Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Green Credit, Green Bonds, dan Green Investment terhadap Efisiensi Energi dan Kinerja Keuangan Perusahaan Subsektor Makanan dan Minuman di Indonesia Adelia Puspita; Rosmini Ramli
Jurnal Investasi Islam Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Investasi Islam (JII)
Publisher : FEBI IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jii.v11i2.16137

Abstract

Penerapan green finance di Indonesia yang semakin berkembang membuka peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan ekonomi. Namun, bukti empiris mengenai efektivitas masing-masing instrumen green finance masih terbatas dan menunjukkan hasil yang tidak konsisten, khususnya pada perusahaan subsektor makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh green credit, green bonds, dan green investment terhadap efisiensi energi dan kinerja keuangan perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan laporan keuangan 12 perusahaan yang dipilih melalui purposive sampling, sehingga menghasilkan 60 observasi perusahaan-tahun. Regresi data panel digunakan untuk mengestimasi dua model dengan efisiensi energi dan kinerja keuangan sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green credit berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap efisiensi energi, sedangkan green bonds dan green investment berpengaruh positif dan signifikan. Terhadap kinerja keuangan, green credit dan green bonds berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan green investment berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa efektivitas green finance berbeda berdasarkan jenis instrumen dan dimensi kinerja perusahaan. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai perbedaan pengaruh green credit, green bonds, dan green investment terhadap kinerja operasional dan keuangan perusahaan subsektor makanan dan minuman di Indonesia.
Pengaruh Risiko Kredit dan Likuiditas terhadap Kinerja Keuangan dengan Corporate Social Responsibility sebagai Variabel Moderasi pada Bank Umum Pasca Pandemi Covid-19 Periode 2021–2025 Ridla Nurazizah Putri; Rosmini Ramli
Jurnal Investasi Islam Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Investasi Islam (JII)
Publisher : FEBI IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jii.v11i2.16151

Abstract

Kinerja keuangan bank umum pada periode pemulihan pascapandemi Covid-19 masih menunjukkan fluktuasi meskipun kondisi risiko kredit dan likuiditas mengalami perubahan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan risiko kredit dan likuiditas serta pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mendukung kinerja keuangan perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko kredit dan likuiditas terhadap kinerja keuangan serta menguji peran CSR sebagai variabel moderasi pada bank umum di Indonesia selama periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan purposive sampling terhadap 14 bank umum, sehingga diperoleh 70 observasi. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kredit yang diproksikan dengan Non-Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA), sedangkan likuiditas yang diproksikan dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. CSR juga memiliki hubungan positif dan signifikan dengan ROA pada tingkat rata-rata NPL dan LDR. Selanjutnya, koefisien interaksi NPL×CSR positif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa peningkatan CSR memperlemah dampak negatif NPL terhadap ROA. Hasil conditional effect menunjukkan bahwa hubungan NPL terhadap ROA tetap negatif pada tingkat CSR rendah, sedang, dan tinggi, tetapi besarnya dampak negatif tersebut semakin kecil seiring meningkatnya CSR. Sementara itu, koefisien interaksi LDR×CSR yang positif dan signifikan menunjukkan bahwa CSR memperkuat hubungan positif LDR terhadap ROA. Temuan ini menunjukkan bahwa CSR dapat berperan sebagai faktor moderasi yang membantu mengurangi dampak negatif risiko kredit dan memperkuat hubungan positif antara fungsi intermediasi dan kinerja keuangan bank.
Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan yang Terdaftar di Indeks Sri-Kehati Periode 2019-2024 Alya Apriyolandini; Rosmini Ramli
Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jaemb.v6i1.8921

Abstract

This study aims to examine the influence of Good Corporate Governance (GCG) and Corporate Social Responsibility (CSR) on financial performance among companies listed on the SRI-KEHATI Index during the 2019–2024 period. GCG is proxied by managerial ownership, board of commissioners, audit committee, board of directors, and institutional ownership, while financial performance is measured using Return on Assets (ROA). This research adopts a quantitative approach, supported by secondary data obtained from companies’ annual and sustainability reports. Data analysis techniques include descriptive statistics, classical assumption testing, and panel data regression analysis using EViews version 12. The findings reveal that: (1) managerial ownership and audit committee have a negative influence on financial performance, while (2) board of commissioners and board of directors have a positive influence. These results suggest that not all components of GCG and CSR implementation directly impact financial performance. The effectiveness of these practices largely depends on the quality of implementation within each company.