Anita Kurnia Rachman
Universitas Insan Budi Utomo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

NOVICE EFL WRITERS' INTERFERENCES IN MULTICULTURAL CLASS: FEELINGS OF ANXIOUS TO THE WRITING PERFORMANCE Ike Dian Puspita Sari; Indrawati Pusparini; Anita Kurnia Rachman
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9, Nomor 2, September 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v9n2.p113-119

Abstract

In writing academically, EFL students experience different levels of anxiety for each EFL student. This study aims to measure the general level of writing anxiety experienced by EFL students. In addition, it will specifically measure whether there is an influence on the level of writing anxiety of EFL students with several factors, such as gender, length of study, and region. There are other things to look for, which are related to the type of writing anxiety experienced by EFL students, as well as what factors have a major contribution to this writing anxiety. This study used a quantitative approach by conducting a survey of 58 EFL students divided into 3 academic years, where they took basic writing, intermediate writing and advanced writing courses. The results show that the level of student anxiety is average, with cognitive anxiety (M=18.93) being the highest among somatic anxiety (M=18.30) and avoidance behavior anxiety (M=17.96). Then, the factor that most influenced EFL students' writing anxiety was the problem of linguistic factors (9.3%), which was then followed by writing process under constraint (8.5%). However, EFL students did not feel anxious tothe writing test and writing assessment which percentage of each issue was 7.3%.
Relevansi Tokoh Cerita Rakyat Indonesia dalam Pendidikan Modern Refleksi dari Si Kancil Hingga Sang Raja Hutan Zahrotul Ilmiyah; Yunita Anas Sriwulandari; Anita Kurnia Rachman
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.17757

Abstract

Pendidikan modern saat ini sering kali terjebak dalam dikotomi antara kemajuan teknis dan degradasi nilai karakter berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi tokoh cerita rakyat Indonesia khususnya Si Kancil dan sang Raja Hutan dalam konteks pendidikan karakter dan pengembangan kompetensi abad ke-21. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis konten, penelitian ini membedah narasi tradisional melalui lensa pedagogi kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tokoh Si Kancil, yang sering kali direduksi sebagai simbol kelicikan, dapat direkonstruksi sebagai representasi critical thinking dan creative problem solving yang relevan dengan tuntutan kognitif masa kini. Sementara itu, tokoh Raja Hutan berfungsi sebagai media refleksi mengenai etika kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan manajemen konflik. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi reflektif terhadap tokoh-tokoh ini dalam kurikulum formal tidak hanya memperkuat identitas budaya peserta didik, tetapi juga menyediakan kerangka moral yang konkret dalam menghadapi kompleksitas dunia digital. Simpulan dari penelitian ini menyarankan perlunya revitalisasi narasi lokal dalam materi ajar untuk menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kearifan lokal
Intertekstualitas dalam Novel “Hati Suhita” Karya Khilma Anis Ixsir Eliya; Ulfah Mey Lida; Veni Nurpadillah; Anita Kurnia Rachman; Rahmad Nuthihar
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 13, No 1 (2024): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v13i1.5522

Abstract

This study describes the intertextual relationship between the characters and plot of the novel "Hati Suhita" by Khilma Anis with several characters and plots in the world of wayang (shadow puppetry). The research employs a qualitative descriptive method in relation to text interpretation. Based on the findings, the forms of intertextuality that appear in the novel "Hati Suhita" are in the description of (1) character naming, (2) character traits, (3) character emotions, and (4) suppositions. The intertextuality contained within also serves as evidence that the author uses other works as references in producing her work. The novel "Hati Suhita" is greatly influenced by stories from wayang characters, allowing readers to internalize cultural values and philosophies through the content of the story. Based on this, the novel "Hati Suhita" is not only an interesting novel in terms of its narrative but also serves as a reflection of culture, social criticism, and a literary work rich in moral and spiritual values. AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan hubungan intertekstualitas pada karakter dan alur cerita novel “Hati Suhita” karya Khilma Anis dengan beberapa karakter dan alur cerita dalam dunia pewayangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif  dalam menganalisis hubungannya dengan interpretasi teks. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk intertekstualitas yang muncul dalam novel ”Hati Suhita” adalah dalam deskripsi (1) bentuk penamaan tokoh, (2) karakter tokoh, (3) perasaan tokoh, dan (4) pengandaian. Intertekstualitas yang terkandung juga menjadi bukti bahwa pengarang dalam memproduksi karya menjadikan karya lain sebagai referensinya. Novel “Hati Suhita” banyak dipengaruhi oleh kisah-kisah dalam tokoh pewayangan sehingga pembaca juga dapat menginternalisasi nilai-nilai budaya dan filosofi yang terkandung melalui isi cerita. Berdasarkan hal tersebut, novel “Hati Suhita” tidak hanya menjadi novel yang menarik dari segi cerita, tetapi juga sebagai refleksi budaya, kritik sosial, dan karya sastra yang kaya akan nilai moral dan spiritual.