Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS UNSUR NILAI BUDAYA DALAM PANYANDRAN PROSESI TEMU PENGANTIAN ADAT JAWA OLEH KI SAMULYO HADI PRAYITNO DI KECAMATAN KEPENUHAN KABUPATEN ROKAN HULU RIAU Kusnanto Dwi Tunggal; Misra Nofrita
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.574

Abstract

Bahasa yang digunakan dalam upacara panggih pengantin adalah salah satu bentuk bahasa yang indah. Panyandra, atau yang disebut dalam bahasa Indonesia sebagai pencandraan, merupakan ciri khas dari bahasa yang indah. Panyandra digunakan oleh dalang Temu pengantin adat Jawa yang sangat sulit tingkatannya dalam melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai budaya yang terkandung dalam teks Panyandra yang di bawakan oleh Ki Samulya Hadi Samulyo kemasyarakat Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan objektif yaitu penelitian yang menerangkan sebuah data Temuan dalam bentuk kalimat dengan jelas sehingga dapat di pahami oleh pembaca. Menurut teori Irianti dan Nirmawan nilai budaya dibagi menjadi 6 unsur yaitu, a) unsur agama, b) unsur spiritual c) unsur sosial, d) unsur kasih sayang, e) unsur kebaikan, f) unsur tanggung jawab, maka setelah dilakukan penelitian diperolehlah hasil a) unsur agama 6 data, b) unsur spiritual 12 data c) unsur sosial 4 data, d) unsur kasih sayang 12 data, e) unsur kebaikan 7 data, f) unsur tanggung jawab 11 data. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Panyandra yang di bawakan oleh Ki Samulya Hadi Prayitno mempunyai nilai budaya yang luhur. Bukan sebatas rangkaian kata indah namun terdapat nilai yang begitu luhur yang tersirat dalam setiap kalimatnya.
Analisis Tindak Tutur Direktif Ilokusi Dalam Novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati Karya Sabrina Febrianti Safaah Mukaromah; Misra Nofrita
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i2.1647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati karya Sabrina Febrianti. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik, dengan objek penelitian berupa tuturan dalam dialog antartokoh yang mengandung tindak tutur direktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, dan catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan mendeskripsikan data berdasarkan teori George Yule. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 51 data tindak tutur direktif yang terdiri atas tindak tutur direktif perintah sebanyak 21 data, pemesanan sebanyak 3 data, permohonan sebanyak 7 data, dan pemberian saran sebanyak 20 data. Tindak tutur direktif perintah merupakan bentuk yang paling dominan digunakan dalam novel tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi antartokoh dalam novel banyak menggunakan tuturan yang bertujuan untuk mempengaruhi atau mengarahkan tindakan mitra tutur. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur direktif dalam novel tersebut memiliki variasi bentuk yang beragam dan berperan penting dalam membangun alur cerita serta hubungan antartokoh. This study aims to describe the forms of directive speech acts found in the novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati by Sabrina Febrianti. This research employs a qualitative descriptive method with a pragmatic approach, with the research object being utterances in dialogues between characters that contain directive speech acts. Data collection techniques were carried out through reading, observing, and note-taking, while data analysis techniques were conducted by identifying, classifying, and describing the data based on George Yule’s theory. The results of the study show that there are 51 data of directive speech acts consisting of 21 data of directive commands, 3 data of ordering, 7 data of requests, and 20 data of suggestions. Directive speech acts in the form of commands are the most dominant type used in the novel. This indicates that interactions between characters in the novel frequently use utterances aimed at influencing or directing the actions of the interlocutors. Therefore, it can be concluded that directive speech acts in the novel have various forms and play an important role in building the storyline and relationships between characters.
Kemampuan Berbahasa pada Pasien Narkoba di Rehabilitasi Islami Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu Asih Ria Ningsih; Nuratika Nuratika; Misra Nofrita; Lita Syahrini; Rosinda Rosinda
Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2025): Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v10i2.3409

Abstract

This study aims to examine the language abilities of drug patients undergoing rehabilitation at the Islamic Rehabilitation Center in Ujung Batu, Rokan Hulu Regency. Rehabilitation is one of the efforts to support the physical and mental recovery of drug users, where one important aspect that needs attention is communication ability. The method used in this study is descriptive qualitative, employing in-depth interviews with the patients. The findings indicate a total of 30 data points categorized into three aspects of language production in drug patients: 22 instances of conceptualization, 5 instances of formulation, and 3 instances of articulation. It can be concluded that drug addicts experience communication failures in language production due to disturbances in the brain’s nervous system.