Dominggus Ruku Yudit Pramono
STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Kesehatan Penatalaksanaan Nyeri Punggung Bawah pada Ibu-Ibu Kader Kesehatan Gisikcemandi Sidoarjo Yuni Kurniawaty; Ftr. Ignatius Heri Dwianto; Sri Winarni; Irine Yunila Prastyawati; Dominggus Ruku Yudit Pramono
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.1.31-38

Abstract

Kader Kesehatan Desa Gisikcemandi Sidoarjo terdiri dari ibu-ibu baik yang bekerja maupun ibu rumah tangga. Aktivitas keseharian mitra mayoritas berkaitan dengan pekerjaan di daerah pesisir misalnya mencabut duri, mengupas kerang, berjualan, menjemur ikan, membersihkan ikan. Di mana pekerjaan mitra merupakan aktivitas yang sering mempergunakan pergerakan pada tulang belakang. Beberapa mitra mengeluhkan adanya nyeri punggung bawah karena berbagai alasan capek, salah posisi saat tidur, salah posisi saat mengangkat barang yang lainnya tidak mengetahui penyebab terjadinya nyeri punggung bawah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan Keterampilan mitra dalam mencegah dan mengatasi nyeri punggung bawah dengan menggunakan William’s Flexion Exercises dan penggunaan alat kesehatan infra merah. Metode yang dilakukan metode partisipatoris Participatory Rural Apraissal (PRA). Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan perijinan kepada Kepala Desa Gisikcemandi, koordinasi dengan mitra, pembagian tugas diantara tim pelaksana. Partisipasi mitra dilakukan dengan mempersiapkan tempat dan alat pengeras suara. Proses diskusi berlangsung dengan lancar, mitra sangat memperhatikan penjelasan yang diberikan, beberapa pertanyaan diajukan kepada tim pelaksana. Hasil terjadi perubahan perilaku peningkatan kemampuan mitra dalam melakukan keterampilan William’s Flexion Exercise dengan 65%. Terdapat kenaikan 12,25% kemampuan mitra dalam menggunakan alat kesehatan infra merah untuk pencegahan dan penatalaksanaan nyeri punggung bawah. Perubahan perilaku dapat terjadi bila dilakukan kerjasama yang berkelanjutan antara tim pengabdian masyarakat dengan mitra.
PENGARUH PELATIHAN TERHADAP KEMAMPUAN KADER DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI STROKE PRA – RUMAH SAKIT Irine Yunila Prastyawati; Dominggus Ruku Yudit Pramono; Ignata Yuliati
Jurnal Keperawatan Malang Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v9i2.294

Abstract

Background: Pre-hospital stroke management has been suboptimal, leading to delays from symptom onset to treatment administration in stroke patients. Improving pre-hospital care can be achieved by training community health workers (cadres).Purpose: To determine the impact of training on the skills of cadres in performing early stroke detection before hospitalization. Methods: This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of cadres from Gisikcemandi Village who met the inclusion criteria: 1) willing to participate as respondents, and 2) actively serving as cadres. The sampling technique used was purposive sampling, resulting in 30 respondents. The intervention was training on early stroke detection before hospitalization, with the cadres' skills in early stroke detection measured. Data were analyzed using SPSS with the Wilcoxon testResult: The average age of respondents was 43.37 years (SD±6.8). Before the training, the majority, 83% (25) of respondents, had basic practical skills, and 17% (5) had guided practical skills. After the training on early stroke detection, the respondents' skills improved to 63,34% (19) with adoption-level skills, 33,33% (10) with basic practical skills, and 3,3% (1) with guided practical skills. The results showed a Z-score of -4.796 with a p-value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference before and after the early stroke detection training for the cadres.Implication: The training had a significant impact on the skills of cadres in performing early stroke detection before hospitalization. Continuous training and evaluation of the effectiveness of early stroke detection training are necessary for long-term success