Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Tepung Sagu, Berbasis Masyarakat di desa Pengkajoang Sukriming Sapareng; Taruna Shafa Arzam; Erwina Erwina; Paradillah Ilyas; Muhammad Ardi; Alimuddin Sa'ban Miru; Faisal Amir; Akmal Zainuddin; Yasmin Yasmin
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i1.2448

Abstract

Desa Pengkajoang merupakan daerah penghasil sagu yang tanamannya tumbuh secara alami. Belum ada teknik budidaya yang dilakukan masyarakat. Proses produksi juga dilakukan menggunakan alat seadanya, sehingga tidak efisien serta produk pati yang dihasilkan tidak begitu baik. Penyuluhan dan pendampingan dilakukan dikelompok tani Serumpun Sagu dan Labessi-bessi di Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara. Pendampingan dan penyuluhan dilakukan agar dapat mengubah sistem usaha sagu masyarakat yang awalnya hanya memanen sagu yang ada atau tersedia di alam, menjadi pembudidaya tanaman Sagu untuk melestariak tanaman sagu. Selain itu, dilakukan penyerahan bantuan peralatan dan teknologi pengolahan batang sagu agar menghasilkan pati sagu dalam volume yang lebih besar dan mutu lebih baik.
OPTIMALISASI PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI KECAMATAN LAMASI, KABUPATEN LUWU (STUDI KASUS PETANI DI KECAMATAN LAMASI KABUPATEN LUWU) Margareta Sri Rejeki; Naima Haruna; Yasmin Yasmin
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i1.1635

Abstract

Penyuluh pertanian memegang peranan penting dalam memfasilitasi serta membimbing petani agar dapat memberikan yang terbaik dalam pengelolahan usaha tani yang dilakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi peran penyuluh terhadap peningkatan produktivitas usahatani padi sawah di Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu dan tingkat produktivitas usahatani padi sawah di Kecamatan Lamasi kabupaten Luwu. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 96 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian sebagai dinamisator di Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu dikategorikan sangat tinggi yaitu 89,34%. Peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator di Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu dikategorikan sangat tinggi yaitu 89,24%. Peran penyuluh pertanian sebagai motivator di Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu dikategorikan sangat tinggi yaitu 86,61%. Peran penyuluh pertanian sebagai disemanasi informasi atau sebagai penghubung di Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu dikategorikan sangat tinggi yaitu 85,42 %. Serta tingkat produktivitas usahatani padi sawah meningkat, peranan penyuluh dalam proses pendampingan sangat tinggi karena produktvitas hasil kajian penelitian lebih besar di bandingkan dengan tingkat produktivitas tingkat Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu.
PERAN KELEMBAGAAN PETANI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (STUDI KASUS KELOMPOK TANI DI KECAMATAN MALILI KABUPATEN LUWU TIMUR) Firman Firman; Taruna S Arzam; Yasmin Yasmin
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i1.1681

Abstract

Peran kelembagaan memegang peranan sangat penting dalam peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil lokasi sesuai dengan judul yang diteliti maka penelitian ini akan dilaksanakan di Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai Januari tahun 2024. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Pertama, kelompok tani berfungsi sebagai kelas belajar dengan pertemuan rutin setiap bulan sekali untuk mengidentifikasi kebutuhan dan bahan untuk pelatihan dan penyuluhan. Kedua, kelompok tani berfungsi sebagai tempat kerjasama untuk meningkatkan kesehatan anggota kelompok tani di Kecamatan Malili. Ketiga, kelompok tani sebagai unit produksi di Kecamatan Malili berupa menyusun rencana, melaksanakan kegiatan bersama, dan memfasilitasi penerapan teknologi dan mengelola administrasi. Faktor penghalang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Malili adalah kurangnya kesadaran petani tentang kegiatan kelompok tani, karena beberapa petani masih belum memiliki keinginan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok tani, kesibukan petani dengan pekerjaan sampingannya sehingga tidak ada yang hadir saat pertemuan rutin kelompok tani, dan kurangnya tenaga penyuluh. Dampak kelompok tani terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Malili dapat ditinjau dari ruang lingkup kesejahteraannya yaitu terdapat peningkatan dari hasil panen, adanya bantuan seperti pupuk dan bibit, dan petani menjadi semangat dengan diadakannya kegiatan.
EFEKTIFITAS PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI KECAMATAN BUA KABUPATEN LUWU Linda Pourru; Akmal Akmal; Yasmin Yasmin
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i1.1684

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di 4 Lokasi penerima manfaat Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yakni Desa Padang Kalua, Desa Tiromanda, Desa Bukit Harapan dan Kelurahan Sakti Di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Lokasi ini di pilih secara purposive dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Bua Merupakan salah satu lokasi pelaksanaan program P2L di Kabupaten Luwu. Penelitian ini berlangsung bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Bua Kabupaten Luwu dapat terlaksana denga baik karena di dorong oleh adanyan kolaborasi antara Dinas teknis dan pemerintah dengan melakukan pola pendampingan. Secara parsial variabel bebas (Karakteristik Petani Responden) yaitu umur, pendidkan, pengalaman dan luas lahan pekarangan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap program pekarangan pangan berkelanjutan di Kecamatan Bua Kabupaten Luwu, sedangkan variabel jumlah ytanggungan keluarga tidak berpengaryh nyata terhadap program pekarangan pangan lestari (P2L). Secara simultan, seluruh variabel bebas yaitu Karakteristik Petani responden: Umur (X1), Pendidikan (X2), Pengalaman (X3), Jumlah Tangungan (X4), dan Luas Lahan Pelarngan (X5) memiliki pengaruh signifikan terhadap efektifitas program pekarngan pangan lestari P2L di Kecamatan Bua Kabupaten Luwu.