Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Investasi, Gini Rasio dan Pengangguran Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Pulau Sumatera Tahun 2019-2023 Abdul Jalil Hutagalung
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6395

Abstract

Kesejahteraan masyarakat sangat bergantung pada terbuka lapangan kerja yang didorong oleh investasi, rasio gini (kesenjangan pendapatan) yang semakin kecil dapat meningkatkan pemerataan pendapatan, begitu pula pengangguran yang rendah diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Investasi, Gini Rasio, dan Pengangguran terhadap Kesejahteraan Penduduk di Pulau Sumatera. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama 5 tahun dari 10 provinsi di Pulau Sumatera yaitu tahun 2019 sampai dengan tahun 2023. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan menggunakan metode fixed effect model (FEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) variabel investasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, (2) variabel Gini Rasio mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, (3) variabel Pengangguran tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, dan (4) variabel Investasi, Gini Rasio, dan Pengangguran secara simultan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat.
PARIWISATA BERKELANJUTAN SEBAGAI MOTOR PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL: STUDI KOMPARATIF WILAYAH PESISIR DAN PEGUNUNGAN DI SUMATERA UTARA Abdul Jalil Hutagalung; Wike Ardinawati Saragih; Desi Sulastri Ambarita
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pariwisata berkelanjutan dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi regional di dua ekoregion strategis di Provinsi Sumatera Utara, yaitu wilayah pesisir dan pegunungan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis dan metode komparatif kualitatif, studi ini menganalisis data sekunder dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Badan Pusat Statisktik (BPS) serta literatur ilmiah relevan selama periode 2012–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik wilayah pesisir maupun pegunungan memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, namun menghadapi tantangan yang berbeda secara ekologis dan struktural. Kawasan pesisir unggul dalam ekowisata laut dan ekonomi perikanan, tetapi rentan terhadap degradasi lingkungan akibat reklamasi dan limbah industri. Sebaliknya, daerah pegunungan memiliki kekuatan pada sektor agroekowisata dan budaya lokal, namun terkendala oleh isolasi spasial, alih fungsi lahan, dan tekanan terhadap hutan lindung. Pendekatan berbasis komunitas (community-based tourism) terbukti efektif dalam mendorong partisipasi masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal di kedua kawasan. Studi ini menekankan pentingnya perumusan kebijakan pariwisata berbasis ekosistem dan sosial-budaya yang adaptif terhadap kondisi lokal, serta didukung oleh kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi digital. Dengan demikian, pembangunan pariwisata berkelanjutan di Sumatera Utara dapat menjadi model strategis untuk integrasi antara konservasi lingkungan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.
PARIWISATA BERKELANJUTAN SEBAGAI MOTOR PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL: STUDI KOMPARATIF WILAYAH PESISIR DAN PEGUNUNGAN DI SUMATERA UTARA Abdul Jalil Hutagalung; Wike Ardinawati Saragih; Desi Sulastri Ambarita
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pariwisata berkelanjutan dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi regional di dua ekoregion strategis di Provinsi Sumatera Utara, yaitu wilayah pesisir dan pegunungan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis dan metode komparatif kualitatif, studi ini menganalisis data sekunder dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Badan Pusat Statisktik (BPS) serta literatur ilmiah relevan selama periode 2012–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik wilayah pesisir maupun pegunungan memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, namun menghadapi tantangan yang berbeda secara ekologis dan struktural. Kawasan pesisir unggul dalam ekowisata laut dan ekonomi perikanan, tetapi rentan terhadap degradasi lingkungan akibat reklamasi dan limbah industri. Sebaliknya, daerah pegunungan memiliki kekuatan pada sektor agroekowisata dan budaya lokal, namun terkendala oleh isolasi spasial, alih fungsi lahan, dan tekanan terhadap hutan lindung. Pendekatan berbasis komunitas (community-based tourism) terbukti efektif dalam mendorong partisipasi masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal di kedua kawasan. Studi ini menekankan pentingnya perumusan kebijakan pariwisata berbasis ekosistem dan sosial-budaya yang adaptif terhadap kondisi lokal, serta didukung oleh kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi digital. Dengan demikian, pembangunan pariwisata berkelanjutan di Sumatera Utara dapat menjadi model strategis untuk integrasi antara konservasi lingkungan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.
SOSIALIASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH PEREKONOMIAN Rulyenzi Rasyid; Jonmaianto Sihombing; Bambang Sugiharto; Radiah, Radiah; Abdul Jalil Hutagalung
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i6.11578

Abstract

Tujuan diadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk sosialiasi manfaat dan strategi pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah perekonomian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat membuat sasaran kegiatan kepada mahasiswa yang mengambil mata kuliah perekonomian. Agar sasaran kegiatan ini tercapai maka dilakukan pendekatan sosialisasi formal dengan alat bantu sumber sekunder sebagai rujukan bahan-bahan sosialisasi formal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dengan adanya sosialiasi pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah perekonomian ini memberikan menfaat meningkatkan keterlibatan mahasiswa, mengembangkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa, dan meningkatkan kreativitas mahasiswa serta strategi untuk mewujudkan pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah perekonomian ini dengan penetapan tema proyek, perencanaan proyek, pelaksanaan proyek, dan evaluasi hasil proyek.
DAMPAK KELANGKAAN BAHAN BAKAR MINYAK TERHADAP STABILITAS EKONOMI DAN MOBILITAS MASYARAKAT DI INDONESIA: KAJIAN PUSTAKA KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL Loso Judijanto; Abdul Jalil Hutagalung; Era Purike
Berajah Journal Vol. 6 No. 3 (2026): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v6i3.543

Abstract

The fuel shortage in Indonesia has far-reaching implications for economic stability and public mobility, whilst also highlighting the limitations of national energy policy in addressing excessive reliance on fossil fuels. This literature review examines how supply pressures, price rises and fuel subsidies trigger inflation, place a strain on the state budget, disrupt the real sector and undermine the investment climate, thereby reducing macroeconomic resilience. On the other hand, fuel shortages also hinder public mobility, particularly in terms of access to education, healthcare, employment and social activities, whilst widening socio-economic disparities. This article concludes that the sustainability of economic stability and social mobility requires the strengthening of national energy policies that are more oriented towards energy diversification, efficiency and the enhancement of more energy-efficient public transport modes.