Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya stigma negatif dan diskriminasi yang masih dihadapi masyarakat Suku Duano dalam kehidupannya. Meskipun mengalami stigma negatif atau diskriminasi, sebagai warga negara Indonesia masyarakat Suku Duano harus menerapkan sikap nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap nasionalisme dan mengetahui faktor penghambat penerapan sikap nasionalisme pada masyarakat Suku Duano. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan case study research (studi kasus). Subjek penelitian terdiri dari 1 Ketua Suku Duano, 1 perangkat kelurahan, 5 masyarakat, dan 1 anggota komunitas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sikap nasionalisme tergolong sangat baik, terlihat dari rasa bangga sebagai bangsa Indonesia, cinta tanah air, kesetiakawanan sosial, toleransi, pelestarian budaya daerah, penerapan nilai kepahlawanan, serta sikap mengutamakan kepentingan umum dan menghormati orang yang lebih tua. Namun, terdapat faktor penghambat eksternal maupun internal seperti kurangnya peran orang tua, kondisi ekonomi, pengaruh teman sebaya, pekerjaan, perkembangan teknologi, rendahnya pendidikan, serta pengaruh lingkungan dan globalisasi.Kata Kunci: Nasionalisme, Masyarakat, Suku Duano