujian laboratorium yang dapat menentukan kompetensi laboratorium, antara lain dari hasil uji banding antar laboratorium atau uji pro¿ siensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi presisi dan akurasi data hasil uji dalam rangka penjaminan mutu laboratorium. Penelitian ini mengambil kasus penyelenggaraan uji pro¿ siensi pelumas yaitu Asia Pacifi c Laboratory Accreditation Cooperation Profi ciency Testing Programme yang diselenggarakan oleh Komite Akreditasi Nasional bekerjasama dengan PPPTMGB “LEMIGAS” pada tahun 2014 dengan parameter uji meliputi Viskositas Kinematik pada 40o C dan 100o C, Viskositas pada Suhu Rendah (Metode CCS), Angka Basa Total, serta Sifat Penguapan (Metode Noack). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa data hasil uji yang tidak memuaskan untuk parameter viskositas 40o C dan 100o C masing-masing adalah 19,51% dan 10.26%, TBN 8,00%, CCS 5,56% dan untuk Sifat Penguapan (Metode Noack) seluruhnya memuaskan. Sedangkan %RSD paling rendah adalah viskositas kinematik pada 40o C sebesar 0,5516 dan %RSD paling tinggi yaitu sifat penguapan metode noack sebesar 7,048. Data hasil uji dengan nilai %RSD kecil mempunyai tingkat presisi dan akurasi yang lebih baik, sehingga kumpulan data tersebut sangat sensitif terhadap perbedaan nilai dan mudah masuk dalam kategori outlier. Faktor–faktor yang mempengaruhi presisi dan akurasi data adalah pemilihan metode uji, kompetensi personil, kalibrasi atau veri¿ kasi alat uji serta penggunaan bahan kimia yang tepat. Presisi dan akurasi data hasil uji menentukan tingkat kompetensi laboratorium, hal ini dapat dicapai apabila sistem manajemen mutu telah diimplementasikan secara efektif dan konsisten.
FOAMING CAN REDUCE LUBRICATION OF LUBRICANTS SO CAUSING WEAR Rona Malam Karina; M Hanifuddin; Setyo Wibowo
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 41 No 3 (2018)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.41.3.332

Abstract

Foaming on oil has a very undesirable effect which can cause an increase in oxidation by intensive mixture with air, damage to cavitation, and insufficient oil transportation in the lubrication circulation system which can cause poor lubrication. Adding the appropriate antifoam additives is one way to avoidfoaming. To determine the tendency of foaming formation which has an impact on the stability of the performance of lubricating oil, so that there is wear and tear in research in the laboratory by means of; 6 types of lubricating oil taken from the market are tested for viscosity, index viscosity, flash point, pour point and color. As well as to determine the effect of foam formation tested foaming tendency / stability and wear before and after antifoam added from 6 (six) types of lubricated oil obtained from the market. The result after adding antifoam additives, three types (GB, SH, and MH) of six types of lubricated oil were tested, the tendency of foaming and the wear results met the required limits, namely 0/50/0 ml for foaming tendency and maximum 0.5 mm for wear, while for 3 (three) oils, the results are not satisfying the required limits.