Mubarak Mubarak
Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara - FAI UNIKARTA

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KONSEP PENDIDIKAN SOSIO-PROGRESIF (Telaah Pemikiran Pendidikan Ibnu Khaldun) Mubarak Mubarak
AZKIYA Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe Ibn Khaldun's view of socio-progressive education. Research data is collected through written documents in the form of printed books, journals, articles, etc. using descriptive content analysis techniques, which describe in detail the contents of the message or text by describing it in full. This study shows the results that Ibn Khaldun's socio-progressive education can be identified through the following views: (1) Science and teaching are natural in human beings, (2) The purpose of education is to fulfill religious needs, life needs and become a part from the Community, (3) Educators are individuals or communities who understand, are gentle and communicative towards students, (4) Students as subjects of education, and (5) Curriculum education is dynamic which emphasizes “malakah” in thinking and working for the progress of society.
Orang Yang Berilmu Pengetahuan Menurut Alquran; (Term-Term Kecendekiaan Melalui Kajian Tematik) Mubarak Mubarak; Isna Radiyah
AZKIYA Vol 2 No 2 (2021): Juli-Desember 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge is very important, in addition to the primacy, it is the command of Allah. Humans have glory because of the science of knowledge. Therefore, the emphasis on the importance of knowledge for people, especially Muslims, has been there since the beginning of Islam revealed to the Prophet Muhammad. Science is meant obtained through the intermediary of the ability to read and write, or in different meanings through careful observation of the situation surrounding human life. This short article will discuss people with knowledge according to a review of the Quran as an effort to find the term-term intellectual according to the thematic study. The results of the study found that the science in the study of Islam has been found to have definition and foundation. There is also an explanation in the Quran about the people of knowledge and the reasons for revelation with regard to the tribunal of science. In fact, a variety of term similar texts with our intelligence as a form of real knowledgeable person is found in the term-term: Ûlû al-‘Ilm, al-Râsikhûn fī al-‘ilm, Ûlû al-Albâb, al-‘Âlimûn and al-‘Ulamâ.
Dampak Program Tahfidz Al-Qur’an Terhadap Perilaku Keagamaan Santriwati di Pondok Pesantren Karya Pembangunan Ribhatul Khail Tenggarong Nur Amanah; Falisha Ramadhani; Mumtazah Nawar Afifah; Niya Armita Sari; Arbiah; Mubarak
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6994

Abstract

Program menghafalkan Al-Quran (tahfidz) merupakan salah satu program pendidikan Islam yang ditujukan untuk membentuk perilaku dan karakter religius peserta didik melalui pembiasaan membaca, menghafalkan, dan memahami Al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program tahfidz, mengidentifikasi perilaku keagamaan peserta didiknya, serta menganalisis pengaruh program tahfidz terhadap perilaku keagamaan peserta didik di Pondok shariah Karya Pembangunan Ribhatul Khail Tenggarong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan penelitian meliputi kepala madrasah, koordinator tahfidz, ustadzah tahfidz, peserta didiknya, dan teman sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidz dilaksanakan secara teratur melalui kegiatan muraja'ah, menghafalan, dan setoran hafalan dengan menggunakan metode talaqqi, iqra', dan muraja'ah. Program tahfidz memberikan dampak positif terhadap perilaku keagamaan peserta didiknya, seperti peningkatan kedisiplinan, kebiasaan membaca Al-Quran, sikap sopan santun, dan perbaikan hubungan sosial antar peserta didiknya maupun dengan guru. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa hambatan seperti perbedaan kemampuan menghafal, kurang fokus saat menghafal, dan keterbatasan waktu. Dengan demikian, pondok pesatren memberikan pembimbingan, motivasi, dan pembiasaan muraja'ah secara teratur agar program tahfidz dapat berjalan secaraoptimal dalam membentuk perilaku keagamaan peserta didiknya.
Dinamika Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran PAI untuk Meningkatkan Motivasi Belajar: Studi Kasus di SMAN 1 Tenggarong Saskya Delsalsa; Lu’lu’ul Maknunah; Alya Desvita Salma; Rani Aulia; Intan Kurnia Wati; Mubarak
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika interaksi antara guru dan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa di SMAN 1 Tenggarong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai proses komunikasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi yang terjalin antara guru dan siswa berlangsung cukup aktif, komunikatif, dan kondusif sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman. Guru menerapkan berbagai metode pembelajaran seperti diskusi, tanya jawab, presentasi, serta penggunaan media pembelajaran yang membantu meningkatkan perhatian dan partisipasi siswa. Selain itu, guru berperan sebagai motivator dengan memberikan dorongan belajar, apresiasi, serta pendekatan yang ramah terhadap siswa. Motivasi belajar siswa terlihat dari meningkatnya keaktifan dalam bertanya, berdiskusi, dan mengikuti pembelajaran. Namun, masih terdapat beberapa hambatan, seperti rendahnya rasa percaya diri siswa, kurangnya minat belajar, serta keterbatasan media pembelajaran. Oleh karena itu, interaksi yang positif dan strategi pembelajaran yang variatif menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran PAI.