Zarra Faizah Zain
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Improving Educators' Competence in Digital Literacy for Facing The Challenges of 21st Century Learning Reni Dyah Kaeksi Setianingrum; Suci Elhawa; Zarra Faizah Zain
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92113

Abstract

Permasalahan dan tantangan pendidikan pada abad 21 mempunyai urgensi yang sangat esensial karena menyangkut proses pembelajaran di kelas. Pada penelitian ini keterampilan guru dalam literasi digital memperhatikan beberapa aspek seperti karakteristik siswa, pemanfaatan teknologi dan lingkungan belajar mengutamakan pembelajaran berbasis teknologi abad 21. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka dengan menggunakan berbagai referensi jurnal dan buku yang relevan dengan pembahasan dalam artikel. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pendidik harus mau dan mampu berusaha untuk memiliki beberapa kompetensi yang berkaitan dengan proses belajar mengajar di kelas, penguasaan kompetensi tersebut misalnya adalah literasi digital di abad 21. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pembelajaran abad 21 yaitu seorang pendidik dituntut harus berkembang terus menerus, bukan hanya dengan mengikuti apa yang sudah ada saja. Oleh karena itu peran pendidik diperlukan sebagai seseorang yang berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, berkarakter dan kreatif. Pendidik juga harus bisa memanfaatkan teknologi dalam pembelajarannya, teknologi tersebut dapat dikembangkan dengan kompetensi literasi digital di tengah maraknya teknologi di abad 21.
Empowering citizens in conservation of family medicinal plants through processing rosella flowers into tea Surya Agung Wibowo Mugiyo; Agustina Puspa Mentari; Assaniyah Alfani Al Mubarokah; Afra Nabila Azzahra; Annisa Itsna Nur'aini; Desky Arma Sagita; Fitri Jumiyati; Melita Khusnul Amalia; Mumayizah Mumayizah; Teguh Marwantoro; Tita Roliatun Hasanah; Yulia Permata Sari; Zarra Faizah Zain; Moh Salimi
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.63292

Abstract

    The quality of health in Indonesia is included in the low category compared to other countries. Based on the results of the GHSI (Global Health Security Index) report, the average global health score is 38.9 points out of a score of 100 points. Meanwhile, Indonesia's global health security index ranks 13th compared to other G20 countries. One of the factors causing a country's low quality of health is caused by the level of a country's economy. This program aims to empower people in the fields of health, economy, and human resources by conserving family medicinal plants from roselle flowers that are processed into tea. The method used in this program is participatory, where environmental scanning is integral to empowering communities through building self-reliance with the power of resources and products. Program results are achieved from the fulfillment of success indicators prepared based on the objectives of the implementation of the program. There are nine main points in the indicators of success that can be achieved. In conclusion, the community empowerment program in Jatimalang Village, Klirong District, Kebumen Regency, has been built from the fulfillment of village-based SDGs and the awareness of the superiority of natural potential owned.   Abstrak Kualitas kesehatan di Indonesia termasuk dalam kategori rendah dibandingkan negara lain. Berdasarkan hasil laporan GHSI (Global Health Security Index)skor rata-rata kesehatan global adalah 38,9 poin dari skor 100 poin. Sedangkan indeks ketahanan kesehatan global Indonesia menempati peringkat ke-13 dibandingkan dengan negara G20 lainnya. Salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas kesehatan suatu negara disebabkan oleh tingkat ekonomi suatu negara. Tujuan dari program ini adalah memberdayakan warga di bidang kesehatan, ekonomi, dan sumber daya manusia melalui konservasi tanaman obat keluarga dari bunga rosella yang diolah menjadi teh. Metode yang digunakan dalam program ini adalah partisipatif dimana environmental scanning yang merupakan bagian integral dari proses memberdayakan warga melalui membangun kemandirian dengan kekuatan sumber daya dan produk. Hasil program dicapai dari pemenuhan indikator keberhasilan yang disusun berdasarkan tujuan dari dilaksanakannya program tersebut. Terdapat sembilan poin utama dalam indikator keberhasilan yang dapat dicapai. Kesimpulan, program pemberdayaan warga di Desa Jatimalang, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen telah dibangun dari pemenuhan SDGs berbasis desa serta dari kesadaran keunggulan potensi alam yang dimiliki. Kata Kunci: Bunga rosella; kesehatan; pemberdayaan warga; tanaman obat keluarga.