Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SMART LAB SAFETY : BUDAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) SEJAK DINI DALAM PEMBELAJARAN KIMIA DI SMA Agum Try Wardhana; Dilia Puspa; Iriani Reka Septiana; Apri Mujiyanti; Metta Wijayanti; Melantina Oktriyanti
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3376

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menanamkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sejak dini dalam pembelajaran kimia di SMA Al-Amalul Khair Palembang dan meningkatkan kesadaran guru serta siswa terhadap keselamatan laboratorium. Metode pengabdian yang digunakan meliputi analisis situasi dan survei lapangan, sosialisasi prinsip K3 melalui presentasi interaktif, diskusi dan tanya jawab, simulasi praktik penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), prosedur evakuasi, tanggap darurat, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan partisipasi dan pemahaman guru maupun siswa terhadap potensi bahaya di laboratorium, penggunaan APD, prosedur tanggap darurat, dan penerapan budaya K3 secara keseluruhan. Simulasi praktik terbukti paling efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta. Simpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bahwa penerapan budaya K3 sejak dini dapat membangun kesadaran dan kebiasaan aman di laboratorium, yang diharapkan berlanjut tidak hanya selama pembelajaran kimia, tetapi juga pada aktivitas laboratorium lainnya di sekolah.
Pemanfaatan Selulosa Ampas Tebu dan Pati Sagu dalam Pembuatan Biodegradable Foam dengan Penambahan Kitosan Al Hadist Oktoriani; Abu Hasan; Dilia Puspa
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i4.2622

Abstract

The use of styrofoam as food packaging can cause environmental problems due to its low biodegradability and the presence of hazardous compounds. This study aims to develop biodegradable foam based on bagasse cellulose (Saccharum officinarum) and sago starch with the addition of chitosan. Bagasse is utilized as a filler because of its high cellulose content of 53%, while sago starch functions as the matrix. Chitosan is added to improve mechanical properties and reduce water absorption. The production of biodegradable foam begins with the isolation of cellulose from bagasse through delignification using NaOH and bleaching using H2O2. The cellulose is then mixed with sago starch, chitosan, PVA, glycerol, and magnesium stearate, followed by molding using the thermopressing method. The resulting product is evaluated based on tensile strength, water absorption, and biodegradability. This study is expected to provide scientific information on the effects of varying chitosan concentrations and starch-to-cellulose ratios on the quality of biodegradable foam and support the development of safer and more biodegradable packaging materials.
EKSTRAKSI SILIKA GEL DARI GEOTHERMAL BRINE PLTP LUMUT BALAI MENGGUNAKAN METODE PRESIPITASI KIMIA (SOL-GEL) PADA WAKTU REAKSI TETAP Satria Ridho Illahi; Martha Aznury; Dilia Puspa; Akbar Ramadhan; Isnandar Yunanto; Siti Chodijah
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 6 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24321

Abstract

Geothermal brine merupakan limbah cair dari pembangkit listrik tenaga panas bumi yang mengandung silika dalam jumlah tinggi. Kandungan silika ini berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku silika gel bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi silika gel dari geothermal brine PLTP Lumut Balai menggunakan metode presipitasi kimia (sol-gel) dengan waktu reaksi tetap 30 menit. Proses diawali dengan penambahan larutan NaOH pada konsentrasi 1,25%, 1,50%, 1,75%, dan 2,00% untuk melarutkan silika menjadi natrium silikat, diikuti dengan penambahan HCl hingga terbentuk gel. Produk dikeringkan dan dikarakterisasi meliputi kadar air, kapasitas adsorpsi air, pH, dan komposisi kimia. Hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi 2,00% dengan kadar air 1,33%, kapasitas adsorpsi air 25,4%, pH netral (6), dan kandungan SiO₂ sebesar 89,57%. Metode sol-gel terbukti efektif dalam mengekstraksi silika gel dari limbah geothermal brine.