Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Political Communication Discourse Education in the Representation of the Maxims of Quantity and Quality Between Members of the DPRD Arini Noor Izzati; Brillianing Pratiwi; Ratu Badriyah
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan bahasa dan sastra sangat penting dalam komunikasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan penggunaan maksim kuantitas dan kualitas dalam wacana komunikasi politik antara Anggota DPRD dengan Masyarakat di Kota Makasar. Penelitian ini didasarkan pada fenomena menarik terhadap isi pesan dalam komunikasi politik para elite politik yang bisa memberikan pengaruh pada kehidupan Masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendakatan kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Data diambil dari tuturan para elit politik dalam dialog anggota DPRD dengan masyrakat di Kota Makassar. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah (1) perekaman (menjaring data percakapan) dan (2) wawancara (memperoleh data yang tidak terekam dengan smartphone dan yang tidak teramati atau tidak tercatat pada catatan lapangan saat pelaksanaan observasi). Analisis data menggunakan model interaktif Miles and Huberman (Miles et al., 2014) yang meliputi tahap: (1) pengumpulan data (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) verifikasi serta penarikan kesimpulan. Hasil temuan menunjukkan bahwa maksim kuantitas, bentuk kalimat interogatif mendominasi dibanding dengan kalimat deklaratif. Sementara untuk strategi yang mendominasi strategi langsung. Hal yang sama juga terjadi pada maksim kualitas yang didominasi oleh kalimat interogatif dan strategi langsung. Jadi, maksim kuantitas dan kualitas yang terkandung dalam komunikasi politik antara anggota DPRD dengan Masyarakat disampaikan secara langsung dengan ruang dan waktu yang sama sehingga kejelasan informasi dapat dipahami dengan mudah oleh para pendengar.
Tourists’ Perceptions of Public Information Signage in Lombok Tourism Destinations: A Linguistic Landscape Study Rahma Dewi Hartati; Brillianing Pratiwi; Arini Noor Izzati; Juliana Simangunsong
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v6i2.4654

Abstract

This study aims to examine tourists’ perceptions of language use on public information signs in tourism destinations across Lombok, Indonesia. A descriptive quantitative approach was employed, and data were collected through a questionnaire-based survey involving 164 respondents. Of these, 100 respondents who had visited Lombok were included in the main analysis. Data were analyzed through three stages: 1) descriptive statistical analysis using frequencies and percentages, 3) data visualization, and 3) interpretation based on linguistic signs as highly useful for understanding tourism environments and navigating destinations. The linguistic landscape features most frequently noticed by tourist include shop and restaurant signs, directional signs, and promotional banner. The results also reveal that bilingual (Indonesia-English) and multilingual signage plays an important role in improving information accessibility and supporting communication among diverse visitor groups. Furthermore, multilingual signs incorporating local languages contribute not only to the informational function of public signage but also to the representation of local cultural identity. These findings highlight the informational and symbolic functions of linguistic landscapes in tourism settings. This study recommends the implementation of multilingual public signage that integrates local, national, and international languages, supported by visually appealing designs that reflect local culture. Such an approach may enhance communication effectiveness, strengthen cultural representation, and improve tourists’ experiences in Lombok tourism destinations.