Nayla Rizqika Ramadhani
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI GENERASI Z SEBAGAI AGENT OF CHANGE DALAM MEMBANGKITKAN SEMANGAT BELA NEGARA MENUJU REVOLUSI INDUSTRI 4.0 An Nazwa Artha Rea Ahmad; Nayla Rizqika Ramadhani; Yusuf Gandhy Natabrata; Nanang Anggara; Subakdi Subakdi; Kayus Kayowuan Lewoleba; Abdul Halim
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2024): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi Industri 4.0 yang didorong oleh teknologi digital dan internet memberikan peluang besar bagi generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Sebagai “agent of change”, generasi ini memiliki akses dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi untuk berbagai tujuan, termasuk memperkuat etos pertahanan negara. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan agar siswa MA Darul Maarif Jakarta Selatan memahami pentingnya peran mereka dalam membantu negara menuju Revolusi Industri 4.0 dan mendorong semangat bela negara. Metodenya adalah penyajian materi dan diskusi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman siswa terhadap revolusi industri, bela negara, dan perannya, mengalami peningkatan dari 42,5% sebelum penyuluhan menjadi 88,75% setelah penyuluhan. Hasil-hasil ini menyoroti pentingnya pendidikan tentang Revolusi Industri dan bela negara. Disarankan agar materi ini berhasil diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk memperkuat pemahaman Gen Z terhadap era digital.
Menguak Realitas, Tantangan, serta Upaya Penanggulangan Kasus Pelanggaran HAM Eksploitasi Anak terhadap Anak Jalanan dalam Perspektif Hukum dan HAM Salwa Alivia Zahra Harahap; Adisti Satira Febrian; Nayla Rizqika Ramadhani; Jesica Desideria Kusnadi; Fachnani Alia Zahrah; Fakhrani Rafa Fascinar; Muhammad Rizky Pratama; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 4 (2025): Januari - Februari
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/0z5axa32

Abstract

Eksploitasi terhadap anak jalanan di Indonesia merupakan persoalan kompleks yang menyentuh berbagai dimensi, mulai dari lemahnya implementasi hukum perlindungan anak hingga menyentuh ranah pelanggaran hak asasi manusia. Anak jalanan kerap terjebak dalam siklus eksploitasi ekonomi dan fisik yang merenggut hak mereka atas pendidikan, perlindungan, dan tumbuh kembang yang layak, meski berbagai instrumen hukum, mulai dari UUD 1945, UU No. 39 Tahun 1999, dan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak hingga ratifikasi Konvensi Hak Anak PBB telah diadopsi. Artikel ini bertujuan menyingkap realitas eksploitasi yang dialami anak jalanan, menggali akar penyebab seperti kemiskinan, rendahnya kesadaran hukum orang tua, serta normalisasi budaya eksploitasi, dan menelaah pelanggaran HAM yang terjadi pada mereka melalui kerangka hukum nasional dan internasional. Metode studi literatur digunakan dengan menelaah peraturan perundang-undangan nasional dan instrumen hukum internasional, serta literatur ilmiah seperti buku dan jurnal ilmiah terkait eksploitasi anak dan HAM. Dari hasil pengamatan, ditemukan bahwa sinergi antar lembaga yang lemah, minimnya program rehabilitasi dan reintegrasi sosial, serta pendekatan penegakan hukum yang bersifat jangka pendek menjadi kendala serius. Temuan ini menegaskan bahwa meski regulasi sudah komprehensif, implementasinya masih jauh dari optimal. Perlu adanya penguatan mekanisme pelaksanaan hukum, integrasi kebijakan lintas sektor, perluasan akses pendidikan dan layanan rehabilitasi, serta kampanye edukasi publik yang sistematis guna memutus siklus eksploitasi dan menjamin hak anak jalanan sebagai generasi penerus bangsa.