Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Kekerabatan Pacar Cina (Aglaia odorata) Berdasarkan Gen rbcL Menggunakan Metode BLAST dan Filogenetik Arifah, Nur; Pragustiandi, Guntur; Sari, Diah Komala
Sriwijaya Bioscientia Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.6.01.2025.462

Abstract

Pacar Cina termasuk kedalam genus Aglaia yang merupakan genus yang cukup besar, sehingga terdapat beberapa karakteristik spesies didalamnya. Analisis kekerabatan Pacar Cina dengan spesies didalam genus Aglaia sendiri masih sedikit dilakukan, hal ini perlu dilakukan untuk melihat bagai mana kekerabatan yang ada antara Pacar Cina dan spesies lainnya didalam genus Aglaia. Beberapa gen yang biasa digunakan untuk melakukan analisis kekerabatan antar tumbuhan tingkat tinggi adalah Gen rbcL. Metode yang bisa digunakan untuk mencari beberapa spesies dalam Aglaia adalah metode Basic Local Alignment Search Tool (BLAST) di websiteNational Center for Biotechnology Information (NCBI) yang telah banyak digunakan untuk analisis molekuler dan rekonstruksi pohon filogenetik untuk melihat kekerabatan antar spesies. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahwa analisis BLAST dan filogenetik menunjukkan bahwa sampel Pacar Cina memiliki kekerabatan yang dekat dengan Aglaia odorata dan dapat menjelaskan kekerabatan antara spesies-spesies yang ada didalamnya. Kata kunci: Aglaia odorata, rbcL Gene, Phylogenetic
Pemeriksaan Tekanan Darah di Kambang Iwak Park Kota Palembang dalam Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif Diah Komala Sari; Nur Arifah; Gusti Ayu Widayanti; Ina Aprillia; Muhammad Iqbal
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i1.5257

Abstract

Penyakit yang berkaitan dengan tekanan darah merupakan salah satau penyakit degeneratif yang saat ini sering tidak disadari masyarakat kehadirannya. Gangguan atau penyakit yang berkaitan dengan tekan darah umumnya terjadi pada lansia ataupun anak muda. Hal ini berkaitan dengan pola hidup dari masyrakat yang kurang sehat, keturunan ataupun konsumsi obat-obatan tertentu sehingga dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Oleh karena itu pemeriksaan tekanan darah pada masyarakat sangat penting dilakukan sebagai deteksi dini penyakit degenerative dan edukasi mengenai penyakit degeneratif menjadi sangat penting dilakukan sebagai pencegahan agar masyarakat dapat menjaga pola hidup sehat. Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di sekitar lokasi Kambang Iwak dan bertujuan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah masyarakat yang melakukan aktifitas di sekitar Kambang Iwak dan memberikan edukasi kepada msyarakat mengenai penyakit hipertensi sebagai salah satu penyakit degenerative. Metode yang digunakan diantaranya adalah survey lokasi dan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat mengetahui nilai tekanan darah dan mendapatkan edukasi mengenai hasil pengurkuran tekanan darah. Kegiatan pemeriksaan tekanan darah diikuti oleh 50 peserta dan 80% peserta memiliki nilai tekanan darah normal dan 20% penderita memiliki nilai tekanan darah yang cukup tinggi. Melalui pengabdian masyarakat ini, sangat membantu masyarakat sebagai upaya untuk deteksi dini mengenai penyakit hipertansi dan juga sebagai sarana edukasi untuk memberikan pengetahuan mengenai tekanan darah yang normal bagi tubuh serta deteksi dini dan pencegahan penyakit degeneratif. Sehingga melalui kegiatan ini, diharapakan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat yang melakukan kegiatan didaerah Kambang Iwak Kota Palembang.
Pelaksanaan Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu dan Edukasi Penyakit Diabetes di Kambang Iwak Park Kota Palembang Nur Arifah; Gusti Ayu Widayanti; Ina Aprillia; Diah Komala Sari; Muhammad Iqbal
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i1.5259

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang diindikasikan oleh kadar gula darah yang melebihi batas normal. Pada pemeriksaan gula darah sewaktu, batas gula darah dikatakan normal jika berada dikisaran 70 mg/dL hingga 200 mg/dL. Tingginya kadar gula darah dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti pola hidup yang tidak sehat seperti konsumsi gula yang berlebih ataupun faktor genetik. Penyakit diabetes melitus dapat memicu berbagai penyakit lainnya bagi penderita dan bila dibiarkan dapat berdampak buruk bagi kesehatan penderita. Beberapa kalangan masyarakat saat ini masih memiliki keterbatasan dalam melakukan diagnosis dikarenakan masih minimnya edukasi mengenai penyakit diabetes kepada masyarakat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengecekan gula darah sewaktu dan edukasi mengenai penyakit diabetes melitus sebagai upaya skrining awal bagi peserta kegiatan dan tindakan pencegahan agar masyarakat lebih peduli dengan kesehatan khususnya mengenai kadar gula darah. Metode yang digunakan pada kegiatan ini diantaranya adalah tahap persiapan dan observasi lapangan yang dilakukan di Kambang Iwak Palembang, pelaksanaan dan evaluasi data. Hasil kegiatan yang diikuti oleh 50 orang peserta ini, menunjukkan hasil kadar gula darah normal untuk seluruh peserta yang mengikuti kegiatan pemeriksaan kadar gula darah. Kegiatan edukasi yang diberikan kepada masyarakat mengenai diabetes melitus juga berdampak baik terhadap pengetahuan peserta mengenai batas normal kadar gula darah dan pola hidup yang harus dijaga untuk menghindari penyakit diabetes melitus.
Preliminary Checklist of the Inshore Fishes (Chondrichthyes and Osteichthyes) of Pukan Beach, Bangka Island, Sumatra Arifah, Nur; Effendi, Zahrial; Pragustiandi, Guntur; Hidayati, Nur Annis; Iqbal, Muhammad
BIO PALEMBANICA Vol 2 No 1 (2025): Bio Palembanica
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/bio.v2i1.5177

Abstract

Pukan Beach is gently sloping intertidal sandy shores that have a great potential for tourist and having great number of inshore biodiversity in Bangka Island, Sumatra. A survey to collect information on species diversity of fishes has been conducted on 7 December 2024. The fishes were collected using a hand pulling fishing net as long as 5x7 m, at evening, time ranges between 4.00 p.m to 8.00 p.m. A total of 19 species of fishes from 14 families has been documented from the study site. This checklist is preliminary checklist of the species of fishes in Pukan Beach. Keywords: Bangka, coastal, hand pulling fishing net, Karimata Strait, Pes-caprae.
Annotated Checklist of the Macrofungi (Fungi: Dikarya) of Pelawan Forest, Bangka Island, Sumatra Widayanti, Gusti Ayu; Effendi, Zahrial; Sari, Diah Komala; Arifah, Nur; Swandi, Monica Kharisma; Asyavira, Gita Cindy; Iqbal, Muhammad
BIO PALEMBANICA Vol 2 No 1 (2025): Bio Palembanica
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/bio.v2i1.5299

Abstract

This study provides an annotated checklist of macrofungi in Pelawan Forest, Bangka Island, Indonesia. A total of 59 species of macrofungi from 22 families were documented, highlighting the presence of macrofungi in the area. The families Polyporaceae, Agaricaceae, and Marasmiaceae were the most diverse, accounting for over 50% of the total species recorded. The most common family found was Polyporaceae, with 13 species. Our findings indicate that Pelawan Forest has significant economic potential related to macrofungi, such as species used as food or medicine. This study can serve as a reference for developing effective conservation and management strategies for the forest ecosystem in Bangka Island. Keywords: Bangka Island, biodiversity, Indonesia, macrofungi, Pelawan Forest.
Notes on Humans as Prey of Reticulated Pythons Malayopython reticulatus (Serpentes: Pythonidae) in Indonesia Iqbal, Muhammad; Sari, Diah Komala; Arifah, Nur; Widayanti, Gusti Ayu; Aprillia, Ina
BIO PALEMBANICA Vol 2 No 1 (2025): Bio Palembanica
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/bio.v2i1.5385

Abstract

This study examines documented cases of humans being preyed upon or attempted to be preyed upon by Reticulated Pythons Malayopython reticulatus in Indonesia, spanning nearly a century from 1927 to 2025. Our study reveals 17 incidents, with snakes involved measuring between 5-8 meters in length. The victims' ages ranged from 13 to 90 years old, with 13 fatalities reported. Both males and females were affected, with 8 incidents involving men and 8 involving women. Sulawesi emerges as a hotspot for such encounters, accounting for a significant proportion of reported cases. This study highlights the importance of understanding human-python encounters and promoting a more harmonious coexistence between humans and wildlife in Indonesia. Keywords: human-wildlife coexistence, Indonesia, large snake, Malayopython reticulatus, Reticulated Python.
Mass Mortality of Water Buffalo Bubalus bubalis (Artiodactyla: Bovidae) in Indonesia: A Two-Decade Retrospective Diah Komala Sari; Arfan Abrar; Nur Arifah; Gusti Ayu Widayanti; Muhammad Diki Wahyu Arisandi; Ina Aprillia; Muhammad Iqbal
BIO PALEMBANICA Vol 2 No 2 (2025): Bio Palembanica
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/bio.v2i2.5916

Abstract

Water Buffalo Bubalus bubalis are an essential livestock species in Indonesia. However, mass mortality events have been reported in recent years, highlighting the need for better understanding and management of the causes of these cases. This study presents the first comprehensive retrospective analysis of B. bubalis mortality events in Indonesia between 2010 and 2025. Data were compiled from scientific reports, government records, media coverage, and citizen science platforms. A total of 34 documented events were identified, with most attributed to infectious diseases, particularly Septicemia Epizootica (SE) caused by Pasteurella multocida. Environmental stressors such as floods and droughts, along with parasitic infections like Surra, were also contributing factors. Mortality peaks occurred in 2013 and 2023, each involving hundreds of deaths in single outbreaks. These findings underscore the urgent need for region-specific disease surveillance, vaccination programs, and improved husbandry practices.
From Waters to Screens: Wild Betta Betta spp. (Anabantiformes: Osphronemidae) Trading in Indonesia’s Online Marketplaces Nur Arifah; Diah Komala Sari; Gusti Ayu Widayanti; Randi Syafutra; Ina Aprillia; Muhammad Iqbal
BIO PALEMBANICA Vol 2 No 2 (2025): Bio Palembanica
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/bio.v2i2.6201

Abstract

Indonesia hosts a remarkable diversity of freshwater fishes, including numerous endemic wild Betta Betta spp. (Anabantiformes: Osphronemidae). However, the rise of e-commerce has facilitated unregulated online trade of wild Betta species. This study investigates the diversity, conservation status, and trade dynamics of wild Betta species between 1–21 October 2025, in Indonesia’s three largest online marketplaces: Shopee, Tokopedia, and Lazada. A total of 38 wild Betta species were identified, including five Critically Endangered, eleven Endangered, and seven Vulnerable taxa. The trade was dominated by species from Sumatra and Kalimantan, which together accounted for over 85% of endemic taxa. Market analysis revealed a positive correlation between rarity and price, with Endangered and Not Assessed species commanding the highest average prices. The presence of Critically Endangered species such as Betta hendra and B. burdigula indicates ongoing extraction from the wild despite conservation risks. Furthermore, nearly 26% of traded species remain Data Deficient or Not Assessed, reflecting critical knowledge gaps that hinder management and policy enforcement. The findings underscore the urgent need for stronger regulation of digital wildlife trade, improved conservation assessments, and promotion of captive breeding programs to reduce wild collection pressure.
Notes on the Presence of Combtooth Blennies (Blenniiformes: Blenniidae) in Lampung Province, Sumatra, Indonesia Gusti Ayu Widayanti; Delon Dian Putra; Ina Aprillia; Aulia Salsabila; Nur Arifah; Muhammad Aflah; Ayu Karlina; Muhammad Iqbal
BIO PALEMBANICA Vol 3 No 1 (2026): Bio Palembanica
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/bio.v3i1.6812

Abstract

Combtooth Blennies (Blenniiformes: Blenniidae) are small, cryptic coastal fishes that are often underrepresented in regional ichthyofaunal surveys. Lampung Province, located at the southern tip of Sumatra, encompasses diverse coastal habitats suitable for blenniid fishes; however, information on their occurrence remains limited. Here, we present preliminary records of Combtooth Blennies from Lampung Province, based on field observations and photographic documentation conducted between 2017 to 2025, complemented by verified citizen-science records. A total of seven taxa representing five genera were recorded, including Alticus saliens. Aspidontus taeniatus, Entomacrodus vermiculatus, Istiblennius sp., Istiblennius dussumieri, Salarias sp. and Salarias fasciatus. Records were obtained from multiple coastal districts and habitats, including rocky intertidal zones, shallow reefs and nearshore coastal areas. Istiblennius dussumieri was the most frequently recorded species and was widely distributed across the study area. The findings provide essential baseline data on the distribution of Blenniidae in Lampung Province, emphasizing the importance of targeted surveys alongside citizen-science initiatives for documenting cryptic coastal fish diversity in southern Sumatra.
First Record of Zenarchopterus gilli (Beloniformes: Zenarchopteridae) in Lampung Province, Sumatra, with Notes on Its Distribution in Indonesia Nur Arifah; Muhammad Aflah; Gusti Ayu Widayanti; Muhammad Habibi; Ina Aprillia; Anggi Melisa; Muhammad Rafi Firmansyah; Diah Komala Sari; Muhammad Iqbal
BIO PALEMBANICA Vol 3 No 1 (2026): Bio Palembanica
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/bio.v3i1.6985

Abstract

This study reports the first confirmed record of Zenarchopterus gilli from Lampung Province, southern Sumatra, Indonesia, based on field surveys conducted on 7 November 2025 in the Petengoran Mangrove Area, Pesawaran Regency. Several individuals were observed in shallow estuarine waters along mangrove creeks and tidal channels, and species identification was verified through diagnostic morphological characters, including the elongated lower jaw and distinctive modifications of the male anal-fin and dorsal-fin rays. The specimens conform to published descriptions of Z. gilli. Previously, the species had been recorded from northern Sumatra, Java, Bali, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Komodo, Maumere and Raja Ampat, but not from Lampung. This new record fills a geographic gap in its distribution in western Indonesia and suggests that the species likely has a broader and continuous coastal distribution across Sundaland, highlighting the need for further surveys in underexplored estuarine and mangrove habitats.