Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN BIOETANOL DARI MAHKOTA BUAH NANAS VARIETAS CAYANE DENGAN MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE Metta Wijayanti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i1.58

Abstract

The scarcity of petroleum resources or other fuel sources encourages efforts to find alternative energy, namely Bioethanol.  Alternative raw materials that can be utilised in the manufacture of bioethanol from biomass are pineapple crowns. Making Bioethanol from Pineapple Fruit Crown Cayane Variety by Using Saccharomyces cerevisiae Microbes is by varying the weight of yeast and the optimum fermentation time on the level of bioethanol produced.  In this study using NaOH 1.5%w to degrade the lignin content in the crown of pineapple varieties cayane and H2SO4 2%v to convert cellulose into glucose. The research used variations in yeast weight of 7.5%; 10%; 12.5%w and variations in fermentation time of 2; 3; 4; 5 days in the fermentation process.  While the purification process uses simple distillation with operating conditions 78oC-80oC for 2.5 -4 hours.  Bioethanol obtained was tested for refractive index and gask romatography (GC). The test results obtained the optimum weight of yeast is 12.5 grams at 3 days fermentation time with bioethanol content of 6.154%.
SMART LAB SAFETY : BUDAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) SEJAK DINI DALAM PEMBELAJARAN KIMIA DI SMA Agum Try Wardhana; Dilia Puspa; Iriani Reka Septiana; Apri Mujiyanti; Metta Wijayanti; Melantina Oktriyanti
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3376

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menanamkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sejak dini dalam pembelajaran kimia di SMA Al-Amalul Khair Palembang dan meningkatkan kesadaran guru serta siswa terhadap keselamatan laboratorium. Metode pengabdian yang digunakan meliputi analisis situasi dan survei lapangan, sosialisasi prinsip K3 melalui presentasi interaktif, diskusi dan tanya jawab, simulasi praktik penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), prosedur evakuasi, tanggap darurat, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan partisipasi dan pemahaman guru maupun siswa terhadap potensi bahaya di laboratorium, penggunaan APD, prosedur tanggap darurat, dan penerapan budaya K3 secara keseluruhan. Simulasi praktik terbukti paling efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta. Simpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bahwa penerapan budaya K3 sejak dini dapat membangun kesadaran dan kebiasaan aman di laboratorium, yang diharapkan berlanjut tidak hanya selama pembelajaran kimia, tetapi juga pada aktivitas laboratorium lainnya di sekolah.