Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gaya Belajar Visual : Bagaimana Kesalahannya Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika? Rhomiy Handican; Ade Putra Hayat; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9441

Abstract

Setiap siswa memiliki gaya belajar tersendiri yang perlu menjadi perhatikan pendidik dalam proses pembelajaran dan salah satunya adalah gaya belajar Visual. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dan faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika materi bentuk aljabar berdasarkan prosedur Newman. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket gaya belajar, soal tes, dan pedoman wawancara. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VIIB SMP N 11 Sungai Penuh yang memiliki gaya belajar Visual berjulmlah 8 subjek Hasil penelitian ini menunjukkan siswa yang memiliki gaya belajar Visual melakukan kesalahan transformation, keterampilan memproses dan membuat jawaban akhir. Kesalahan transformation disebabkan karena siswa kurang menguasai materi aljabar dan siswa kurang teliti dalam membuat model matematika yang akan digukan, keterampilan proses disebabkan karena siswa kurang teliti dalam melakukan operasi aljabar dan kurang menguasai materi, kesalahan penulisan jawaban disebabkan karena siswa tidak mengecek kembali jawaban yang ditulis dan siswa ingin menyingkat waktu pengerjaanya.
Transformation Of The Tahfīdz Tradition In Indonesia: Between Traditional And Contemporary Education Mahmud Hibatul Wafi; M. Nurzen S; M. Beni Saputra; M. Munawir Pohan; Ade Putra Hayat
AJIS: Academic Journal of Islamic Studies Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ajis.v8i1.6720

Abstract

Quran memorization education in Indonesia has recently experienced significant developments, both in terms of style and method. This indicates a shift in the perception of the Muslim community towards tahfidz education. This study aims to reveal the transformation of tahfidz education in Indonesia and the changes in people's perspective on tahfidz tradition. This research focuses on two Islamic educational institutions, namely the National Quran Tahfidz Quarantine Foundation as a representation of contemporary tahfidz education and Pondok Pesantren Tahfidz Yanbu’ al-Qur’an Kudus as a representation of contemporary tahfidz education. This research uses a descriptive-qualitative approach, while data sources come from various literatures, including books, journal articles, and internet media. While the data analysis technique used is descriptive-analytic. This study found that between tahfidz education in Yanbu’ al-Qur’an and the National Quran Tahfidz Quarantine Foundation there are very contrasting differences both in terms of methods and learning orientation. The difference indicates the transformation of tahfidz tradition from classical to modern (method) and oriented towards the fulfillment of identity. In addition, the transformation of tahfidz tradition is influenced by the new trend of Islamism, especially among urban communities who position tahfidz as a standard of piety.
Persepsi Pola Pengasuhan Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja: Studi Kasus di Gondokusuman Kota Yogyakarta Ade Putra Hayat
Jurnal Pelita PAUD Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v6i2.1986

Abstract

Pola pengasuhan ibu memegang peran krusial dalam membentuk karakter dan mental anak. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah persepsi ibu yang berstatus kerja dan tidak bekerja dalam melakukan tugas kepengasuhan, dan faktor apa yang melatari keputusan ibu dalam memilih pola pengasuhan. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan para orang tua seringkali keliru dalam menentukan skala prioritas antara pekerjaan dan mengasuh anak, sehingga berdampak bagi perkembangan kognitif dan afektif anak. Kekeliruan dalam menentukan skala prioritas disebabkan komunikasi yang kurang intens antara suami dan istri, serta pihak keluarga. Selain itu, pembagian tugas domestik yang timpang juga menjadi kendala dalam proses pengasuhan anak. Ibu yang bekerja seringkali harus menanggung beban ganda, sedangkan ibu yang tidak bekerja mendapatkan objektivasi yang berlebihan. Dengan kata lain, pola pengasuhan anak dapat merepresentasikan tingkat kesetaraan gender dalam rumah tangga.
Student Delinquency at Prestigious Schools Agung Tri Prasetia; Ade Putra Hayat; Rhomiy Handican; Yan Guspriadi; Agung Tri Prasetia; Ade Putra Hayat; Rhomiy Handican; Yan Guspriadi; Syukron Saputra
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i4.2026.11

Abstract

This study examines the phenomenon of student delinquency within elite boarding schools, challenging the dominant assumption that prestigious educational institutions inherently guarantee holistic student development. Using a qualitative exploratory case study design, research was conducted in three upper-class boarding schools in Indonesia. Data were collected over a three-month period through in-depth interviews, field observations, and document analysis, involving 29 participants consisting of students, teachers, dormitory supervisors, counselors, and parents. Thematic analysis was employed to identify recurring patterns and underlying meanings in participants’ lived experiences. The findings reveal four interconnected themes: symbolic pressure within dormitory environments, student resistance to institutional rules, cold and functional patterns of parental communication, and delinquency as a form of identity expression. Symbolic competition related to lifestyle, family background, and social status shapes peer interactions and generates psychosocial strain. Institutional discipline, while designed to foster excellence, may unintentionally restrict identity exploration, leading students to express autonomy through rule-breaking behaviors. Furthermore, achievement-oriented and emotionally distant parenting patterns contribute to feelings of alienation and limited affective support. The study integrates sociological, psychological, and Islamic educational perspectives to interpret delinquency as a relational and structural response rather than mere deviance. The findings suggest that elite educational settings require a balanced approach that integrates academic rigor, moral cultivation, and emotional well-being. This research contributes to broader discussions on educational quality by highlighting the need to reconsider how prestige, discipline, and family expectations shape adolescent development in competitive schooling environments.