Ahmad Junaidi
Universitas Insan Budi Utomo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI BUDIDAYA TANAMAN TEKNOLOGI IRIGASI KAPILARITAS KELOMPOK PKK DESA BABADAN KEC. NGAJUM KAB. MALANG Yosep Arinto Doni; Farizha Irmawati; Nur Khozanah Ilmah; Sudarsono; Ahmad Junaidi; Dedy Irawan
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian Masyarakat Berbasis Potensi mengenai Implememtasi Teknologi Irigasi Kapilaritas Kelompok PKK di Desa Babadan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang Jawa Timur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada kelompok PKK Desa Babadan untuk mengoptimalkan fungsi pekarangan dengan membudidayakan sawi hijau dengan teknologi irigasi kapilaritas yang dapat memembantu peningkatan sumber pangan yang bergizi dilingkungan desa Babadan Kec, Ngajum Kab, Malang.
Optimalisasi Partisipasi Siswa melalui Pembelajaran Berdiferensiasi pada Pembelajaran Sepak Bola di SMP 92 Bean Muhammad Fadzli Fauzan; Ary Artanty; Laila Nur Rohmah; Ahmad Junaidi; Nurul Ismi Lestari
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v11i1.7725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam meningkatkan partisipasi siswa pada pembelajaran sepak bola di SMP Negeri 92 Bean. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai proses pelaksanaan pembelajaran serta keterlibatan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran sepak bola dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan asesmen awal untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa, kemudian guru menyesuaikan aktivitas pembelajaran melalui pengelompokan siswa, variasi bentuk latihan, serta modifikasi permainan sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik. Melalui pembelajaran berdiferensiasi siswa yang sebelumnya kurang aktif menjadi lebih berani terlibat dalam kegiatan latihan maupun permainan. Pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan partisipasi siswa pada pembelajaran sepak bola. Dengan menyesuaikan aktivitas pembelajaran sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa, guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, inklusif, dan berpusat pada siswa.
Permainan Tradisional dalam Mengembangkan Aktivitas Fisik, Kecerdasan Sosial, dan Emosional: Analisis pada Komunitas Permainan Tradisional Dwi Budiono; Dian Fitri Anggraini; Ahmad Junaidi
Jurnal Porkes Vol 8 No 3 (2025): Special Issue
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v8i3.32340

Abstract

Digital developments have reduced physical activity and social interaction among adolescents, resulting in sedentary lifestyles and challenges in regulating emotions. This study aims to analyze the influence of traditional games on the physical activity, social intelligence, and emotional intelligence of adolescents in cultural communities in Malang City. The method used a mixed-methods design with a one-group pretest-posttest approach on 30 members of the KUAT Community. The structured traditional games intervention was carried out over 8 weeks. Quantitative data were analyzed using the Wilcoxon test, Spearman's correlation, and linear regression; qualitative data were analyzed thematically. The results showed a significant increase in all three variables (p=0.000). Physical activity increased from 45.90 to 87.93; social intelligence from 56.73 to 87.07; and emotional intelligence from 57.73 to 87.90. A strong correlation was found between variables (ρ=0.65–0.78). Physical activity predicted a 54.8% increase in social intelligence and a 42.0% increase in emotional intelligence. Qualitative data revealed learning mechanisms through direct interaction and group dynamics. Conclusion Traditional games in cultural communities are effective as holistic interventions that simultaneously improve the physical, social, and emotional aspects of adolescents.