Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrating Mrs. Ruswo's Leadership Values into History Learning through a Contextual Approach Nurul Ismi Lestari; Dyah Kumalasari; Arfaton Arfaton; Mhd Asrian Syah; Muhamad Abdu
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.6493

Abstract

This study explores the leadership values of Mrs. Ruswo, a key figure in the March 1, 1949, General Offensive during Indonesia’s struggle for independence. It aims to examine how her leadership can be integrated into contextual history learning to support character education, particularly in developing students’ leadership qualities. Employing a qualitative descriptive-analytical approach, data were gathered through literature review, semi-structured interviews with historians and educators, and field observations at relevant historical sites. The study focused on extracting leadership traits exemplified by Mrs. Ruswo and their pedagogical applications in secondary education. Findings reveal that Mrs. Ruswo demonstrated exceptional leadership through community mobilization, logistical support, and women's empowerment during the independence struggle. Her core leadership values include courage, social care, perseverance, vision, and empowerment. These values are aligned with the goals of character education and can serve as practical models in history teaching. Integrating Mrs. Ruswo’s leadership into history education through a contextual approach—such as reflective discussions, leadership projects, and field-based learning—enables students to relate historical content to real-life leadership challenges. This method fosters deeper engagement, critical thinking, and personal development. Educational implications highlight that incorporating local female figures like Mrs. Ruswo in curriculum design not only enriches historical understanding but also promotes inclusive and value-based education.
INTEGRASI KETERAMPILAN BERPIKIR SEJARAH DALAM KURIKULUM MERDEKA: ANALISIS KONSEPTUAL DAN IMPLEMENTASI DI SEKOLAH DASAR Mhd Asrian Syah; Dyah Kumalasari; Nur Amelia Devi; Nurul Ismi Lestari
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.js.2026.v16.i1.p31-41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi keterampilan berpikir sejarah dalam Kurikulum Merdeka serta implementasinya pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap dokumen Capaian Pembelajaran (CP) IPAS Fase B dan C serta wawancara mendalam dengan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur berpikir sejarah telah tercermin secara konseptual dalam CP melalui elemen kemampuan memahami perubahan dan keberlanjutan, kronologi peristiwa, serta nilai-nilai sosial dari pengalaman masa lalu. Namun, implementasinya di tingkat kelas masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara sistematis dalam seluruh komponen pembelajaran. Modul ajar, buku teks, dan LKPD cenderung menekankan hafalan fakta dibandingkan penalaran historis, sementara strategi berbasis proyek lokal dan wawancara keluarga menunjukkan potensi besar dalam menumbuhkan kesadaran temporal dan empati historis. Hambatan utama terletak pada keterbatasan pemahaman guru, kesiapan pedagogis, dan minimnya media pembelajaran kontekstual. Meskipun demikian, Kurikulum Merdeka menyediakan peluang strategis melalui fleksibilitas kurikulum, ruang Projek Profil Pelajar Pancasila, serta kekayaan sejarah lokal untuk menguatkan keterampilan berpikir sejarah sejak dini.
Optimalisasi Partisipasi Siswa melalui Pembelajaran Berdiferensiasi pada Pembelajaran Sepak Bola di SMP 92 Bean Muhammad Fadzli Fauzan; Ary Artanty; Laila Nur Rohmah; Ahmad Junaidi; Nurul Ismi Lestari
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v11i1.7725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam meningkatkan partisipasi siswa pada pembelajaran sepak bola di SMP Negeri 92 Bean. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai proses pelaksanaan pembelajaran serta keterlibatan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran sepak bola dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan asesmen awal untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa, kemudian guru menyesuaikan aktivitas pembelajaran melalui pengelompokan siswa, variasi bentuk latihan, serta modifikasi permainan sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik. Melalui pembelajaran berdiferensiasi siswa yang sebelumnya kurang aktif menjadi lebih berani terlibat dalam kegiatan latihan maupun permainan. Pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan partisipasi siswa pada pembelajaran sepak bola. Dengan menyesuaikan aktivitas pembelajaran sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa, guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, inklusif, dan berpusat pada siswa.
Upaya Indo-Europheesch Verbond dalam Memperjuangkan Kemandirian dan Status Sosial di Indonesia Aulia Mutiara Putri; Rhoma Aria Dwi Yuliantri; Kuswono Kuswono; Kian Amboro; Nurul Ismi Lestari
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i3.30473

Abstract

This study aims to examine the struggle of the Indo Europeesch Verbond (IEV) in fighting for the existence, independence, and social recognition of Indo-Europeans in the Dutch East Indies. Indo-Europeans, as a group of European and indigenous descendants, were in an ambiguous social position—rejected by the Dutch and not fully accepted by the indigenous community. In the context of strong colonial discrimination, IEV emerged as an organization that voiced the interests of Indos through political and socio-economic channels. This study uses a qualitative method with a historical approach, through literature study, archival analysis, and interviews with descendants of IEV colonists in Giesting, Lampung. The results show that IEV played an important role in the Volksraad as an effort to fight for political rights and civil equality. In addition, the IEV colonization program in Giesting from 1926–1942 was a concrete step in establishing an independent and economically productive Indo community. However, the Japanese occupation in 1942 abruptly halted this project. This research concludes that IEV serves not only as an advocacy organization but also as a symbol of resistance against the marginalization of identity. This historical legacy demonstrates the importance of recognizing minority groups in the formation of an inclusive and multicultural nation.