Ade Putra Hayat
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUMAN STRENGTH IN DOUBLE MOVEMENT (POWER ILAHI AND INSANI) Ade Putra Hayat
Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 10 No 1 (2020): Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini memfokuskan pada kajian tentang kekuatan manusia yang di analisa dari dua wilayah gerak atau ‘Human Strength in Double Movement’. Kajian ini berakar dari anggapan bahwa manusia bukanlah problem yang akan habis dipecahkan, akan tetapi manusia akan terus menjadi misteri yang tidak mungkin disebutkan sifat dan ciri-cirinya secara tuntas, oleh sebab itu manusia harus senantiasa lebih dapat dipahami dan dihayati seara utuh. Adapun metodelogi yang digunakan adalah library research dengan analisis menggunakan pendekatan secara teoritis yang lebih menitikberatkan pada penggunaan metodelogi ‘Double Movement’ ala Fazlur Rahman. Dari metotologi tersebut kemudian diinterpretasikan teori eksistensi dan esensi dengan Power ‘Ilahi’ dan ‘Insani’ ke dalam kajian ini. Dengan kesimpulan bahwa terdapat hubungan dari kekuatan-kekuatan manusia secara eksistensi dan esensi dengan Power ‘Insani’ manusia secara absolute dan mutlak dihasilkan dari Power ‘Ilahi’ yang menurut Ibn Arabi adalah transendensi manusia dengan pencipta yang menyatu dengan asma-asma-Nya, menyatu dengan bayangan-Nya, dan bukan dengan Zat-Nya.
Student Delinquency at Prestigious Schools Agung Tri Prasetia; Ade Putra Hayat; Rhomiy Handican; Yan Guspriadi; Agung Tri Prasetia; Ade Putra Hayat; Rhomiy Handican; Yan Guspriadi; Syukron Saputra
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i4.2026.11

Abstract

This study examines the phenomenon of student delinquency within elite boarding schools, challenging the dominant assumption that prestigious educational institutions inherently guarantee holistic student development. Using a qualitative exploratory case study design, research was conducted in three upper-class boarding schools in Indonesia. Data were collected over a three-month period through in-depth interviews, field observations, and document analysis, involving 29 participants consisting of students, teachers, dormitory supervisors, counselors, and parents. Thematic analysis was employed to identify recurring patterns and underlying meanings in participants’ lived experiences. The findings reveal four interconnected themes: symbolic pressure within dormitory environments, student resistance to institutional rules, cold and functional patterns of parental communication, and delinquency as a form of identity expression. Symbolic competition related to lifestyle, family background, and social status shapes peer interactions and generates psychosocial strain. Institutional discipline, while designed to foster excellence, may unintentionally restrict identity exploration, leading students to express autonomy through rule-breaking behaviors. Furthermore, achievement-oriented and emotionally distant parenting patterns contribute to feelings of alienation and limited affective support. The study integrates sociological, psychological, and Islamic educational perspectives to interpret delinquency as a relational and structural response rather than mere deviance. The findings suggest that elite educational settings require a balanced approach that integrates academic rigor, moral cultivation, and emotional well-being. This research contributes to broader discussions on educational quality by highlighting the need to reconsider how prestige, discipline, and family expectations shape adolescent development in competitive schooling environments.