Keterbatasan ketersediaan bahan bakar fosil mendorong upaya pengembangan energi alternatif melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang bermanfaat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh variasi rasio arang tempurung kelapa dan ampas kelapa terhadap karakteristik mutu biobriket dengan penambahan oli bekas. Variasi rasio arang tempurung kelapa dan ampas kelapa yang digunakan adalah 95:5, 90:10, 85:15, dan 80:20, dengan penambahan oli bekas sebesar 50% dari berat campuran bahan baku. Biobriket dicetak dan dikeringkan menggunakan oven pada suhu 60°C selama 3 jam. Pengujian karakteristik biobriket meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, dan kadar karbon terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio 95:5 menghasilkan karakteristik terbaik di antara variasi yang diuji, dengan kadar air sebesar 6,9%, kadar abu 0,5%, kadar zat terbang 6,5%, dan kadar karbon terikat 86,10%. Berdasarkan perbandingan dengan SNI 01-6235-2000, hasil tersebut memenuhi persyaratan mutu yang relevan untuk keempat parameter tersebut. Namun, pada variasi rasio 80:20, kadar abu mencapai 8,5%, sehingga melebihi batas maksimum 8% yang ditetapkan dalam standar. Hasil ini menunjukkan bahwa komposisi bahan baku memengaruhi karakteristik mutu biobriket, dengan rasio arang tempurung kelapa dan ampas kelapa 95:5 memberikan hasil paling baik berdasarkan parameter yang diuji. Penelitian ini menunjukkan potensi pemanfaatan limbah kelapa dalam pembuatan bahan bakar alternatif, tetapi pengujian nilai kalor, emisi pembakaran, dan keamanan penggunaan oli bekas masih diperlukan untuk menilai kelayakan produk secara menyeluruh.