Anita Stephanie F. Warow
Universitas Katolik De La Salle Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Anti-Bullying Melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Stief Aristo Walewangko; Evi Martika D. Kasiahe; Eunike Mandolang; Anita Stephanie F. Warow; Fabyana Imelda Tamboto; Jelvi Monica Mangundap; Valentino Lumowa; Patrisia Hana Supit; Patricia Rumimpunu
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3526

Abstract

Edukasi anti-bullying di Sekolah Dasar (SD) memiliki peran yang sangat penting dalam membangun budaya positif di kalangan siswa. Tujuan utama dari edukasi ini Adalah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan positif bagi siswa. Bullying dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan perkembangan sosial anak, sehingga upaya pencegahan sejak dini sangat diperlukan. Secara lebih detail, dampak bullying bagi siswa sekolah dasar meliputi gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan rendahnya kepercayaan diri, serta penurunan prestasi akademik karena sulit fokus dan kurangnya motivasi belajar. Bagaimana strategi yang tepat untuk mengatasi perilaku bullying di SD? Dan bagaimana bentuk edukasi anti- bullying yang dapat diterapkan secara efektif di SD? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi dasar utama bagi pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SD GMIM 21 Manado. Guru dan stakeholder sekolah sering kesulitan untuk mengatasi perilaku bullying siswa, dan kurang mendapat informasi bagaimana cara mengedukasi yang aman dan sesuai harapan. Kegiatan PKM ini dirancang untuk memberi edukasi anti-bullying di SD dengan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam dan pendidikan karakter. Pendekatan pembelajaran mendalam menyentuh seluruh aspek termasuk karakter siswa di SD. Pendekatan ini digunakan sebagai bentuk edukasi anti- bullying bagi kepala sekolah, guru-guru, dan siswa SD GMIM 21 Manado. Dengan pendekatan ini iklim pembelajaran anti-bullying di SD GMIM 21 Manado dapat terwujud
Kosmologi Filsafat Proses dan Ekologi Integral Laudato Si’: Suatu Perbandingan tentang Implikasi bagi Isu Lingkungan Hidup Johanis Ohoitimur; Damianus Pongoh; Paulina Kuntag; Anita Stephanie F. Warow
Jurnal Seri Mitra (Refleksi Ilmiah Pastoral) Vol. 5 No. 2, Juli (2026): Jurnal Seri Mitra Refleksi Ilmiah Pastoral
Publisher : Kelompok Studi Mitra Skolastikat MSC PinelengINELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the similarities and differences between the environmental implications of Alfred North Whitehead’s cosmology and the concept of integral ecology articulated in Pope Francis’s encyclical Laudato Si’. Employing a comparative-interpretive literature review, it argues that both Both perspectives provide conceptual resources for criticizing mechanistic, dualistic, and anthropocentric paradigms that reduce nature to an object of human exploitation. Whitehead’s process philosophy understands reality as a dynamic network of interrelated events, whereas Laudato Si’ presents the world as God’s creation, whose interconnected elements constitute a single “common home”. Their principal similarities lie in their emphasis on relationality, the intrinsic value of the natural world, their critique of the technocratic paradigm, and their implication on ecological responsibility. Nevertheless, they differ significantly in their metaphysical, theological, and ethical foundations. Whitehead develops a process metaphysics in which reality is constituted by becoming and relationality, while Laudato Si’ is grounded in the theology of creation, the dignity of the human person, the common good, and humanity’s moral responsibility before God. The novelty of this article lies in its systematic mapping of the similarities and differences between the two approaches in terms of their ontological foundations, conceptions of God, understandings of the human position, normative foundations of ecological ethics, and ultimate visions of the cosmos and creation.