Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

LESSON PLAN Pilu Reski
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol 1, No 2 (2013): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Litera
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v1i2.167

Abstract

A lesson plan is a teacher's detailed description of the course of instruction for one class. A daily lesson plan is developed by a teacher to guide class instruction. Details will vary depending on the preference of the teacher, subject being covered, and the need and/or curiosity of students. There may be requirements mandated by the school system regarding the plan.
Evaluating Teaching Effectiveness through Student Reflections: An Inquiry into English Language Instruction Misnawati Misnawati; Zul Astri; Saidna Zulfiqar bin Tahir; Reski Pilu; Alwi Sibali
GLENS: Global English Insights Journal Vol. 2 No. 2 (2025): GLENS, May 2025
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/glens.v2i2.832

Abstract

This study investigated student perceptions of teaching effectiveness in an English for Specific Purposes (ESP) course using a mixed methods approach. The research involved 65 first-semester undergraduate students from seven academic disciplines at a private University in Indonesia. Data were collected through an end-of-semester evaluation form consisting of Likert-scale items and open-ended questions. Quantitative findings indicated that students perceived the course as most effective in enhancing their reading and vocabulary skills. Other language areas—speaking, writing, listening, and grammar—also received favorable ratings, although with more variability. Thematic analysis of qualitative responses revealed that students attributed their progress to specific instructional strategies such as text-based reading tasks, vocabulary drills, and interactive speaking activities. They also highlighted grammar instruction as helpful for improving sentence construction and clarity. Suggestions for improvement included increased integration of technology, hybrid learning modes, and more personalized support. Overall, the study demonstrated that student evaluations can serve as assessment tools and reflective instruments to inform and enhance teaching practice. The study offered a nuanced perspective on how ESP instructional strategies influenced student learning by combining numerical and narrative data. These findings support using student feedback as a dynamic resource for pedagogical development.
Workshop Penyusunan Perangkat Ajar Deep Learning Bagi Guru-Guru SDN 50 Bulu Datu Erni Erni; Sehe Sehe; Reski Pilu; Andi Kilawati
Jurnal IPMAS Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.6.1.2026.1154

Abstract

Guru di SDN 50 Bulu Datu menghadapi kendala dalam memahami konsep dan kerangka pembelajaran mendalam serta dalam menyusun perangkat ajar yang selaras dengan prinsip pembelajaran bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Kondisi ini berdampak pada perencanaan pembelajaran yang belum sepenuhnya berpusat pada murid dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang perangkat ajar berbasis pembelajaran mendalam melalui kegiatan workshop. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif dalam bentuk workshop yang meliputi penguatan konsep, analisis contoh Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM), praktik penyusunan RPM, presentasi, serta refleksi dan umpan balik. Evaluasi dilakukan melalui analisis kualitas RPM yang disusun guru dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap pembelajaran mendalam dan kemampuan guru dalam menyusun RPM yang telah memuat prinsip pembelajaran mendalam, pemilihan model pembelajaran yang kontekstual, pemanfaatan teknologi, serta asesmen autentik. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru dan menjadi dasar bagi implementasi pembelajaran mendalam secara berkelanjutan di SDN 50 Bulu Datu. Peningkatan pemberdayaan mitra ditunjukkan oleh meningkatnya pemahaman guru terhadap pembelajaran mendalam sebesar 87%, kemampuan menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang layak sebesar 75%, serta komitmen implementasi di kelas oleh 80% guru peserta workshop.
Ecological Metaphors in the Lontar manuscript of the Megantaka folklore: An ecolinguistics analysis Muhammad Azwar Assiddiq; Sri Hariati Mustari; Reski Pilu; Mustakim Mustakim
Studies in English Language and Education Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v12i3.38537

Abstract

This study investigates the ecological metaphors used in the lontar manuscript of the Megantaka folklore of the Sasak tribe in Indonesia. Using an ecolinguistic approach and referring to Halleys ecological metaphor categories, the data were collected from the Lontar manuscript and analysed using the Metaphor Identification Method (MIP). The findings revealed that the metaphors belong to several categories: 1) the being category used in Tembang Sinom and Tembang Dandang, 2) the cosmos category appearing in Tembang Durma, Tembang Pangkur, and Tembang Dandang, 3) the energy category in Tembang Asmaradana, Tembang Durma, and Tembang Pangkur, 4) the substance category in Tembang Durma, 5) the terrestrial category in Tembang Durma, Tembang Pangkur, and Tembang Dandang, 6) the object category in Tembang Sinom, Tembang Asmaradana, Tembang Pangkur, and Tembang Dandang, 7) the living category in Tembang Durma, Tembang Pangkur, and Tembang Dandang, and 8) the animate category in Tembang Durma, Tembang Pangkur, and Tembang Dandang. This study is essential for preserving local wisdom, providing an overview of social and cultural life in the past, and serving as material for community reflection in strengthening the national character. This study reflects the ecological conditions of language users and provides insights into the social and cultural lives of the Sasak people.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Gembae melalui Pelatihan Manajemen Hasil Pertanian dan Penerapan Smart Greenhouse Reski Pilu; Aryadi Nurfalaq; Sukmawati Sukmawati; Ichwan Muis; Fahri Sa'id
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.821

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Gembae di Desa Balantang memiliki potensi dalam budidaya sayuran hortikultura berbasis greenhouse, namun masih menghadapi permasalahan berupa sistem monitoring lingkungan budidaya yang dilakukan secara manual serta pengelolaan hasil panen dan pemasaran yang belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota KWT Gembae dalam penerapan teknologi smart greenhouse, manajemen hasil pertanian, dan pemasaran digital untuk mendukung peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi hasil pertanian. Metode pelaksanaan meliputi tahap pra-kegiatan (observasi, identifikasi masalah, dan koordinasi dengan mitra), tahap pelaksanaan berupa sosialisasi teknologi smart greenhouse, pelatihan manajemen hasil pertanian, pelatihan strategi pemasaran digital, serta bimbingan teknis penerapan smart greenhouse, kemudian diakhiri dengan tahap evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada seluruh aspek yang dilatihkan, yaitu pemahaman teknologi smart greenhouse meningkat sebesar 74 poin, skor keterampilan manajemen hasil pertanian sebesar 35, skor keterampilan promosi dan pemasaran digital sebesar 68, serta skor keterampilan penerapan smart greenhouse sebesar 87 dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 66,25. Evaluasi melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa metode pelatihan yang diterapkan efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memperkuat kapasitas KWT Gembae dalam penerapan teknologi pertanian modern, pengelolaan hasil pertanian, dan pemasaran digital sebagai upaya mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan.