Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of the Influence of Leadership Style, Motivation and Supervision on the Performance of Anara Sky Kualanamu Hotel Employees April Jaya Ndraha; Teguh Wahyono; Akhmad Taufik
International Journal of Society and Law Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Yayasan Multidimensi Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61306/ijsl.v2i1.88

Abstract

Human resources are important assets in a company because they are responsible for running daily operations, ensuring company efficiency and productivity, and creating innovation and business growth. This study aims to determine whether leadership style, motivation and insight affect employee performance partially and simultaneously at Anara Sky Kualanamu Hotel. The approach used in this study is an associative approach. This research was conducted on employees of Anara Sky Kualanamu Hotel, with a total of 44 respondents with testing using SPSS ver 26. The results of this study show that the leadership style variable (X1) has a significant effect on employee performance, the motivation variable (X2) does not have a significant effect on employee performance, the supervisory variable (X3) does not have a significant effect on employee performance, the variables X1 (Leadership Style), X2 (Motivation), X3 (Supervision) simultaneously affect and significant employee performance.
FROM SILHOUETTE TO IDENTITY: THE IMPLEMENTATION OF SHOE MODELS IN AIR JORDAN'S SEMIOTIC LITERACY ASSISTANCE FOR THE SNEAKER LOVING COMMUNITY Ahmad Zulkifli; Akhmad Taufik
International Journal of Society and Law Vol. 4 No. 2 (2026): August 2026
Publisher : Yayasan Multidimensi Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61306/ayx1yg34

Abstract

Sneaker culture has evolved from footwear use into a space for expressing identity, community affiliation, nostalgia, and symbolic consumption. Air Jordan occupies a prominent position in this culture by combining sports history, design, celebrity narratives, scarcity, and collectible value. Nevertheless, enthusiasm for models, colorways, collaborations, and resale prices is not always accompanied by the ability to read signs critically. This community service article introduces the SEPATU Model as an accessible semiotic literacy mentoring approach for sneaker communities. SEPATU stands for observing signs, exploring contexts, mapping meanings, analysing sign systems, examining authenticity, and testing consumption decisions. The program is designed through a participatory sequence consisting of an initial assessment, an introduction to semiotics, an Air Jordan object clinic, group discussion, presentation of analyses, and critical-consumer reflection. Evaluation uses pretest-posttest instruments, analysis worksheets, participation observations, and satisfaction surveys. The model connects the concepts of icon, index, symbol, denotation, connotation, and myth with product knowledge and ethical consumption considerations. Its primary outputs are a concise learning module, a sign-reading matrix, and a purchasing-decision checklist. Conceptually, the SEPATU Model expands community engagement in communication and design by moving beyond product aesthetics toward a critical understanding of the relationships among signs, identity, popular culture, authenticity, and responsible consumption decisions.
PENGUATAN LITERASI SPIRITUAL-DIGITAL BERBASIS TASAWUF DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN PERILAKU DI ERA METAVERSE: KAJIAN KONSEPTUAL PADA IKHWAN MASJID DARUL AMIN MEDAN Syarifuddin; Rahmat Hidayat; Akhmad Taufik
Jurnal Abdimas HAWARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. HAWARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan metaverse memperluas kemungkinan interaksi, pembelajaran, ekonomi, dan ekspresi identitas melalui lingkungan virtual yang imersif. Namun, intensitas pengalaman digital juga dapat memunculkan distraksi, eskapisme, kaburnya batas identitas, penurunan disiplin waktu, serta persoalan etika interaksi. Artikel ini bertujuan merekonstruksi konsep energi metafisika menjadi sumber daya spiritual-etis yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan merumuskan model literasi spiritual-digital berbasis tasawuf bagi komunitas Ikhwan Masjid Darul Amin Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-konseptual melalui tinjauan literatur integratif, analisis isi, dan refleksi kontekstual terhadap tradisi pembinaan spiritual di lingkungan masjid. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pengaruh teknologi terhadap perilaku tidak bersifat deterministik, tetapi dipengaruhi tujuan penggunaan, durasi, kualitas konten, pengendalian diri, dan dukungan sosial. Artikel ini menawarkan Model LESDITA yang mencakup orientasi tauhid, muhasabah digital, muraqabah dan kendali diri, disiplin waktu dan ibadah, etika interaksi virtual, serta pendampingan komunitas. Model tersebut menempatkan tasawuf bukan sebagai penolakan terhadap teknologi, melainkan sebagai kerangka etik untuk menggunakan teknologi secara sadar, proporsional, kritis, dan bertanggung jawab. Kontribusi artikel terletak pada integrasi kajian metaverse, literasi digital, dan pembinaan spiritual Islam dalam kerangka yang operasional untuk pendidikan masyarakat berbasis masjid.
MENGENALI TANDA, MEMAHAMI GAYA: PENDAMPINGAN KAJIAN SEMIOTIK PRODUK AIR JORDAN BAGI PECINTA SNEAKER Ahmad Zulkifli; Akhmad Taufik
Jurnal Abdimas HAWARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. HAWARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi visual, kemampuan berpikir kritis, dan kesadaran konsumsi budaya pada komunitas pecinta sneaker melalui pendampingan kajian semiotik produk Air Jordan. Kegiatan dilaksanakan bersama Sneaker Society Medan di Medan pada 25 Mei 2026 dengan melibatkan 35 peserta. Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dan pembelajaran berbasis pengalaman melalui pemetaan kebutuhan, pemaparan konsep semiotika Charles Sanders Peirce, praktik analisis visual, diskusi kelompok, presentasi hasil, serta evaluasi reflektif. Materi pendampingan memusatkan perhatian pada qualisign, sinsign, legisign, ikon, indeks, dan simbol yang terdapat pada warna, siluet, material, logo, penomoran model, konteks pemakaian, dan citra budaya Air Jordan. Hasil evaluasi menunjukkan skor pemahaman peserta meningkat dari 50 poin menjadi 80 poin, atau sebesar 60%. Peserta tidak lagi memaknai sneaker semata-mata berdasarkan harga dan popularitas, tetapi mampu menjelaskan hubungan antara elemen desain, sejarah produk, identitas, prestise, autentisitas, serta budaya komunitas. Pendampingan ini menghasilkan lembar kerja analisis semiotik, matriks pembacaan tanda, dan rekomendasi aktivitas belajar komunitas. Kegiatan menegaskan bahwa kajian semiotik dapat dikemas secara aplikatif untuk memperkuat literasi visual dan membentuk perilaku konsumsi yang lebih reflektif di kalangan pecinta sneaker.