Muhammad Syuhrawardi
UIN Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AL-QUR’AN DAN TASAWUF SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN MENTAL DALAM MENGHADAPI FENOMENA JUDI ONLINE PADA MASYARAKAT Muhammad Syuhrawardi; Norhidayat; Ahmad Mujahid
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1556

Abstract

Fenomena judi online (judol) telah menjadi masalah lintas generasi yang serius, ditandai dengan peningkatan prevalensi signifikan dan dampak negatif luas, mulai dari kerugian finansial, stres, depresi, hingga paparan pada anak-anak usia di bawah 10 tahun. Studi kepustakaan ini mengusulkan solusi ketahanan mental yang bersifat preventif dan kuratif, berakar pada perspektif Al-Qur’an dan tasawuf, khususnya melalui telaah Tafsir Ibn 'Ajībah. Solusi ini dirumuskan dalam akronim SAKTI (Sabar, Awas, Kasb, Takziyah, dan Ingat). Sabar ditekankan untuk melawan sifat serakah (thama’) dan menolak godaan kekayaan instan; Awas (Muraqabah dan Muhasabah) bertujuan membangun kesadaran diawasi Allah (wa huwa ma'akum ayna ma kuntum) untuk mencegah perilaku tersembunyi judol dan mengarahkan pada rezeki yang diperoleh secara bertahap; Kasb (Usaha Halal) menggantikan perolehan harta secara bathil (judi) dengan usaha yang sah, menjadikannya sebagai perdagangan spiritual yang mendekatkan diri kepada Kebenaran (al-Haqq); Takziyatun Nafs (Penyucian Jiwa) berfokus pada keberhasilan meraih keinginan dan terhindar dari kefasikan (judol) dengan memilih ketaatan ; dan terakhir, Ingat (Dzikrullah) adalah jalan untuk mencapai ketenangan hati sejati (iṭmi'nān), yang menggantikan kegelisahan (qalaq) dan ketergantungan pada materi yang cepat hilang dengan kekayaan spiritual (ghina). Melalui transformasi batin SAKTI, individu dapat membangun benteng spiritual yang kuat untuk menanggulangi dampak destruktif judi online.
MURID-MURID YANG INTIM DI DUNIA MODERN (TERCIPTANYA PERSAHABATAN TRANSLOKAL DI KALANGAN SUFI ASIA SELATAN DI INGGRIS) Muhammad Syuhrawardi
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1572

Abstract

Bab ini membahas munculnya persahabatan translokal dan hubungan intim yang bersifat pilihan (elective affinities) di kalangan Sufi migran Pakistan Selatan di Inggris, yang secara eksplisit menentang dikotomi modernitas pra-modernitas serta asumsi bahwa kelekatan sosial dalam diaspora hanyalah kelangsungan ikatan pra-migrasi (seperti ikatan kekerabatan atau biradari). Melalui studi kasus etnografis atas beberapa kelompok Sufi, termasuk Tarekat Azamiyah yang inovatif dan dipimpin oleh perempuan (Baji Saeeda) serta kelompok esoteris Syaikh Abidi, ditunjukkan bahwa Sufisme urban telah berhasil menciptakan ruang bagi bentuk-bentuk keakraban sosial baru di tengah lingkungan perkotaan modern, yang melampaui batasan kekerabatan, etnis, dan teritorial. Kelompok-kelompok Sufi ini ditandai oleh translokalitas yang luas, terikat dalam jaringan transnasional yang menghubungkan Inggris dan Pakistan, menyerupai kultus regional dengan pusat sakral dan cabang-cabang yang meluas. Secara sosial, mereka memfasilitasi keakraban lintas-gender yang sah (dalam beberapa kelompok) dan kepemimpinan perempuan, serta membentuk afiliasi semi-kekeluargaan di kalangan pengikut. Keakraban ini timbul bukan hanya dengan wali atau pembimbing spiritual (mursyid), tetapi juga di kalangan sesama pengikut, yang sering digambarkan seperti keluarga. Praktik spiritual dan intelektual juga menunjukkan hibriditas yang signifikan, menggabungkan ritual sufi tradisional (zikir) dengan wacana ilmiah modern (seperti teori warna dan energi spiritual), atau manipulasi numerik Al-Qur'an (Jafr) menggunakan teknologi komputer. Secara keseluruhan, Sufisme di Inggris berfungsi untuk mendorong pengalaman transenden, memberikan tujuan hidup yang etis dan transenden, dan menciptakan komunitas rohani yang adaptif dan inklusif di lingkungan urban modern.