Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengembangan Model Pendampingan Berbasis Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Inggris Di SDN 15 Padang Genting Cecep Maulana; Irianto Irianto; Zulkarnain Sirait
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 4 No. 2 (2026): JISS - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v4i2.688

Abstract

Abstrak Project-Based Learning (PBL) merupakan pendekatan inovatif yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar melalui aktivitas kolaboratif dan berbasis proyek. Namun, guru di SDN 15 Padang Genting masih mengalami kendala dalam menyusun modul ajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), serta mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek secara efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan model pendampingan berbasis Project-Based Learning untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan implementasi di kelas, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, dan evaluasi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model pendampingan yang diterapkan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun modul ajar dan RPP berbasis proyek dengan capaian sebesar 89,3% pada kategori sangat baik. Selain itu, guru menjadi lebih aktif, kreatif, dan mampu melibatkan siswa dalam pembelajaran yang komunikatif dan kolaboratif. Dengan demikian, model pendampingan berbasis Project-Based Learning efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di SDN 15 Padang Genting.   Project-Based Learning (PBL) is an innovative approach that can improve the quality of English language learning in elementary schools through collaborative and project-oriented activities. However, teachers at SDN 15 Padang Genting still face difficulties in developing teaching modules, lesson plans, and implementing project-based learning effectively. This community service activity aimed to develop a mentoring model based on Project-Based Learning to improve teachers’ competence in English language teaching. The methods used included needs analysis, teacher training, classroom mentoring, practical implementation of learning tools, and reflective evaluation. The stages of the activity consisted of identifying teachers’ needs, designing the mentoring model, conducting training sessions, assisting classroom implementation, and evaluating the outcomes. The results showed that the mentoring model improved teachers’ ability to develop project-based teaching modules and lesson plans, achieving a score of 89.3% in the very good category. In addition, teachers became more active and creative in engaging students in collaborative and communicative learning activities. Therefore, the Project-Based Learning mentoring model was effective in improving the quality of English language learning at SDN 15 Padang Genting.
PEMANFAATAN WEB SELF-PACED LEARNING DENGAN MICRO-LEARNING SEBAGAI MEDIA EDUKASI DIGITAL MASYARAKAT Edi Kurniawan; Afdhal Syafnur; Zulkarnain Sirait; Willy Alfiandi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5506

Abstract

Abstract: Advances in digital technology have presented new challenges in the public education process, particularly regarding the availability and accessibility of learning materials. To address this, the implementation of web-based self-paced learning methods is an effective solution that allows people to learn flexibly and independently. Furthermore, the microlearning approach, which presents material in small, focused units, has been proven to improve user retention and understanding of learning content. This community service program aims to facilitate public access to digital learning through a web platform designed using a microlearning approach. The target audience includes the general public with diverse educational backgrounds, from both productive and non-productive age groups. The main challenges faced are low digital literacy, limited access to easy-to-understand educational content, and limited time for the community to participate in conventional training. The activities were carried out through outreach methods, direct training, and mentoring in the use of microlearning-based digital learning platforms. The results of the activities showed an increase in community understanding and skills in utilizing digital learning technology independently. Furthermore, this activity resulted in a microlearning-based educational platform that can be used sustainably to support community learning.            Keywords: digital literacy, self-paced learning, microlearning, web-based learning  Abstrak: Kemajuan teknologi digital telah menghadirkan tantangan baru dalam proses edukasi masyarakat, terutama terkait ketersediaan dan aksesibilitas materi pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, penerapan metode self-paced learning berbasis web menjadi solusi efektif yang memungkinkan masyarakat belajar secara fleksibel dan mandiri. Selain itu, pendekatan microlearning yang menyajikan materi dalam unit kecil dan terfokus terbukti mampu meningkatkan retensi serta pemahaman pengguna terhadap konten pembelajaran. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam mengakses pembelajaran digital melalui platform web yang dirancang menggunakan pendekatan microlearning. Sasaran kegiatan ini mencakup masyarakat umum dengan latar belakang pendidikan yang beragam, baik dari kelompok usia produktif maupun non-produktif. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital, terbatasnya akses terhadap konten edukatif yang mudah dipahami, serta keterbatasan waktu masyarakat dalam mengikuti pelatihan konvensional. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi, pelatihan langsung, dan pendampingan penggunaan platform pembelajaran digital berbasis microlearning. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran digital secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan platform edukatif berbasis microlearning yang dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran masyarakat. Kata kunci: literasi digital, self-paced learning, microlearning, pembelajaran berbasis web
Pelatihan Pembuatan Sistem Kendali Lampu Rumah Otomatis Pada Siswa-Siswi SMAN1 Air Joman Bachtiar Efendi; Iqbal Kamil Siregar; Zulkarnain Sirait
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 3 No. 3 (2025): JISS - Oktober
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v3i3.628

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa-siswi SMAN 1 Air Joman dalam penghematan energi listrik melalui penerapan teknologi sistem pengendali lampu rumah otomatis berbasis sensor cahaya. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah tingginya konsumsi listrik akibat penggunaan lampu penerangan yang tidak sesuai dengan kondisi pencahayaan lingkungan serta rendahnya literasi penghematan energi di kalangan siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan PKM dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang meliputi edukasi penghematan energi listrik, pengenalan komponen elektronika, perakitan rangkaian lampu otomatis menggunakan sensor Light Dependent Resistor (LDR), serta pengujian fungsi sistem. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari koordinasi dengan pihak sekolah, penyampaian materi teori, praktik perakitan rangkaian, hingga evaluasi hasil kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya penghematan energi serta kemampuan siswa dalam merakit dan menguji sistem pengendali lampu otomatis yang berfungsi sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa prototipe alat lampu otomatis, modul pelatihan, serta dokumentasi kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan manfaat nyata bagi mitra dengan mendorong terciptanya budaya hemat energi di lingkungan sekolah serta menjadi sarana pembelajaran berbasis teknologi tepat guna. Kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan dan direplikasi pada institusi pendidikan lainnya sebagai upaya mendukung efisiensi energi dan peningkatan kualitas pendidikan.
Pendampingan Guru Project - Based Learning Bahasa Inggris SDN 15 Padang Genting Cecep Maulana; Irianto Irianto; Zulkarnain Sirait
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 4 No. 1 (2026): JISS - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v4i1.630

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris di SDN 15 Padang Genting masih menghadapi permasalahan utama berupa rendahnya pemahaman guru terhadap penerapan Project-Based Learning (PjBL), keterbatasan variasi metode pembelajaran, serta minimnya penggunaan aktivitas kontekstual yang melibatkan siswa secara aktif. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya motivasi dan keterampilan berbahasa Inggris siswa. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk melakukan pendampingan guru dalam merancang dan mengimplementasikan model Project-Based Learning pada pembelajaran Bahasa Inggris tingkat sekolah dasar. Solusi yang dilakukan meliputi pelatihan penyusunan modul PjBL, pendampingan penyusunan perangkat ajar, praktik pembelajaran berbasis proyek, serta evaluasi berkelanjutan. Hasil sementara PKM menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep PjBL sebesar 85%, peningkatan kemampuan penyusunan perangkat pembelajaran sebesar 80%, serta peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran mencapai 78%. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris secara berkelanjutan di SDN 15 Padang Genting.
ERRORS ANALYSIS IN THE STUDENTS’ PROCEDURE TEXT Akmal Akmal; Zulkarnain Sirait; Suparmadi Suparmadi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 7 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i4.2297

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada studi linguistik dengan menganalisis kesalahan kemampuan siswa dalam menulis komposisi prosedur bahasa Inggris. Teks prosedur adalah teks yang menjelaskan tentang suatu peristiwa atau kejadian secara berurutan berdasarkan objeknya seperti orang atau benda secara lebih rinci. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian ini menjelaskan lebih mendalam dalam menjawab permasalahan pembelajaran dengan mewawancarai siswa. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Royal University di Kisaran. Objek penelitiannya adalah teks prosedur siswa yang dibuat ketika mereka diberi tugas. Kesalahannya tidak terlalu banyak, namun hanya sedikit kesalahan dalam penulisan atau posisi. Kesalahan yang terjadi dalam penulisan bahasa inggris dikarenakan siswa tidak mempunyai tata bahasa dasar bahasa inggris pada saat duduk di bangku SMP dan SMA sehingga mereka menulis teks prosedur berbasis internet google untuk mentranslate dari bahasa indonesia ke bahasa inggris sehingga diksinya kata-kata yang tidak sesuai dengan teks.  
EMOTIVE INTERJECTIONS ON BATU BARA MALAY LANGUAGE Akmal Akmal; Zulkarnain Sirait; Suparmadi Suparmadi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3243

Abstract

Abstract: This study conducted to the semantics study especially in the emotive interjections. Interjections are to express the speaker’s states, feeling, actions, reactions, or attitude to a situation around the society. The objective of study is in Batu Bara Malay Language. This method research is qualitative research by using the observation to the field; interview some informants and digital (online) dictionary to get the data. The subjects are some Batu Bara Malay people. The researcher just interviewed the certain people who understood about the interjections. He took the data from tow different areas or districts which were in Batu Bara District, they are in Sei Balai District (Pematang Rambe Village) and Sei Bejangkar District (Talawi Village). From the inteview, he found only 6 (six) words of interjections which were in the society of Batu Bara Malay, namely; adoi, ahoi, huh, ih, idih, and aih. They expressed about the speaker’s emotive and cognitive in using the interjections (Witzbicka). The researcher also checked the data from the online dictionary of Malay language to make sure about the data. Keywords: Emotive, Interjections, Batu Bara Malay Language. Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji semantik khususnya pada interjeksi emotif. Interjeksi digunakan untuk mengungkapkan keadaan, perasaan, tindakan, reaksi, atau sikap pembicara terhadap situasi di sekitar masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah Bahasa Melayu Batu Bara. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan observasi ke lapangan; wawancara dengan beberapa informan dan kamus digital (online) untuk mendapatkan data. Subjek penelitian ini adalah beberapa orang Melayu Batu Bara. Peneliti hanya mewawancarai orang-orang tertentu yang memahami tentang interjeksi. Ia mengambil data dari dua daerah atau distrik yang berbeda yang berada di Kabupaten Batu Bara, yaitu di Kecamatan Sei Balai (Desa Pematang Rambe) dan Kecamatan Sei Bejangkar (Desa Talawi). Dari hasil wawancara, ia hanya menemukan 6 (enam) kata interjeksi yang ada dalam masyarakat Melayu Batu Bara, yaitu; adoi, ahoi, huh, ih, idih, dan aih. Mereka mengungkapkan tentang emotif dan kognitif pembicara dalam menggunakan interjeksi (Witzbicka). Peneliti juga memeriksa data dari kamus daring bahasa Melayu untuk memastikan datanya. Kata kunci: Emosional, Kata Seru, Bahasa Melayu Batu Bara.
PERAN PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN PEMUDA TERHADAP KAIDAH BAHASA BAKU Zulkarnain Sirait; Akmal Akmal
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 7 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i4.3781

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of Indonesian language education in enhancing youth compliance, particularly among university students, with the norms of standard language usage. The background of this research is based on the phenomenon of declining use of standard language among young people due to the influence of digital culture and informal communication that dominates daily life. The study employs a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and analysis of academic documents. The research subjects consist of 20 students from the Information Systems Study Program at Royal University who have taken the Indonesian language course. The findings reveal that Indonesian language education contributes positively to students’ theoretical understanding of standard language norms. However, a gap remains between knowledge and practice. Contributing factors include the dominance of non-standard language in social environments, the lack of emphasis on language aspects in non-language courses, and inconsistency among lecturers in using standard language. The study recommends the need for a more contextual, applicative, and systemic approach to support the consistent use of standard language in both academic and social contexts among students. Keywords: Standard language; Indonesian language education; language compliance. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kepatuhan pemuda, khususnya mahasiswa, terhadap kaidah bahasa baku. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena menurunnya penggunaan bahasa baku di kalangan pemuda akibat pengaruh budaya digital dan komunikasi informal yang mendominasi kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen akademik. Subjek penelitian adalah 20 mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Royal yang telah mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Bahasa Indonesia memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman teoretis mahasiswa mengenai bahasa baku, namun masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan praktik. Faktor-faktor seperti dominasi bahasa nonbaku dalam lingkungan sosial, kurangnya penilaian aspek kebahasaan dalam mata kuliah non-bahasa, serta ketidakkonsistenan dosen dalam penggunaan bahasa baku turut memengaruhi rendahnya kepatuhan mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, aplikatif, dan sistemik dalam mendukung penggunaan bahasa baku secara konsisten dalam kehidupan akademik maupun sosial mahasiswa. Kata kunci: Bahasa baku; pendidikan Bahasa Indonesia; kepatuhan berbahasa.
INTERACTIVE CONVENTIONAL STRATEGY INTEGRATED WITH PROJECT-BASED LEARNING TO ENHANCE ENGLISH SPEAKING SKILLS OF FIFTH-GRADE STUDENTS AT SD NEGERI 15 PADANG GENTING Cecep Maulana; Zulkarnain Sirait
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3971

Abstract

Abstract:This study investigates the effectiveness of an interactive conventional teaching strategy integrated with Project-Based Learning (PBL) in enhancing English-speaking skills among fifth-grade students at SD Negeri 15 Padang Genting. A quasi-experimental design was employed with a total sample of 30 students, divided evenly into two groups: an experimental group and a control group. The experimental group was taught using a hybrid approach that combined conventional strategies such as Total Physical Response (TPR), storytelling, and role-play with project-based speaking tasks. The control group received instruction through traditional lecture-based methods. Results revealed a significant improvement in the experimental group’s speaking performance at SD Negeri 15 Padang Genting, with a mean post-test score of 85 and a normalized gain score of 0.64 (moderate–high). In contrast, the control group achieved a mean post-test score of 65 and a gain score of 0.19 (low). An independent samples t-test confirmed that the difference in outcomes was statistically significant (t = 11.45, p < 0.05). Qualitative data from classroom observations and interviews supported these findings, indicating increased student confidence, fluency, and active participation. The study concludes that integrating interactive strategies with PBL is an effective and practical model for improving English-speaking skills in elementary school EFL contexts. Keyword: Interactive Conventional Learning; Project Based Learning; Speaking Skills; Elementary School; Quasi Experiment. Abstrak: Penelitian ini mengkaji efektivitas strategi pembelajaran konvensional interaktif yang diintegrasikan dengan Project-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa kelas V di SD Negeri 15 Padang Genting. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa, yang dibagi secara merata menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diajar menggunakan pendekatan hibrida yang menggabungkan strategi konvensional seperti Total Physical Response (TPR), mendongeng, dan bermain peran dengan tugas berbicara berbasis proyek. Sementara itu, kelompok kontrol menerima pembelajaran menggunakan metode ceramah tradisional. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan berbicara siswa kelompok eksperimen di SD Negeri 15 Padang Genting, dengan skor rata-rata post-test sebesar 85 dan skor gain ternormalisasi sebesar 0,64 (kategori sedang–tinggi). Sebaliknya, kelompok kontrol memperoleh skor rata-rata post-test sebesar 65 dan skor gain sebesar 0,19 (kategori rendah). Uji t dua sampel independen mengonfirmasi bahwa perbedaan hasil tersebut signifikan secara statistik (t = 11,45, p < 0,05). Data kualitatif dari observasi kelas dan wawancara mendukung temuan ini, menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kefasihan, dan partisipasi aktif siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi strategi interaktif dengan PBL merupakan model pembelajaran yang efektif dan praktis untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris dalam konteks EFL di sekolah dasar.  Kata kunci: Pembelajaran Konvensional Interaktif; Project Based Learning; Keterampilan Berbicara ; Sekolah Dasar; Kuasi Eksperimen
PENGARUH MATA KULIAH BAHASA INDONESIA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS ROYAL Zulkarnain Sirait; Akmal Akmal; Suparmadi Suparmadi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4038

Abstract

Abstract: This study aims to find and analyze the elements that contribute to the difficulties students face in academic writing. This research focuses on the following issues: ineffective learning methods, students' lack of understanding of the material in Indonesian courses, lack of academic writing practice, and students' inability to apply their knowledge of Indonesian to academic writing. The research method used was qualitative with a case study approach, involving interviews, observations, and documentation of student and lecturer work. In addition, students face challenges when they apply the theories they have learned into academic writing practice. This study suggests more creative teaching methods, more writing exercises with constructive feedback, and more writing consultation and guidance to help students develop their academic writing skills Keywords: Academic writing; lectures; Indonesian language. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis unsur-unsur yang berkontribusi pada kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam menulis akademik. Penelitian ini berfokus pada masalah berikut: metode pembelajaran yang tidak efektif, kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap materi pada mata kuliah bahasa Indonesia, kurangnya latihan menulis akademik, dan ketidakmampuan mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan mereka tentang bahasa Indonesia ke dalam tulisan akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi hasil kerja mahasiswa dan dosen pengampu. Selain itu, mahasiswa menghadapi tantangan ketika mereka menerapkan teori yang telah mereka pelajari ke dalam praktik menulis akademik. Studi ini menyarankan metode pengajaran yang lebih kreatif, lebih banyak latihan menulis dengan umpan balik konstruktif, dan lebih banyak konsultasi dan bimbingan menulis untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan menulis akademik mereka. Kata kunci: Menulis akademik; perkuliahan; bahasa Indonesia.
MODEL PENDIDIKAN BAHASA BERBASIS LITERASI DIGITAL HUMANISTIK UNTUK PENGUATAN KARAKTER DAN IDENTITAS NASIONAL DI ERA KECERDASAN BUATAN Zulkarnain Sirait; Akmal Akmal; Suparmadi Suparmadi; Friska Anggraini Barus
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4661

Abstract

Abstract: The rapid advancement of digital technology and Artificial Intelligence (AI) has profoundly transformed the paradigm of language education. Language learning today is not only focused on linguistic competence but also serves as a medium for character formation and the strengthening of national identity. This study aims to develop a digital humanistic literacy–based language education model that integrates technological competence with humanistic values, digital ethics, and national awareness in the era of AI. Using a descriptive qualitative approach with a conceptual model development design (qualitative-based R&D), the research was conducted at MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, documentation, and Focus Group Discussions (FGD). The findings produced the Digital-Humanistic Literacy Model (DHLM), which combines three main components: critical digital literacy, humanistic values (empathy, politeness, and responsibility), and national identity reinforcement. Implementation of the model demonstrated increased student participation, awareness of ethical digital communication, and a stronger sense of pride in the Indonesian language. Teachers transformed from information transmitters into digital-humanistic facilitators who nurture reflection and moral responsibility. Conceptually, this model extends the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework into TPACK-H (Humanistic) by incorporating ethical and humanistic dimensions. The model contributes significantly to strengthening the Profil Pelajar Pancasila and supporting the Merdeka Belajar policy in shaping a smart, ethical, and civilized generation within the global digital landscape. Keyword: language education, digital humanistic literacy, character development, national identity, artificial intelligence. Abstrak: Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah paradigma pembelajaran bahasa secara fundamental. Pembelajaran tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan linguistik, tetapi juga harus menjadi sarana pembentukan karakter dan identitas nasional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pendidikan bahasa berbasis literasi digital humanistik yang mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan, etika digital, dan semangat kebangsaan di era kecerdasan buatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan pengembangan model konseptual (research and development berbasis kualitatif). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD) di MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan. Hasil penelitian menghasilkan Digital-Humanistic Literacy Model (DHLM) yang memadukan tiga komponen utama, yaitu: literasi digital kritis, nilai-nilai humanistik (empati, kesantunan, tanggung jawab), dan penguatan identitas nasional. Implementasi model menunjukkan peningkatan partisipasi belajar, kesadaran etika berbahasa digital, serta rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. Guru bertransformasi dari pengajar informasi menjadi fasilitator kemanusiaan digital yang menumbuhkan refleksi dan tanggung jawab peserta didik. Secara konseptual, model ini memperluas kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) menjadi TPACK-H (Humanistic) dengan menambahkan dimensi etika dan kemanusiaan. Model ini berkontribusi pada penguatan Profil Pelajar Pancasila dan implementasi kebijakan Merdeka Belajar dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan beradab di tengah arus globalisasi digital. Kata kunci: pendidikan bahasa, literasi digital humanistik, karakter, identitas nasional, kecerdasan buatan.