Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Personal Hygiene Wajah Terhadap Keparahan Acne Vulgaris Pada Remaja SMA Negeri 3 Jakarta Vanya Firsty Sundoro; Titiek Djannatun; Eri Dian Maharsi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 9 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i9.614

Abstract

Acne vulgaris adalah penyakit peradangan kulit yang meskipun tidak membahayakan jiwa, dapat memengaruhi estetika dan rasa percaya diri, bahkan menyebabkan kecemasan dan depresi, terutama pada remaja. Prevalensi tertinggi acne vulgaris terjadi pada usia 16 hingga 18 tahun, baik pada remaja laki-laki maupun perempuan. Salah satu faktor yang memengaruhi acne vulgaris adalah kebersihan wajah atau Personal Hygiene. Kebersihan wajah yang buruk menyebabkan kulit kotor dan berminyak, sehingga bakteri Propionibacterium acnes mudah berkembang biak dan menyebabkan acne vulgaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene wajah dan keparahan acne vulgaris pada remaja SMA Negeri 3 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan potong lintang pada 91 siswa yang dipilih secara consecutive sampling. Data personal hygiene dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan keparahan acne vulgaris diukur menggunakan Global Acne Grading System (GAGS). Hasil penelitian menunjukkan hubungan bermakna antara personal hygiene wajah dan keparahan acne vulgaris, dengan p-value 0,000 dan korelasi negatif tinggi (r = -0,610). Sebum berlebih yang bercampur dengan kotoran dapat menutup pori-pori, menyebabkan inflamasi dan acne vulgaris. Remaja laki-laki cenderung memiliki keparahan acne vulgaris lebih tinggi dibandingkan perempuan, karena perempuan lebih menjaga kebersihan wajahnya.  
Interaction of Oral Microbiota and Type 1 Diabetes Mellitus in Children: A Narrative Review Eri Dian Maharsi; Pratiwi Pudjilestari Sudarmono; Diniwati Mukhtar; Fadilah Fadilah
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 5 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i5.51180

Abstract

Type 1 diabetes mellitus (DM T1) is a chronic autoimmune disease that is common in children and adolescents, characterized by damage to cells β pancreas that leads to absolute insulin deficiency. This condition contributes to metabolic disorders, immune dysfunction, and an imbalance of the body's microbiota, including the oral microbiota. The oral cavity as one of the important microbiota ecosystems, plays a central role in maintaining local and systemic health. In children with T1 DM, oral dysbiosis is often found and is associated with an increased risk of periodontal disease and caries. This literature review aims to understand the interaction between oral microbiota and T1 DM in children, by highlighting changes in microbiota composition, their impact on oral and systemic health, and the potential for microbiota-based therapeutic interventions. Discussion. Commensal microbes in the oral cavity play a role in maintaining the homeostasis of the oral environment. However, in the DM T1 condition, there is an increase in pathogenic bacteria such as Porphyromonas gingivalis, Prevotella intermedia (P. Intermedia) and Fusobacterium nucleatum that trigger periodontal inflammation and the release of pro-inflammatory cytokines (IL-1β, TNF-α, IL-6). This can worsen the regulation of glucose metabolism and increase susceptibility to infection. An overview of clinical manifestations due to dysbiosis that occur in the form of gingivitis, periodontitis, xerostomia, oral candidiasis, and delayed wound healing. Conclusions, The reciprocal interactions between the oral microbiota and T1 DM reflect the complex relationship between dysbiosis, inflammation, and immune dysregulation.
Hubungan Personal Hygiene Wajah Terhadap Keparahan Acne Vulgaris Pada Remaja SMA Negeri 3 Jakarta Vanya Firsty Sundoro; Titiek Djannatun; Eri Dian Maharsi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 9 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i9.614

Abstract

Acne vulgaris adalah penyakit peradangan kulit yang meskipun tidak membahayakan jiwa, dapat memengaruhi estetika dan rasa percaya diri, bahkan menyebabkan kecemasan dan depresi, terutama pada remaja. Prevalensi tertinggi acne vulgaris terjadi pada usia 16 hingga 18 tahun, baik pada remaja laki-laki maupun perempuan. Salah satu faktor yang memengaruhi acne vulgaris adalah kebersihan wajah atau Personal Hygiene. Kebersihan wajah yang buruk menyebabkan kulit kotor dan berminyak, sehingga bakteri Propionibacterium acnes mudah berkembang biak dan menyebabkan acne vulgaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene wajah dan keparahan acne vulgaris pada remaja SMA Negeri 3 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan potong lintang pada 91 siswa yang dipilih secara consecutive sampling. Data personal hygiene dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan keparahan acne vulgaris diukur menggunakan Global Acne Grading System (GAGS). Hasil penelitian menunjukkan hubungan bermakna antara personal hygiene wajah dan keparahan acne vulgaris, dengan p-value 0,000 dan korelasi negatif tinggi (r = -0,610). Sebum berlebih yang bercampur dengan kotoran dapat menutup pori-pori, menyebabkan inflamasi dan acne vulgaris. Remaja laki-laki cenderung memiliki keparahan acne vulgaris lebih tinggi dibandingkan perempuan, karena perempuan lebih menjaga kebersihan wajahnya.  
Dampak Aplikasi Edukatif Terhadap Pengetahuan Dan Stigma Hiv-Aids Pada Siswa Sma Di Dki Jakarta Intan Farida Yasmin; Eri Dian Maharsi; Maya Trisiswati
Majalah Sainstekes Vol. 13 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v13i1.5673

Abstract

Provinsi DKI Jakarta memiliki jumlah kasus HIV-AIDS terbesar di Indonesia. Rendahnya tingkat pengetahuan tentang HIV-AIDS dan tingginya stigma diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHA) masih menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Intervensi edukasi menggunakan aplikasi belum pernah dilakukan di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan aplikasi edukasi HIV-AIDS terhadap pemahaman tentang HIV-AIDS dan stigma diskriminasi terhadap ODHA. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental one-group pretest-posttest design dengan jumlah peserta 217 orang di kelas X dari lima SMA di DKI Jakarta. Intervensi berupa penggunaan aplikasi edukasi HIV-AIDS selama 30 menit kepada siswa. Pengetahuan dan sikap terkait HIV-AIDS (stigma diskriminatif) dinilai menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi edukasi HIV-AIDS. Uji McNemar dan uji Wilcoxon digunakan untuk analisis perubahan pengetahuan dan sikap. Analisis data menunjukkan pemanfaatan aplikasi edukasi menyebabkan peningkatan pengetahuan  mengenai penularan, pencegahan, dan persepsi tentang HIV-AIDS (p < 0.01; OR 1.96; 0.6-6.1 95% CI), dan penurunan skor stigma (3 vs. 1, p < 0,01). Dari sini dapat disimpulkan bahwa aplikasi edukasi HIV-AIDS terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan HIV-AIDS dan mengurangi stigmatisasi.