Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Polikultur Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) dan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Riska Junita; Rusliadi Rusliadi; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.292-298

Abstract

Polikultur merupakan kegiatan budidaya perikanan dalam satu wadah yang menghasilkan lebih dari satu jenis organisme secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem polikultur terhadap pertumbuhan ikan nilem. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu P0 (15 nilem), P1 (5 lobster air tawar dan 15 nilem), P2 (10 lobster air tawar dan 15 nilem), dan P3 (15 lobster air tawar dan 15 nilem), P4 (20 lobster air tawar dan 15 nilem), P5 (25 lobster air tawar dan 15 nilem). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan padat tebar lobster yang berbeda mempengaruhi pertumbuhan ikan nilem. Hasil pengukuran tertinggi pertumbuhan bobot mutlak, yaitu 7,21 g, panjang mutlak 4,59 cm, laju pertumbuhan spesifik 2,93%, kelulushidupan 93,33%, dan konversi pakan 1,26%, hal ini disebabkan karena kepadatan tebar lobster air tawar pada P2 rendah. Kepadatan penebaran yang rendah memberikan ruang bagi ikan nilem untuk bergerak dan hidup. Pemeliharaan sistem polikultur lebih baik dilakukan pada 10 ekor lobster air tawar dan 15 ekor ikan nilem karena menghasilkan pertumbuhan panjang dan bobot mutlak terbaik.
Pengaruh Pemberian Probiotik Rabal pada Pakan dengan Dosis Berbeda terhadap Laju Pertumbuhan Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Menggunakan Sistem Resirkulasi Kea Parmunita Apriliani; Niken Ayu Pamukas; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh probiotik rabal pada pakan dengan dosis yang berbeda terhadap laju pertumbuhan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus) menggunakan sistem resirkulasi. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret–April 2023 di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Taraf perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini adalah P0= tanpa penambahan probiotik (kontrol), P1= penambahan probiotik dengan dosis 0,1 mL/g pakan, P2= dosis 0,2 mL/g pakan, P3= dosis 0,3 mL/g pakan, dan P4= dosis 0,4 mL/g pakan. Pada penelitian ini benih ikan baung yang digunakan berukuran 5-7 cm sebanyak 480 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa probiotik rabal mampu memberikan pengaruh terhadap laju pertumbuhan benih ikan baung. Dosis terbaik pada penelitian ini adalah 0,3 mL/g, menghasilkan bobot mutlak 9,88 g, panjang mutlak 8,8 cm, laju pertumbuhan spesifik 2,91%, Efisiensi pakan 53,81%, rasio konversi pakan 1,86 %, dan kelulushidupan 92,3%. Kualitas air selama penelitian mendukung untuk pertumbuhan dan kelulushidupan ikan baung, yaitu 26,0-29,7 °C, pH 6,5-7,5, DO 4,6-6,5 mg/L, dan amoniak 0,0378-0,1468 mg/L.
Pengaruh Pemberian Enzim Bromelin terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Gabus (Channa striata) Menggunakan Sistem Resirkulasi pada Media Rawa Mega Haz Simatupang; Niken Ayu Pamukas; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Enzim bromelin merupakan salah satu enzim protease yang dapat memecah ikatan peptida menjadi asam amino yang mudah diserap dan dimanfaatkan untuk proses pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh dan dosis enzim yang tepat terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan gabus (Channa striata) yang diperlihara menggunakan sistem resirkulasi pada media rawa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret s/d April 2023 di Laboratorium Teknologi Budidaya, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan, yaitu penambahan enzim bromelin ke dalam pakan dengan dosis P0 (Tanpa enzim), P1 (7,5 g/kg), P2 (15 g/kg), P3 (22,5 g/kg), P4 (30 g/kg) dan dipelihara selama 50 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penambahan enzim terhadap bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, dan rasio konversi pakan (p<0,05). Dosis terbaik pada penelitian ini adalah 22,5 g/kg enzim yang menghasilkan bobot mutlak 6,16 g; panjang mutlak 6,2 cm; laju pertumbuhan spesifik 4,10%, efisiensi pakan 65,92%, rasio konversi pakan 1,52% dan kelulushidupan 100%. Kualitas air selama penelitian mendukung untuk pertumbuhan dan kelulushidupan ikan gabus: suhu 27,8-29,7 °C, pH 5,9-7,3, DO 4,5-7,1 mg/L, dan amoniak 0,0287-0,1344 mg/L.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Lada Hitam dengan Dosis Berbeda Melalui Perendaman terhadap Maskulinisasi Ikan Guppy (Poecilia reticulata) Muhammad Fauzan Azima; Usman M Tang; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 3 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan guppy (Poecilia reticulata) merupakan ikan hias yang mempunyai nilai komersil tinggi baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Berdasarkan morfologinya, ikan guppy jantan memiliki bentuk tubuh lebih ramping dengan corak warna tubuh dan sirip lebih cemerlang dari pada guppy betina, sehingga permintaan komoditas ikan guppy jantan lebih banyak dari pada guppy betina. Salah satu upaya untuk memenuhi tingginya permintaan dengan melakukan maskulinisasi ikan guppy dengan ekstrak lada hitam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Bertempat di Laboratorium Teknologi Budidaya Fakultas Perikanan dan kelautan Universitas Riau. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan. Taraf perlakuan tersebut adalah dosis 0 mg/L, dosis 4 mg/L, dosis 5 mg/L, dosis 6 mg/L, dan dosis 7 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman menggunakan ekstrak lada hitam pada induk ikan guppy dengan dosis berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase jantan ikan guppy. Dosis ekstrak lada hitam terbaik diperoleh pada dosis 4 mg/L.
Teknologi Budidaya Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) pada Sistem Resirkulasi dengan Pemberian Probiotik Dosis Berbeda Naomy Ega Chatarine Hutasoit; Mulyadi Mulyadi; Niken Ayu Pamukas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.457-464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh pemberian probiotik dengan dosis berbeda pada media pemeliharaan terhadap pertumbuhan ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) dengan sistem resikulasi menggunakan filter bioball. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus – September 2023 di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Wadah yang digunakan adalah akuarium dengan volume 100 L air sebanyak 15-unit dengan padat tebar 36 ekor/wadah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali pengulangan. Taraf perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu P0 = tanpa pemberian bakteri (Kontrol), P1 = Penambahan Probiotik Mina Pro (0,20 mL/L), P2 = Penambahan Probiotik Mina Pro (0,25 mL/L), P3 = Penambahan Probiotik Mina Pro (0,30 mL/L), P4 = Penambahan Probiotik Mina Pro (0,35m L/L). Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah P3 dengan penambahan dosis probiotik mina pro sebesar 0,30 mL/L air yang menghasilkan bobot mutlak 6,54 g, panjang mutlak 4,17 cm dan tingkat kelulushidupan 87,04% sedangkan konversi pakan terbaik ada pada P0 yaitu sebesar 2,06%.
Pengaruh Pemberian Recombinant Epinephelus lanceolatus Growth Hormone (rElGH) terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa striata) Putri Rahmadani; Usman M Tang; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.1-10

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan ikan penghuni perairan rawa yang bernilai ekonomis. Kebutuhan terhadap ikan gabus semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Dengan meningkatnya permintaan terhadap ikan, maka diperlukan teknik budidaya untuk meningkatkan pertumbuhannya dengan waktu yang dipersingkat. Penggunaan  rElGH dalam kegiatan budidaya terbukti dapat meningkatkan meningkatkan kinerja pertumbuhan dan kelulushidupan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis rElGH untuk menghasilkan pertumbuhan ikan gabus yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari, yaitu dari bulan Desember 2023 s/d Februari 2024, di Laboratorium Teknologi Budidaya, Fakultas perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan, sehingga diperlukan 20 unit percobaan. Dosis penambahan rElGH yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: P0) tanpa penambahan rEIGH (Kontrol); P1) 3 mg/kg pakan ; P2) 5 mg/kg pakan; P3) 7 mg/kg pakan; P4) 9 mg/kg pakan. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis rElGH 7 mg/kg pakan, yang menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 3,89 g, panjang mutlak 3,29 cm, laju pertumbuhan spesifik 1,98%, efisiensi pemanfaatan pakan 77.84%, kecernaan pakan 63,00%, dan kelulushidupan 98.75%.
The Influence of Probiotics Addition to the Maintenance Media on the Growth and Survival Rate of Seabass (Lates calcarifer) Wirdha Listiani; Iskandar Putra; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Akuakultur SEBATIN Vol. 5 No. 1 (2024): May
Publisher : Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jas.5.1.32-39

Abstract

This research was conducted from July to September 2021 for 42 days at the Hall of Brackish Water Fish Seed, Kepulauan Meranti Regency, Riau. This study aims to determine the best dose for addition of probiotics to the maintenance media for the growth rate and survival of seabass. This study used completely randomized design (CRD) of one factor consisting of five levels of treatment and three replications. The treatments applied are (P0) control without probiotics (P1) with a dose of 2.5 mL/m3, (P2) with a dose of 5 mL/m3, (P3) with a dose of 10 mL/m3, and (P4) with a dose of 12.5 mL/m3. Research results show that P4 gives the best results of the water quality such as temperature ranges from 27.67-29˚C; water pH ranges from 6.67-7.37; dissolved oxygen (DO) ranges from 4.9-5.53; and ammonia ranges from 0.00138-0.00513. Absolute weight growth of 11.67 g; absolute length growth of 12.33 cm; specific growth rate of 3.78%; survival of 100%; feed efficiency 104.67%; and food conversion ratio (FCR) of 0.95.
The Effect of the Dose of Herbal Supplements In Feed on The Growth And Survival Rate of Asian Redtail Catfish (Hemibagrus nemurus) Ahmad Nurul Fikri; Usman M Tang; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Akuakultur SEBATIN Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jas.4.2.42-56

Abstract

This research aim to determine the optimal dose of additional herbal supplements in feed toward the growth performance and survival rate of red tilapia (Oreochromis niloticus) by using recirculation system. This research was conducted on November 01-December 10, 2021 at Laboratory of aquaculture technology, Marine and Fisheries Faculty, University of Riau. This research was using experimental method by completely random design (RAL) one factor with three replications. The treatments were: A: 0 mL/kg of feed (control), B: 50 mL/kg of feed, C: 75 mL/kg of feed, and D: 100 mL/kg of feed. The herbal supplements were consisted of turmeric, and ginger with Bacillus sp. and yeast (Rhizopus oligosporus). The results showed that a different doses of additional herbal supplements affecting the growth performance and the survival rate of catfish using recirculation system. In addition, it also affected the absolute weight growth, absolute length growth, feed efficiency and feed conversion ratio.The optimal dose was at 100 mL/kg of feed as it showed significantly different results compared to control. So that while being applied in terms of economy, 100 mL/kg was the most efficient dose, by giving the specific growth rate was 1,55%, survival rate was 98,3%, absolute weight growth was 8,67 g, absolute length was 6,23 cm, feed efficiency was 79,53% and feed conversion ratio was 1,26.
Effect of Papain Enzyme With Different Dosages in Feed On Growth and Survival Rates of Climbing Perch Fish (Anabas testudineus) in Recirculation System Haycel Andrea Pratama; Rusliadi Rusliadi; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Akuakultur SEBATIN Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jas.4.2.78-86

Abstract

The purpose of this study was to determine the best dose of papain in commercial feed to increase the growth of Climbing perch (Anabas testudineus). The research container used was a black bucket with a round shape with a volume of 100 L with a stocking density of 20 fish/container or 400 fish/m3. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) with one factorial, five treatments and three replications. The treatment applied was feeding containing papain enzyme with different doses, namely P0= without the addition of papain enzyme, P1= addition of papain enzyme 1.25%/kg feed, P2= addition of papain enzyme 2.25%/kg feed, P3= papain enzyme 3.25%/kg feed and P4= addition of papain enzyme 4.25%/kg feed. The results showed a significant effect (P<0.05) on absolute weight, absolute length, specific growth rate, feed conversion ratio, enzyme activity and there was no significant effect (P>0.05) on the survival rate. The best growth rate was found in treatment P3 with absolute weight value: 4.70±0.18 g, absolute length: 2.0±0.20 cm, specific growth rate: 2.21±0.02% per day, survival: 100 %, feed conversion ratio: 1.26±0.03 %, and number of enzymes: 0.0716±0.0007 IU/mL, and with the growth of the average weight of water spinach 60.08 g and the average length of water spinach 100.4 cm in P1 treatment.