Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Prevention of Motile Aeromonas Septiceamia in Striped Catfish (Pangasianodon hypophthalmus) using Cherry Leaf Solution Riski Mutia Sari; Iesje Lukistyowati; Morina Riauwaty
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 27 No. 1 (2022): February
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.27.1.24-31

Abstract

This research was conducted in December 2019 – February 2020 at the Laboratory of Fish Parasites and Diseases, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau. The purpose of this study was to analyze and obtain the best dose of cherry leaf (Muntingia calabura) solution to prevent Motile Aeromonas Septicemia from total leukocytes, leukocyte differentiation, and phagocytic activity of striped catfish (Pangasianodon hypophthalmus). The method used is an experiment with a completely randomized design (CRD) one factor five levels of treatment. The doses used were negative control (without immersion cherry leaf solution and not infection with Aeromonas hydrophila), positive control (without immersion cherry leaf solution and infection with A.hydrophila), P1 (Immersion in cherry leaf solution at a dose of 2800 ppm), P2 (3,200 ppm), and P3 (3,600 ppm). Immersion was carried out 5 times for 5 minutes with an interval of 7 days. The results showed that immersion with cherry leaf solution at a dose of 3,600 ppm (P3) was the best dose (P<0.05) with a total leukocyte value of 10.66 x 104 cells/mm3, lymphocytes 84.67%, monocytes 5.67%, neutrophils 9.67%, phagocytic activity 36.67%, and survival rate 86.67%
Description of Erythrocyte of Clarias gariepinus Infected by Aeromonas hydrophila and Treated with Bay Leaf Extract (Syzygium polyantha) Maya Cerlina; Morina Riauwaty; Henni Syawal
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 27 No. 1 (2022): February
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.27.1.105-113

Abstract

Bay leaf (Syzygium polyantha) has antibacterial compounds like flavonoid, tannin, alkaloid, essential oil, vitamin C, and minerals. The purpose of this study was to obtain the best dose of bay leaf solution to cure catfish infected by Aeromonas hydrophila and seen from total erythrocytes, hemoglobin levels, hematocrit levels, and morphology of erythrocytes. The method used is an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD), one factor with five treatments. The treatment applied is Kn (without immersed with bay leaf solution and not infected by A.hydrophila), Kp (without immersed with bay leaf solution and infected by A.hydrophila), P1 (100 ppm), P2 (1100 ppm), P3 (1200 ppm). The curing is done by immersed with bay leaf solution for 5 minutes, carried out three times with an interval of 24 hours. The results show that bay leaf solution able to cure catfish infected by A.hydrophila. The best dose is 1200 ppm with total erythrocytes was 244 x 106 cell/mm3, hemoglobin level was 11,67 g/dL, hematocrit level was 34,33% and the survival rate was 96,67%. Water quality during the study is temperature 27,3-28,0°C, pH 6,5-6,8, DO 3,4-4,2 mg/L and ammonia 0,016-0,019 mg/L.
OPTIMIZATION OF PROBIOTIC EM4 (Effective Microorganism-4) GIVING WITH DIFFERENT CONCENTRATIONS ON THE GROWTH AND SURVIVAL OF BENEFITS OF MAS FISH (Cyprinus carpio) Andi Kristian Harefa; Morina Riauwaty; Anne Rumondang
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i3.984

Abstract

Probiotik EM4 merupakan suplemen eksternal yang sering digunakan dalam dunia perikanan yang mengandung asam laktat bakteri yang berperan positif dalam membantu proses pencernaan ikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Pada penelitian ini penambahan EM4 menggunakan 3 perlakuan yang berbeda yaitu P1 (8 ml/kg), P2 (13 ml/kg), P3 (18 ml/kg). Setiap perlakuan memiliki 3 kali pengulangan. Pakan ditambahkan dengan probiotik, kemudian dimasukkan ke dalam sprayer untuk disemprotkan ke pakan komersial. Pakan yang telah disemprotkan diangin-anginkan selama ± 15 menit. Pengukuran pertumbuhan ikan uji selama pemeliharaan dilakukan setiap tujuh hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EM4 pada pakan berpengaruh terhadap performa pertumbuhan ikan mas (Cyprinus carpio), namun tidak berpengaruh mutlak terhadap kelulushidupannya. Dosis terbaik didapatkan pada penambahan EM4 sebanyak 18 ml/kg (P3) yang memberikan pertumbuhan berat mutlak 1,96 g, panjang mutlak 2,90 cm, laju pertumbuhan spesifik 0,06%, konversi pakan 0,89 dan kelangsungan hidup 100%. Kata kunci: Probiotik, EM4, Pertumbuhan, Kelulushidupan, Optimasi, Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Histopathology of the Gill of Pangasianodon hypophthalmus that were Fed with Fermented Red Ginger to Prevent Motile Aeromonas Septiceamia Disease Muhammad Arga Saputra; Morina Riauwaty; Henni Syawal
Jurnal Natur Indonesia Vol. 20 No. 2 (2022): October
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Red ginger is a natural ingredient that contains several antibacterial compounds such as essential oils, flavonoids, terpenoids, phenols, and zingiberene. This research was conducted from June to August 2021. The purpose of this study was to analyze the structure of the gill and liver tissue of jambal siam fish and to obtain the best dose of adding fermented red ginger to the feed before and after being challenged with Aeromonas hydrophila bacteria. The method used is an experimental method using a one-factor Completely Randomized Design (CRD) with five treatment levels and three replications, namely: Feeding without fermentation of red ginger and without being tested against A. hydrophila (Kn), Feeding without fermentation of red ginger and tested against A. hydrophila (Kp), Feeding with a dose of 150 mL/kg (P1), dose 175 mL/kg feed (P2), dose 200 mL/kg (P3). The results showed that the structure of the gill tissue of Jambal Siam fish showed damage such as hypertrophy, hyperplasia and bent lamellae. The best results were found in the P2 treatment, a dose of 175 mL/kg feed and tested against A.hydrophilla bacteria
Histopatologi Insang Ikan Jambal Siam (Pangasianodon hypophthalmus) yang Terinfeksi Aeromonas hydrophila dan Diobati dengan Larutan Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Devy P Lumban Gaol; Morina Riauwaty; Henni Syawal
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Kayu manis merupakan salah satu bahan alami yang berpotensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret s/d Mei 2023 di Laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur insang dan ginjal ikan jambal siam yang diberi pakan pelet yang diperkaya larutan kayu manis dan diinfeksi dengan A. hydrophila. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah Kn (tanpa perlakuan), Kp (tanpa kayu manis dan infeksi A. hydrophila) dan pada P1, P2 dan P3 adalah 15, 30, 45 mL/kg pakan. Untuk melihat efektifitas kayu manis dalam meningkatkan imunitas ikan yang terserang A.hydrophila maka ikan diujitantang pada hari ke-32 dengan A. hydrophila secara intramuskular. Organ insang disampling pada hari ke-14 pascainfeksi dan pembuatan preparat histopatologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kelainan pada struktur insang jambal siam (Kp) seperti lamella bengkok, hyperlasia, hyperthrophy dan nekrosis. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dosis kayu manis 30 mL/kg pakan dapat memperbaiki struktur insang jambal siam yang diinfeksi A. hydrophila.
Respons Fisiologis Ikan Jambal Siam (Pangasianodon hypophthalmus) yang Diberi Pakan Mengandung Larutan Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) untuk Mencegah Penyakit Bakterial Juniarty Manurung; Henni Syawal; Morina Riauwaty
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Kayu manis merupakan bahan alami yang mengandung cinnamaldehyde dan minyak atsiri yang bersifat antibakteri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2023 di Laboratorium Penyakit Ikan dan Parasit Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Tujuan penelitian adalah menganalisis respons fisiologis ikan jambal siam. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 1 faktor, 5 taraf perlakuan, dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah Kn (tanpa penambahan kulit kayu manis dan tanpa diinfeksi A.hydrophila), Kp (tanpa kayu manis dan terinfeksi A. hydrophila), dan pelet yang diperkaya kayu manis pada P1 (15 mL/kg), P2 (30 mL/kg), dan P3 (45 mL/kg) serta terinfeksi A. hydrophila. Ikan dengan ukruan 8-10 cm dan berat 5-6 g dipelihara dalam akuarium berukuran 40x30x30 cm, dengan padat tebar 1 ekor/3 L dan diberi pakan 3 kali sehari sebanyak 5%. Pada hari ke 32, ikan diujitantang A.hydrophila (108 CFU/mL) secara intramuscular sebanyak 0,1 mL/ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis terbaik adalah P2 (30 mL/kg) dengan glukosa 70,33 mg/dL, pertumbuhan bobot mencapai 18,39 g, dan kelulushidupan mencapai 93,33%. Penambahan kulit kayu manis ke dalam pakan ikan dapat meningkatkan respons fisiologis darah dan kelulushidupan ikan pascaujitantang.
Penambahan Larutan Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dalam Pakan untuk Mencegah Penyakit Edwarsiliosis pada Ikan Jambal Siam (Pangasianodon hypophthalmus) Dharga Mufti Jr; Iesje Lukistyowati; Morina Riauwaty
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 1 (2022): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019 s/d Februari 2020 bertempat di Laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan larutan daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap gambaran leukosit dan mendapatkan dosis terbaik penambahan larutan daun kersen ke dalam pakan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan yaitu Kn= Kontrol negatif (pemberian pakan tanpa penambahan kersen), Kp= Kontrol positif (pemberian pakan tanpa penambahan kersen), P1= penambahan larutan daun kersen dengan dosis 1 mL/kg Pakan, P2= penambahan larutan daun kersen dengan dosis 2 mL/kg pakan dan P3= penambahan larutan daun kersen dengan dosis 3 mL/kg pakan. Hasil penelitian menunjukkan larutan daun kersen berpengaruh nyata terhadap gambaran leukosit ikan jambal siam (Pangasianodon. hypophthalmus) dilihat dari adanya peningkatan total leukosit, diferensiasi leukosit, dan aktivitas fagositosis (P<0,05). Dosis terbaik terdapat pada perlakuan P3 (3 mL/kg pakan) dengan rata-rata jumlah leukosit 9,38x104 sel/mm3, aktivitas fagositik sebesar 31,67%, dan tingkat kelulushidupan mencapai 86,67%. Sedangkan persentase limfosit 83,00%, monosit 9,00% dan neutrofil 8,00%.
Diferensiasi Leukosit Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang diberi Pakan Mengandung Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Diinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila Kiky Dirgantara Ginting; Morina Riauwaty; Henni Syawal
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 2 (2021): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2020 di Laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik pemberian pakan mengandung kunyit (Curcuma domestica Val.) pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) untuk mencegah infeksi Aeromonas hydrophila. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor lima taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah Kn (kontrol, tanpa kunyit), Kp (tanpa kunyit dan diuji tantang dengan A. hydrophila), P1 (0,5 g kunyit/kg pelet dan diuji tantang dengan A. hydrophila), P2 (0,7 g/kg), P3 (0,9 g/kg pelet). Ikan dipelihara selama 45 hari dalam akuarium berukuran 40x30x30 cm dengan padat tebar 1 ekor/ 3 L air. Uji tantang dengan A. hydrophila kepadatan 108 CFU/mL sebanyak 0,1 mL/ekor dilakukan pada hari ke-30. Setelah uji tantang ikan kembali dipelihara hingga hari ke- 45. Pada perlakuan Kp dan P1 menunjukkan gejala klinis berupa produksi lendir berlebih, warna pucat, pergerakan tidak normal, mata buram, nafsu makan berkurang, dan sirip geripis. Pemberian pakan mengandung kunyit pada ikan lele dumbo untuk mencegah infeksi A. hydrophila. Dosis terbaik pemberian pakan mengandung kunyit adalah 0,9 g/kg pelet yang ditandai dengan total leukosit 11,29x104 sel/mm3, kadar leukokrit 1,33%, limfosit 79,66%, monosit 12,00%, neutrofil 7,00%, aktivitas fagositosis 34,66%, dan kelulushidupan ikan 80,00%.
Efek Perendaman Ikan Patin Siam (Pangasionodon hypophthalmus) dalam Larutan Vaksin HydroVac terhadap Diferensiasi Leukosit Rabil Yusuf; Morina Riauwaty; Henni Syawal
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 2 (2021): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan respon imun spesifik ikan terhadap suatu penyakit. Tujuan penelitian adalah mendapatkan lama waktu perendaman ikan dalam larutan vaksin HydroVac yang optimal dalam meningkatkan respons imun spesifik ikan patin siam dilihat dari total leukosit, diferensiasi leukosit dan aktivitas fagositosis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima taraf perlakuan, adapun perlakuan pada penelitian adalah: Kn (tanpa perendaman vaksin HydroVac dan tanpa diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila), Kp (tanpa perendaman vaksin HydroVac dan diinfeksi bakteri A. hydrophila), P1 (Perendaman vaksin HydroVac selama 15 menit), P2 (Perendaman selama 30 menit), dan P3 (Perendaman selama 45 menit), serta diujitantang bakteri A. hydrophila). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perendaman dengan vaksin HydroVac dapat meningkatkan respons imun non-spesifik ikan patin siam yang terinfeksi bakteri A.hydrophila. Waktu perendaman selama 30 menit merupakan hasil terbaik untuk meningkatkan respons imunitas ikan patin siam yang terinfeksi bakteri A. hydrophila dilihat dari hasil total leukosit 9,12×104 sel/mm3, kadar leukokrit 1,67%, diferensiasi leukosit (limfosit 82,33%, monosit 8,67% dan neutrofil 9,00%), nilai aktivitas fagositosis 34,67%, dan tingkat perlindungan relatif 83,33%.
Histopatologi Hati dan Usus Ikan Jambal Siam (Pangasionodon hypophthalmus) yang Diberi Pakan Mengandung Ekstrak Daun Rhizophora apiculata Abdul Alif; Henni Syawal; Morina Riauwaty
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 2 (2021): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Daun bakau R. apiculata memiliki senyawa bioaktif berupa flavonoid, tanin, saponin, dan quinon yang mempunyai daya antioksidan, antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2019 di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis histopatologi hati dan usus ikan jambal siam (P. hypophthalmus) yang diberi pakan mengandung ekstrak daun R. apiculata. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor 4 taraf perlakuan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kontrol tanpa penambahan ekstrak daun R. apiculata (P0), dan pemberian pakan dengan tambahan ekstrak daun R. apiculata dosis 1,5 mg/Kg (P1), 1,7 mg/Kg (P2) dan 1,9 mg/Kg (P3) pakan. Ikan yang digunakan berukuran 8-10 cm dan dipelihara di waduk. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 10% dari bobot biomassa ikan dengan frekuensi pemberian sebanyak 3 kali selama 60 hari pemeliharaan. Organ sampel difiksasi menggunakan formalin 10%. Preparat histologi dengan pewarnaan HE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan mengandung ekstrak daun R. apiculata berpengaruh terhadap perubahan histologis hati dan usus ikan jambal siam. Perubahan yang terjadi pada hati ikan yaitu hemoragi, hipertropi dan nekrosis, sedangkan pada usus terjadi perubahan histologis berupa hemoragi, edema, proliferasi sel goblet, degenerasi vakuola dan nekrosis. Dosis terbaik terdapat pada P1 yaitu sebesar 1,5mg/Kg pakan. Parameter kualitas air selama penelitian yaitu suhu 28-29.50C; pH 6,1-6,8; DO 6,4-6,9ppm; dan NH3 0,04-0,08ppm.