Muhammad Hizba Aulia
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Concept of Useful Knowledge in Hadith and its Implications for Contemporary Islamic Education Muhammad Hizba Aulia; Elan Sumarna; Cucu Surahman; Aufa Assa Syahada
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 9 No. 2 (2024): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v9i2.953

Abstract

Islamic education aims to instil helpful knowledge, with the obligation to convey knowledge as a primary indicator. In today's digital era, while the dissemination of knowledge has become more widespread, its intensity and the quality of the knowledge shared often do not compare to that of the past. This study examines how the principle of knowledge dissemination, as emphasized in Islamic teachings, can be effectively applied in contemporary Islamic education to address these challenges. Employing a qualitative approach with content analysis, the study analyzes primary sources, including the hadith text Sahih Bukhari No. 65 and secondary sources, such as Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari, journal articles, and other relevant literature. The data were analyzed by identifying the values within the hadith and linking them to modern educational practices, including learning technologies and teaching methods. The findings indicate that education emphasizing the dissemination of beneficial knowledge can enrich the learning experience and enhance teaching quality. The application of methods such as recitation, active learning, and the use of digital technology supports this principle. In conclusion, Islamic education must integrate these values to create an environment that focuses on mastery of knowledge and applying moral values in daily life.
Kontribusi Aksiologi dalam Filsafat dan Ilmu Pengetahuan terhadap Solusi Masalah Etis di Era Modern Muhammad Hizba Aulia; Prajihan Nisrina; Muhamad Parhan
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i2.12695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran aksiologi dalam filsafat dan ilmu pengetahuan dalam mengatasi masalah kehidupan di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, mengumpulkan data dari berbagai literatur, termasuk buku, artikel jurnal, dan publikasi lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis konten untuk memahami kontribusi aksiologi dalam konteks sosial dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai aksiologi memberikan wawasan yang mendalam dan solusi praktis terhadap tantangan kehidupan di era modern. Dengan demikian, penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner, terutama filsafat dan ilmu pengetahuan dalam merumuskan solusi yang menghargai dan mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Aksiologi dalam filsafat dan ilmu pengetahuan sebagai solusi terhadap masalah etis di era modern. Aksiologi membantu mengarahkan ilmu pengetahuan tidak untuk menemukan kebenaran faktual, tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap kesejahteraan manusia, lingkungan, dan tatanan sosial. Kata Kunci: Aksiologi, Filsafat dan Ilmu Pengetahuan, Solusi Etis.
Optimalisasi Pembelajaran Akidah melalui Model Sosiodrama dalam Memperkuat Karakter Kejujuran Siswa Kelas VIII SMPN 1 Bandung Bildan Muhammad Sya’ban; Syahidin Syahidin; Muhammad Hizba Aulia; Faiz Aswa Nazhan; Rifqi Fathan Saepudin Muzaki; M. Mauris Faruqi Ali; Anwar Julianto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.884

Abstract

Saat ini, banyak tantangan yang dihadapi terkait dengan lemahnya karakter siswa, khususnya dalam hal kejujuran. Pembentukan karakter kejujuran menjadi sangat penting dalam dunia pendidikan, terutama di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Kurikulum Merdeka memiliki peran yang signifikan dalam mendukung proses ini, karena lebih fokus pada pendidikan karakter dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk berekspresi selama hal tersebut berdampak positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis optimalisasi pembelajaran Akidah melalui model sosiodrama dalam memperkuat karakter kejujuran siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus instrumental, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dengan guru PAI serta siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bandung sebagai sumber primer, sementara dari berbagai artikel jurnal terkait digunakan sebagai sumber sekunder. Adapun, teknik analisis data dilakukan melalui tiga langkah: pertama, reduksi data dengan memilih dan menyederhanakan informasi yang relevan; kedua, penyajian data dalam bentuk naratif, tabel, atau gambar untuk mempermudah pemahaman; dan ketiga, penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi temuan baru, hubungan antar konsep, atau teori yang lebih relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model sosiodrama dalam pembelajaran akidah memiliki pengaruh signifikan dalam memperkuat karakter kejujuran siswa, terbukti dari perbaikan kebiasaan siswa dalam mengamalkan nilai-nilai kejujuran. Diharapkan, penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan model pembelajaran yang lebih efektif serta menginspirasi guru untuk mengeksplorasi metode pembelajaran yang inovatif dalam membentuk individu yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia.