Nilasari, Ratna Putri
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ecoducation

Analisis Perbandingan Employee Engagement Menggunakan Gallup Q12 di Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang: Comparative Analysis of Employee Engagement Using Gallup Q12 at the Asian Institute of Technology and Business Malang Nilasari, Ratna Putri; Santoso, Risa
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 7 No. 1 (2025): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v7i1.1287

Abstract

Employee engagement merupakan faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas dan retensi karyawan dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat keterlibatan dosen dan tenaga kependidikan di Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang antara tahun 2021 dan 2024 menggunakan Gallup Q12 Survey. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif, uji komparatif (Wilcoxon Signed-Rank Test), analisis korelasi, dan regresi linear untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi engagement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat employee engagement antara tahun 2021 dan 2024 (p > 0.05). Namun, ditemukan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap engagement adalah “kesempatan berkembang di tempat kerja” dan “dukungan terhadap kemajuan individu”. Uji validitas menunjukkan bahwa Gallup Q12 memiliki validitas konvergen yang cukup baik (AVE > 0.50), tetapi validitas diskriminan yang lemah (HTMT>0.90) pada beberapa kelompok responden. Uji reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen ini memiliki konsistensi internal yang tinggi (Cronbach’s Alpha>0.80). Penelitian ini merekomendasikan peningkatan strategi pengembangan karir dan komunikasi antara manajemen dan karyawan untuk meningkatkan employee engagement secara berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam kebijakan SDM di lingkungan akademik.
Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Generasi Z: Implikasi Berpikir Kritis, Komunikasi Digital, dan Kolaborasi Tim Terhadap Employability: Generation Z Human Resource Development Strategy: The Implications of Critical Thinking, Digital Communication, and Team Collaboration on Employability Nilasari, Ratna Putri; Kala'lembang, Adriani
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 8 No. 1 (2026): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v8i1.2531

Abstract

Dunia kerja kontemporer telah bertransformasi secara masif akibat dorongan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, menggeser tuntutan kompetensi ke arah kecakapan non-teknis (soft skills). Generasi Z, yang kini merupakan populasi usia produktif dominan di Indonesia, menghadapi kesenjangan kesiapan kerja (work readiness gap) yang ditandai oleh dua fenomena kritis: (1) tingginya Angka NEET (20.31%) di tingkat nasional pada tahun 2024, yang mengindikasikan adanya dislokasi struktural pada sisi suplai tenaga kerja; dan (2) tingginya tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Gen Z baru (sekitar 60%) di tingkat perusahaan, yang disebabkan oleh defisit soft skills utama seperti kurangnya motivasi, profesionalisme, dan komunikasi yang buruk. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan dan parsial dari Berpikir Kritis (X1), Komunikasi Digital (X2), dan Kolaborasi Tim (X3) terhadap Kesiapan Kerja Generasi Z (Y) menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Populasi penelitian difokuskan pada Gen Z yang merupakan angkatan kerja termuda di Indonesia. Hasil analisis Outer model menegaskan validitas dan reliabilitas instrumen pengukuran (AVE ≥ 0.548; CR ≥ 0.886). Hasil Inner Model menunjukkan bahwa 67.3% variabilitas Kesiapan Kerja dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen (R2=0.673). Semua variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesiapan Kerja (P-value ≤ 0.005). Meskipun Komunikasi Digital memiliki koefisien jalur tertinggi (0.371), analisis ukuran efek spesifik (f2) menunjukkan bahwa Kolaborasi Tim (f2=0.267) adalah kontributor paling kuat dan unik terhadap peningkatan Kesiapan Kerja. Temuan ini mengindikasikan pergeseran Komunikasi Digital dari competitive advantage menjadi threshold skill, menegaskan bahwa social capital (Kolaborasi Tim) dan human capital (Berpikir Kritis) merupakan faktor pembeda paling krusial bagi Kesiapan Kerja Gen Z. Implikasi praktis menekankan prioritas pengembangan Kolaborasi Tim dan Berpikir Kritis dalam kurikulum dan pelatihan.