Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Jenis-jenis Burung yang Terdapat di Desa Wisata Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Yeyendra Yeyendra; Aninda Partiwi; Astuti; Ayu Lufita Sari; Chairun Nissa; Putra Hariyanto; Syafitri; Tika Permata Sari; Vela Nita Sari
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/8pmbfg82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan jenis burung yang ada di Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Metode yang peneliti gunakan dalam pengamatan ini adalah metode Point Court dan pengamatan saat berjalan. Point Court adalah penelitian pengamatan burung dimana peneliti berdiri pada satu titik dan mengamati sekitarnya tanpa berpindah tempat. Dan luas daerah yang kami teliti kurang lebih 100 Hektar. Dari penelitian yang dilakukan peneliti menemukan ada 11 jenis burung yaitu Murai Daun (Chloropsis sonnerati), Bubut (Centropus sinensis), Merbah (Pycnonotidae), Pelatuk (Common flameback), Perenjak (Prinia familiaris), Rangkong (Bucerotidae), Walet (Chollocalia vestita), Gagak (Corvus), Belibis (Dendrocygna), Balam (S. chinensis), Manyar (Ploceus manyar).
PELATIHAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER KONSERVASI LINGKUNGAN DALAM MEWUJUDKAN BISNIS BERKELANJUTAN Ibnu Hajar; Yeyendra Yeyendra; Johari Afrizal; Selvira Aisya; Natasya Risky; Arlan Attahjuddin
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus 2025 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v3i2.96

Abstract

Pelatihan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertujuan untuk membentuk karakter peserta yang peduli terhadap konservasi lingkungan dan bisnis berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Kuala Kampar dengan pendekatan penyuluhan, diskusi interaktif, serta praktik langsung dalam pembuatan pupuk organik dari sampah. Evaluasi pelatihan dilakukan menggunakan angket yang mengukur pemahaman, keterampilan, motivasi, dan kepercayaan diri peserta dalam mengolah sampah organik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 92,85% peserta memperoleh informasi yang bermanfaat, 80,96% mendapatkan teori pembuatan pupuk praktis, serta 95,24% termotivasi untuk menerapkan teknik yang diajarkan. Meskipun demikian, tingkat keberhasilan dalam praktik pembuatan pupuk masih rendah (25%), yang menunjukkan perlunya pendampingan lebih lanjut. Secara keseluruhan, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan peserta dalam konservasi lingkungan serta pengembangan bisnis berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular.
The Architectural Style of Asserayah Al-Hasyimiyah Palace Using a Pragmatic Semiotic Approach Hengki Satria; Yeyendra Yeyendra; Taymiyah Basrin
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 27, No 1 (2025): Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v27i1.5442

Abstract

Penelitian ini mengkaji gaya arsitektur Istana Asserayah Al-Hasyimiah (Istana Siak) menggunakan pendekatan semiotika pragmatik. Dibangun antara tahun 1890 hingga 1899, istana ini menggabungkan arsitektur lokal Melayu dengan pengaruh gaya Indische Empire dan neo-klasik. Melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, ditemukan bahwa tata ruang simetris istana mencerminkan harmoni budaya Melayu, sementara elemen seperti lengkung lancip, lengkung tapal kuda, dan desain berbentuk perahu memiliki makna simbolis. Lengkung lancip melambangkan spiritualitas Islam, lengkung tapal kuda mencerminkan modernitas dan keterhubungan, sedangkan bentuk perahu melambangkan perjalanan hidup manusia. Posisi istana yang menghadap Sungai Siak mencerminkan kepercayaan kosmologis masyarakat Melayu tentang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Selain keindahan arsitekturnya, Istana Siak juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan, kebudayaan, dan tempat tinggal keluarga kerajaan. Penggunaan material lokal seperti kayu solid menegaskan identitas Melayu sekaligus memberikan kenyamanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Istana Siak bukan hanya bangunan fungsional, tetapi juga simbol budaya yang kaya akan nilai sejarah dan makna. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan teknologi digital atau membandingkan dengan bangunan serupa untuk memahami lebih jauh dinamika arsitektur transisi di Indonesi.