Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS URAIAN JABATAN PT. PLN (PERSERO) UIP3B SULAWESI Dzar Fahiemah El Faiqah; Fanny Erdaningsih; Ghina Maharani M; Ismarli Muis
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i1.56764

Abstract

PT. PLN (Persero) UIP3B Sulawesi has carried out an organizational transformation this year, one of which is by making changes to its organizational structure so that an analysis is needed to prepare new job descriptions. The purpose of this job description analysis is to review and update the previous job descriptions in order to clarify the job descriptions for new divisions and positions at UIP3B Sulawesi. The benefit of preparing job descriptions is to clarify the job description or main tasks and functions of work units for each job designation, as well as to identify the competency requirements required for each job designation. This research approach is action research using Participatory Action Research (PAR) techniques through qualitative descriptive analysis. The results of this study are the latest job description forms that have changes to organizational structure, competency levels, business streams, and main tasks at each functional level to become more detailed and specific and relevant to the conditions of employees and the company.
Pelatihan Motivasi dan Mindset Positif untuk Ibu Binaan Rumah Zakat Lukman Nadjamuddin; Muh Daud; Ismarli Muis; Tri Sulastri
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.80726

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi bagi para ibu wirausaha binaan Rumah Zakat Indonesia Timur, khususnya dalam mengatasi tantangan utama yang berkaitan dengan keterbatasan akses modal, rendahnya literasi bisnis, kualitas produk yang belum optimal, serta jangkauan pasar yang masih terbatas. Untuk menjawab permasalahan tersebut, program ini menggunakan metode pelatihan peningkatan kapasitas, workshop, dan pendampingan yang berfokus pada perubahan mindset berwirausaha bagi ibu-ibu pelaku UMKM. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sesi pelatihan terstruktur, workshop praktik langsung, dan diskusi yang mendorong peserta untuk memahami potensi usaha mereka serta mengembangkan strategi yang lebih tepat dalam menghadapi dinamika pasar. Temuan program menunjukkan adanya perubahan positif pada mindset peserta. Para ibu mulai memahami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal finansial, tetapi juga oleh kemampuan mengelola usaha secara kreatif, disiplin, dan berorientasi jangka panjang. Melalui proses pendampingan, peserta menjadi lebih percaya diri dalam mengambil keputusan usaha, lebih berani mencoba hal baru, serta lebih siap menghadapi risiko. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa sebagian besar peserta berhasil mengubah pola pikirnya menjadi lebih produktif, terbuka terhadap peluang, dan mampu mengelola usaha dengan lebih terarah. Kesimpulannya, ibu-ibu pelaku wirausaha perlu mengembangkan pola pikir wirausaha yang positif dengan menanamkan growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui proses belajar dan pengalaman. Dengan mindset tersebut, peserta menjadi lebih siap mengatasi ketakutan gagal, belajar dari kesalahan, serta meningkatkan keberlanjutan usaha mereka.
PELATIHAN KECEMASAN BERBICARA DI HADAPAN UMUM PADA SISWA SMU Lukman Nadjamuddin; Ismarli Muis; Abdul Rahmat; Perdana Kusuma
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i3.45822

Abstract

Students generally feel anxious when they are going to do or to anticipate an important task, i.e. speaking in public. Normally, students overcome the feeling of anxiety by trying to calm down, and they believe that this strategy was the best way to reduce anxiety before doing a task (pre-performance anxiety). Several previous studies show that the best alternative way for reducing anxiety is not by calming down, but by reappraising the physiological reaction of anxiety as a feeling of pleasure that arises from doing an enjoyable task as excitement. Individuals who reassess this experience, have better performance and lessen anxiety than individuals who try to calm down. In this study, participants will be trained to change their physical assessment of anxiety-provoking situations, by repeating the phrase "I'm excited", or by reading a short message "go for it!" which makes them feel excited (more excited) when they are about to start a task. The current research shows that there a slight decrease in participants anxiety after 1 week. This finding supports the previous research that anxious and excitement emotions are characterized by high arousal; therefore, it is better to change judgement of these emotion instead of trying to change arousal from high to low. Changing judgments is much easier for individuals, and consequently, this will also affect performance (public presentation).
IMPLEMENTASI PELATIHAN OUTBOUND SEBAGAI INTERVERENSI UNTUK MENINGKATKAN WORK ENGAGEMENT Ismarli Muis; Besse Djannatul Imma; Fidyah Syafirah Embuinga; Nursaira Nursaira
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2024): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i3.63291

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan work engagement pegawai melalui intervensi pelatihan outbound di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Work engagement, yang terdiri dari vigor, dedication, dan absorption, merupakan elemen penting untuk mencapai visi dan misi perusahaan secara efisien dan efektif. Metode penelitian menggunakan One-Group Pre-Post Design dengan melibatkan 23 pegawai yang mengikuti pelatihan outbound dengan menggunakan intervensi dalam bentuk permainan. Hasil analisis data menggunakan uji Paired Samples Test menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) antara pre-test dan post-test. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan outbound terbukti efektif dalam meningkatkan work engagement pegawai.
The Effect of Social Media Use Intensity on Body Image Dissatisfaction in Early Adult Women Fadhilah Aprilia Lukman; Ismarli Muis; Andi Nasrawati Hamid
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 8 No. 3 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v8i3.2587

Abstract

Social media plays a significant role in the development of dissatisfaction with one's body image, primarily attributed to the proliferation of digital communication tools. Excessive engagement with social media platforms could contribute to a negative perception of one's body image and subtly impact an individual's perception of beauty ideals. This can be observed through the sharing of photos that strictly adhere to societal standards of flawlessness and perfection. This study examined the intensity of social media use on body image dissatisfaction in early adult women. This research focused on early adult women aged 18-25 in Indonesia. Data was collected from 304 women using the Social Networking Time Use Scale (SONTUS) and the Body Image Dissatisfaction Scale (BID Scale). Five aspects of social media intensity were analyzed to determine their impact on five dimensions of body image dissatisfaction. The result of regression analysis showed that the social media use intensity positively affects body image dissatisfaction. Active users of social media would develop body image dissatisfaction. This study suggests that the more frequently young women use social media, the more dissatisfied they become with their body image. Furthermore, social media use intensity influenced all dimensions of body image dissatisfaction, including appearance evaluation, appearance orientation, body area satisfaction, overweight preoccupation, and self-classified weight.
Pelatihan Kompetensi Coaching untuk Meningkatkan Komunikasi Efektif Pada Orang Tua Ismarli Muis; Lukman Lukman
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i2.82211

Abstract

Komunikasi yang kurang efektif antara orang tua dan anak dapat berdampak negatif pada perkembangan emosi dan perilaku anak. Banyak orang tua belum menerapkan keterampilan komunikasi yang baik, yang berpotensi meningkatkan ketegangan dan konflik dalam hubungan keluarga. Berdasarkan permasalahan ini, diusulkan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan melibatkan 30 orang tua di Kota Makassar. Fokus pada pengajaran empat kompetensi coaching utama: cultivates trust and safety, maintains presence, active listening, dan evokes awareness. Kegiatan pelatihan terdiri dari ceramah, diskusi, role play, dan refleksi diri, yang dilaksanakan di Hotel Remcy Panakkukang Makassar, Sulawesi Selatan. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan komunikasi efektif orang tua. Berdasarkan hasil uji-t, skor rata-rata pre-test adalah 26,33 dan meningkat menjadi 46,54 pada post-test, dengan rata-rata peningkatan sebesar 20,21 poin. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah pelatihan. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan kompetensi coaching berhasil meningkatkan keterampilan komunikasi efektif orang tua secara signifikan. Rekomendasi yang diberikan adalah perlunya waktu tambahan untuk praktik keterampilan coaching agar dapat lebih diterapkan secara optimal dalam kehidupan sehari-hari.
Meningkatkan Kreativitas: Pengembangan Kognitif Anak Berdasar Teori Piaget Rohmah Rifani; Ismarli Muis
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2026): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i3.86735

Abstract

Abstrak: Guru maupun orang tua masih banyak yang belum memahami bagaimana mengembangkan kemampuan kreativitas anak melalui permainan. Fokus aktivitas pembelajaran pada anak usia dini  sebagian besar fokus pada kemampuan anak dalam membaca dan berhitung. Teori-teori belajar dan model pembelajaran sudah dipahami oleh para guru, namun mengaplikasikan teori dalam pembelajaran yang menyenangkan untuk anak masih belum banyak dikembangkan. Meskipun para guru maupun orang tua sudah menggunakan alat permainan eduaktif namun focus utama pada aktivitas membaca dan berhitung. Kegiatan ini berfokus pada teori Piaget untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak, khususnya meningkatkan kreativitas. Berdasarkan konsep konservasi, asilimilasi dan akomodasi, serasi, dan klasifikasi. Setelah melakukan kegiatan ini anak merasa senang bermain, menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan antusias. Guru yang telah menempuh S1 merasa pernah mempelajari teori Piaget namun tidak menyadari bahwa teori Piaget dapat diterapkan dengan carayang sederhana dan mudah serta aplikatif dan biaya murah. Pendidik  akhirnya menyadari bahwa mengembangkan kemampuan anak tidak harus berfokus pada mengajari anak membaca dan berhitung. Mengembangkan kreativitas anak melalui bermain dan belajar lebih menyenangkan, dengan menerapkan konsep teori Piaget menjadi lebih terarah dalam melakukan stimulasi perkembangan kognitif anak.Kata Kunci: Kreativitas, Teori Kognitif Piaget, Anak Usia Dini
Kompetensi Coaching pada Guru Untuk Meningkatkan Autonomi Siswa Ismarli Muis; Lukman Lukman
DEDIKASI Vol 27, No 2 (2025): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v27i2.78254

Abstract

Abstrak. Program pelatihan kompetensi coaching bagi guru bertujuan untuk mendorong kemandirian siswa melalui peningkatan keterampilan coaching pada guru. Pelatihan ini diikuti oleh beberapa sekolah di Sulawesi Selatan dengan melibatkan 50 guru. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini mencakup ceramah, role play, dan simulasi. Evaluasi hasil pelatihan dilakukan melalui pre-test dan post-test yang terdiri dari skala pengukuran diri dan formulir pengukuran kognitif untuk menunjukkan perubahan pemahaman dan keterampilan coaching pada guru. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kompetensi coaching guru yang dapat digunakan dalam mendukung kemandirian siswa. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini terbukti efektif dalam memfasilitasi guru untuk mendorong kemandirian siswa melalui keterampilan coaching, dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut.Kata Kunci: Coaching, kompetensi guru, kemandirian siswa, komunikasi efektif.
Influence of Family Support on Work-Life Balance: Female Entrepreneurs vs. Female Leaders Sri Ratna Sari Bulan; Ismarli Muis
Humanitas: Indonesian Psychological Journal Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : HUMANITAS published by Universitas Ahmad Dahlan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/humanitas.v23i1.1702

Abstract

The increasing participation of women in leadership roles across sectors has intensified challenges related to balancing professional and personal responsibilities. This study investigates differences in the effects of family support on work–life balance between women entrepreneurs and women leaders in institutional settings. Data were collected from 476 respondents representing both groups and analyzed comparatively. The findings demonstrate a contextual divergence in the effectiveness of support types. Emotional support exerted a stronger influence on the work–life balance of women leaders in organizational contexts, whereas instrumental support was more critical for women entrepreneurs. Although women entrepreneurs reported higher levels of emotional support, instrumental support proved more effective in facilitating balance between work and personal life. Conversely, women leaders experienced greater access to instrumental support, yet emotional support played a more decisive role in managing work–life demands. These results highlight the heterogeneous nature of support needs across professional contexts and emphasize the importance of a contextualized approach to understanding women’s work–life balance. This study contributes to the literature on gender, leadership, and work–life balance by clarifying context-specific support mechanisms.