Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kebutuhan dalam Rekonstruksi RPS Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Katolik De La Salle Manado Evi Martika D. Kasiahe; Edino A. Lomban; Fabyana I. Tamboto
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 1 No. 4 (2023): November : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembanga
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v1i4.534

Abstract

The problem of Indonesian learning at higher education institutes has been encountered by Indonesian language instructors. The lack of animosity of students to learn Indonesian language and lack of variation in learning methods are one of the main problems occurred. These may cause the Indonesian language learning not to meet the expectation of instructors and students. Indonesian language course has an important goal to improve the students’ language skills and to develop a deep affection for the Indonesian language. One of the methods that may be used in order to handle this problem is needs analysis. This method is expected to accommodate students’ needs pertaining to Indonesian language learning in several study programs at De La Salle Catholic University. The findings of this research will be a reference for the syllabus reconstruction process of Indonesian Language course in order to improve the quality of language learning and to achieve the goals of learning. This syllabus reconstruction consists of several components, namely learning objectives, materials, learning method, and assessment. Pertaining to the components, the results of this research showed that (1) the learning objectives of Indonesian Language course in university cannot be limited to writing skills developments, but can be included also with speaking skills; (2) in materials, the scientific genre and spelling also need to be emphasized; (3) students recommend to use the problem-based learning method, especially for grammar error cases; and (4) the assessment of Indonesian language needs to be designed not only in the form of assignments, but also in the form of objectives and/or essays in accordance with the criterion of HOTS.
Efektivitas Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia: Studi Evaluatif Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Minahasa Utara Evi Martika D. Kasiahe; Fabyana I. Tamboto; Stief A. Walewangko; Anggraini Putri Goni; Agustina Regina Banua
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5685

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar swasta di Kabupaten Minahasa Utara. Pembelajaran berdiferensiasi sebagai wujud nyata konsep Merdeka Belajar penting diterapkan untuk memerdekakan siswa melalui pendekatan yang memperhatikan minat, kebutuhan, dan tingkat kesiapan mereka. Sekolah swasta dipilih karena memiliki tantangan tersendiri seperti keterbatasan dana, sarana prasarana, serta jumlah siswa dan guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan empat tahapan: persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyusunan laporan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan prinsip diferensiasi secara intuitif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, namun masih menghadapi hambatan dalam hal sumber daya, kompetensi, serta kesenjangan kemampuan literasi siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan kapasitas guru dan dukungan sistemik agar implementasi Kurikulum Merdeka berjalan efektif.
Edukasi Anti-Bullying Melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Stief Aristo Walewangko; Evi Martika D. Kasiahe; Eunike Mandolang; Anita Stephanie F. Warow; Fabyana Imelda Tamboto; Jelvi Monica Mangundap; Valentino Lumowa; Patrisia Hana Supit; Patricia Rumimpunu
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3526

Abstract

Edukasi anti-bullying di Sekolah Dasar (SD) memiliki peran yang sangat penting dalam membangun budaya positif di kalangan siswa. Tujuan utama dari edukasi ini Adalah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan positif bagi siswa. Bullying dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan perkembangan sosial anak, sehingga upaya pencegahan sejak dini sangat diperlukan. Secara lebih detail, dampak bullying bagi siswa sekolah dasar meliputi gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan rendahnya kepercayaan diri, serta penurunan prestasi akademik karena sulit fokus dan kurangnya motivasi belajar. Bagaimana strategi yang tepat untuk mengatasi perilaku bullying di SD? Dan bagaimana bentuk edukasi anti- bullying yang dapat diterapkan secara efektif di SD? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi dasar utama bagi pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SD GMIM 21 Manado. Guru dan stakeholder sekolah sering kesulitan untuk mengatasi perilaku bullying siswa, dan kurang mendapat informasi bagaimana cara mengedukasi yang aman dan sesuai harapan. Kegiatan PKM ini dirancang untuk memberi edukasi anti-bullying di SD dengan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam dan pendidikan karakter. Pendekatan pembelajaran mendalam menyentuh seluruh aspek termasuk karakter siswa di SD. Pendekatan ini digunakan sebagai bentuk edukasi anti- bullying bagi kepala sekolah, guru-guru, dan siswa SD GMIM 21 Manado. Dengan pendekatan ini iklim pembelajaran anti-bullying di SD GMIM 21 Manado dapat terwujud
Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi untuk Anak-Anak Usia Sekolah Dasar di Desa Jayakarsa Kabupaten Minahasa Utara Fabyana Imelda Tamboto; Eunike Mandolang; Stief Aristo Walewangko; Evi Martika D. Kasiahe; Edino Ayub Lomban
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3604

Abstract

Kondisi literasi dan numerasi anak-anak usia sekolah dasar memerlukan perhatian serius. Rendahnya minat baca di masyarakat dipengaruhi oleh kurangnya kemampuan membaca dan menulis. Kemampuan numerasi pada tingkat sekolah dasar juga belum memadai. Hal ini dialami oleh anak-anak usia sekolah dasar di Desa Jayakarsa, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Katolik De La Salle, sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mempersiapkan calon guru, merasa terpanggil untuk mengatasi masalah rendahnya kemampuan literasi dan numerasi pada anak-anak usia sekolah dasar. Karena jika hal tersebut diabaikan maka akan berdampak pada penurunan kualitas pendidikan siswa dan kemudian berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Pengabdian kepada Masyarakat merupakan salah satu tugas utama dari lembaga pendidikan tinggi, karena akan menjadi wadah untuk pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Dalam rangka tugas tersebut, dirancanglah program PkM untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi bagi anak-anak usia sekolah dasar di Desa Jayakarta, Kecamatan Likupang Barat. Desa Jayakarsa dipilih karena berdasarkan hasil observasi dan komunikasi dengan para guru di 3 sekolah dasar diperoleh data bahwa sebagian besar siswa kelas rendah membutuhkan pendampingan dalam literasi dan numerasi. Kegiatan PkM ini adalah salah satu bentuk praktek pembelajaran dari mahasiswa Program Studi PGSD yang mengikuti kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan dan Pendidikan Seni Rupa.