Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Guru Dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Nilai Nilai Pancasila di Sekolah Dasar Adena Siregar; Annisa Aprilia; Michaela Gracia Hutabarat; Yulia Lestari Wijaya
HEMAT: Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol 1, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v1i2.2703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru dalam meningkatkan pemahaman siswa/siswi terhadap nilai-nilai Pancasila di SDN NO 06093, Jl. Turi, Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan. Desain penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah survey. Sampel yang digunakan oleh penulis adalah seluruh siswa siswi kelas V di SDN NO 060939, Jl. Turi, Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan. Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian kuantitatif.  Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan oleh peneliti adalah analisis data kualitatif dan analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 siswa yang menjadi sampel penelitian, sebanyak 100% siswa mengetahui contoh pengamalan sila ke-1 dan sila ke-5, 80% siswa mengetahui contoh pengamalan sila ke-2, 90% siswa mengetahui contoh pengamalan sila ke-3, dan 70% siswa mengetahui contoh pengamalan sila ke-4. Pemahaman dan pengimplementasian nilai-nilai Pancasila sejak dini sangat penting untuk membentuk jiwa nasionalisme dan karakter generasi muda Indonesia, menjadikan mereka berintegritas, bertanggung jawab, serta mampu menghadapi pengaruh negatif budaya asing. Kendala dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila pada anak akibat faktor internal seperti sifat bawaan dan temperamen, serta faktor eksternal seperti pengaruh teman, globalisasi, dan media massa. Strategi dan metode pengajaran yang efektif, seperti pendekatan tematik terpadu, pembelajaran berbasis proyek, storytelling, pembelajaran interaktif, dan diskusi, sangat penting untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar, dengan dukungan dari guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Analisis Minat Siswa Terhadap Pembelajaran PJOK dan Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Motorik Siswa Adena Siregar; Annisa Aprilia; Bernike Sinaga; Michaela Gracia Hutabarat; Yulia Lestari Wijaya
Journal of Education Transportation and Business Vol 1, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v1i1.2717

Abstract

Pendidikan Jasmani termasuk salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Dasar.  Pada dasarnya, Pendidikan Jasmani merupakan sarana untuk meraih tujuan pendidikan melalui pembelajaran fisik sekaligus juga untuk meraih tujuan yang bersifat internal, ke dalam aktivitas fisik itu sendiri. Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian deskriptif karena penelitian ini tidak memiliki hipotesis yang akan diuji. Desain penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah survey. Sampel yang digunakan oleh penulis adalah seluruh siswa siswi kelas V di SDN NO 060939, Jl. Turi, Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah melalui wawancara, studi dokumentasi, dan observasi terhadap subjek penelitian secara langsung. Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data tentang minat siswa terhadap pembelajaran penjas. Observasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang proses pembelajaran penjas. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang materi pembelajaran penjas. Teknik analisis data yang dilakukan oleh peneliti adalah analisis data kuantitatif dan analisis data deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan: 1) Dari 30 siswa yang menjadi sampel penelitian, sebanyak 60% siswa menunjukkan minat yang tinggi terhadap pembelajaran PJOK, 30% menunjukkan minat sedang, dan 10% menunjukkan minat rendah, 2) Hasil tes menunjukkan bahwa siswa dengan minat tinggi terhadap PJOK memiliki skor rata-rata kemampuan motorik yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki minat sedang dan rendah, 3) Siswa dengan minat tinggi cenderung lebih aktif dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan PJOK, yang pada gilirannya meningkatkan kemampuan motorik mereka.
Implementasi Keterampilan Dasar Membuka dan Menutup Pembelajaran pada Kegiatan Microteaching Onma Nikita Putri; Dea Khairum; Detya Mopalanda Sianipar; Yulia Lestari Wijaya; Nurmayani Nurmayani; Ivana Septia Rahaya
Jurnal Merah Putih Sekolah Dasar Vol. 3 No. 4 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran merupakan bagian penting dari keterampilan dasar mengajar yang berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Namun, dalam praktiknya kedua keterampilan tersebut sering kali belum diterapkan secara optimal, khususnya dalam kegiatan microteaching. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan keterampilan membuka dan menutup pembelajaran dalam kegiatan microteaching serta implikasinya terhadap kesiapan pedagogis calon guru. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait kompetensi pedagogik guru yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa keterampilan membuka pembelajaran yang efektif meliputi kemampuan menarik perhatian, membangkitkan motivasi, memberikan acuan, dan mengaitkan materi dengan pengalaman peserta didik. Sementara itu, keterampilan menutup pembelajaran dilakukan melalui kegiatan review, evaluasi, refleksi, dan tindak lanjut pembelajaran. Penguasaan kedua keterampilan tersebut terbukti mampu menciptakan pembelajaran yang lebih terstruktur, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta memperkuat pemahaman terhadap materi. Oleh karena itu, keterampilan membuka dan menutup pembelajaran perlu dilatih secara sistematis dalam kegiatan microteaching guna membentuk calon guru yang profesional dan kompeten.