Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Surau Sebagai Lembaga Pendidikan Islam Di Minangkabau Pada Zaman Dulu Dan Sekarang Hrp, Shela Putri Nadhilah; Putri, Chintya Amelia; Rambe, Tuti Ameliah; Azhar, Rifqy; Hutasuhut, Raihan Mahmud; Suryani, Ira
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 2 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surau merupakan sebagai tempat ibadah seperti mengaji,shalat,dan sebagainya untuk ummat muslim, Syaikh Burhanuddin sebagai tokoh yang pertama kali mendirikan surau sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Minangkabau yang melakukan beberapa aktivitas keagamaan dan sosial ,seperti shalat lima waktu, belajar ilmu agama, musyawarah, berdakwah, berkesenian dan mempelajari ilmu bela diri. Kemudian surau tersebut berkembang pesat dan menjadi semacam pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan surau di minangkabau dari zaman dahulu hingga zaman sekarang. Metode peneletian yang digunakan adalah metode kepustakaan. Dengan melakukan empat langkah yang utama yaitu: heuristik, mengkritik sumber sumber, adanya interpretasi, dan tahapan tahapan dalam historis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan surau sebagai sistem lembaga pendidikan dari zaman dulu hingga sekarang. Surau pada zaman dahulu sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Minangkabau yang melakukan beberapa aktivitas keagamaan dan sosial. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, surau berubah menjadi 2 lembaga yaitu pesantren dan madrasah. Kesimpulannya, surau telah mengalami transformasi yang signifikan dari masa ke masa. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang perkembangan sistem pendidikan surau di minangkabau dari zaman dulu hingga sekarang dalam bentuk tulisan ilmiah yang siap di sajikan kepada pembaca.
Analisis Teori Social Cognitive Career Theory ( SCCT ) dalam Pemilihan Karir Siswa chantiqa, T. chantiqa Salsabilla Az-Zahra; Dianto, Mori; Helvirianti, Eka; Hutasuhut, Raihan Mahmud
Educandumedia: Jurnal Ilmu pendidikan dan kependidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/educandumedia.v4i2.331

Abstract

kajian menyeluruh terhadap Teori Karir Kognitif Sosial sebagai kerangka teori dalam kaitannya dengan pilihan karir yang dilakukan siswa. Dengan memusatkan perhatian pada bagian-bagian penting dari hipotesis ini, penelitian ini berencana untuk menguji bagaimana unsur-unsur mental, sosial, dan alam berhubungan untuk membentuk proses pengambilan keputusan karir siswa. Melalui pemahaman SCCT yang unggul, diyakini dapat ditemukan metodologi pendekatan yang dapat memperluas kelangsungan arahan kejuruan di sekolah. Penelitian kepustakaan atau tinjauan pustaka digunakan untuk penelitian ini. Survei penulisan adalah penelitian yang secara mendasar mengaudit informasi dan pemikiran yang terkandung dalam sekelompok tulisan ilmiah dan membentuk komitmen hipotetis dan sistemik terhadap subjek tertentu. Dalam situasi ini, cara yang paling umum untuk mengumpulkan informasi dan data adalah melalui berbagai sumber perpustakaan, misalnya buku, buku harian, catatan, artikel, dan berbagai sumber yang berkaitan dengan subjek yang sedang dieksplorasi. Hipotesis Panggilan Mental Sosial adalah sistem hipotesis mental sosial untuk profesi, yang dibuat oleh Lent, Brown dan Hackett pada tahun 1994, hipotesis ini secara signifikan mempengaruhi penelitian tentang keputusan profesi. Proses penentuan pekerjaan yang dipahami oleh hipotesis SCCT, dimulai dari orang-orang yang menyusun minat, sekadar memutuskan, dan mencapai tingkat kemajuan dalam profesinya. SCCT berpusat pada faktor mental seperti kecukupan diri, asumsi hasil, dan tujuan. Keputusan karir bagi siswa dapat dilakukan dengan memanfaatkan perluasan self-viability dengan adanya gagasan hipotesis profesi mental sosial bagi siswa dalam mengambil keputusan. Proses dimana individu mengembangkan minat, membuat keputusan, dan mencapai berbagai tingkat keberhasilan dalam upaya pendidikan dan profesional diuraikan dalam konsep SCCT. Hipotesis Profesi Mental Sosial menggarisbawahi bahwa siklus dinamis terbentuk dari kelangsungan hidup yang sesuai dengan asumsi untuk hasil yang ideal.
Lomba Festival Anak Sholeh sebagai Media Edukasi Religius untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Desa Ujung Bandar Helvirianti, Eka; Harahap, Shela Putri Nadhilah; Ramadani, Novia; Novita, Wirda; Hutasuhut, Raihan Mahmud; Wahyuni, Sri
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2723

Abstract

Kegiatan Festival Anak Sholeh yang dilaksanakan sebagai bagian dari program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa UIN Sumatera Utara di Desa Ujung Bandar bertujuan menjadi media edukasi religius sekaligus sarana peningkatan kepercayaan diri anak. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari rendahnya keberanian anak untuk tampil di depan umum, kurangnya dukungan lingkungan belajar, serta terbatasnya media pembelajaran religius yang mendorong ekspresi diri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengamati proses pelaksanaan lomba, keterlibatan peserta, serta perubahan perilaku anak sebelum dan setelah mengikuti kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa rangkaian lomba seperti adzan, hafalan surah pendek, fashion show islami, dan mewarnai mampu meningkatkan keberanian anak untuk tampil, memperbaiki kualitas interaksi sosial, serta menumbuhkan keyakinan terhadap kemampuan dirinya. Selain menumbuhkan kepercayaan diri, Festival Anak Sholeh juga berperan dalam menanamkan nilai religius, membentuk karakter, serta mengembangkan soft skills seperti kreativitas, komunikasi, dan kerja sama. Faktor pendukung kegiatan meliputi antusiasme anak, dukungan masyarakat dan orang tua, serta peran aktif panitia, sedangkan hambatan mencakup kurangnya waktu persiapan dan kesiapan mental peserta. Secara keseluruhan, Festival Anak Sholeh efektif menjadi media edukasi religius berbasis pengalaman yang berdampak positif terhadap perkembangan karakter dan kepercayaan diri anak di Desa Ujung Bandar.