Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PENDEKATAN PRAGMATIK DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA DI SEKOLAH Al-Pansori, Muh Jaelani
Premiere Educandum Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is a theoretical study on the implementation of a pragmatic approach in learning speaking skills at school. Pragmatic approach is one of learning approaches that aims to train students to improve their speaking skills at school. This approach focuses on contextual learning speaking skills, particularly in the process of learning at school. Through this approach, students will be brought closer to practical conditions of speaking both orally and in writing. Thus, the learning skills of speaking with a pragmatic approach are very effective in creating active learning, especially in improving their speaking ability in the classroom and outside the classroom.Keywords: pragmatic approach, speaking skills
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT SASAK (PENDEKATAN PRAGMATIK) Alpansori, Muhammad Jaelani; Wijaya, Herman
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.607 KB) | DOI: 10.29408/edc.v9i2.72

Abstract

Folklore is a literary work or have lived life and thrive in a society that is transmitted orally from one generation to the next. Because the story passed down orally often get additional variations of the speaker or the story. A folk story will be told in the same version or a different way though the contents of the same story. This study intends to explore the meaning and value of character education contained in folklore Sasak to be disseminated to the younger generation and the Sasak. This research is descriptive research kaulitatif with a pragmatic approach to the four stages, namely (1) data collection phase, which collects all the data related to the problems that have been formulated in the study, which is a collection of folklore Sasak, and conduct interviews with informants, (2) a data reduction step, namely the activities of selecting data in accordance with the object of study in research, (3) the stage of presentation of the data, which compile information or data regularly and detailed to be easily understood and analyzed, (4) the stage of drawing conclusions, namely activities formulate conclusions from the data obtained. This study mendeskrifsikan the meaning and value of character education contained within the story Sasak. Given a message or value of character education delivered by the author to have a role in shaping the educational value of character readers. Cerita rakyat adalah karya sastra yang hidup atau pernah hidup dan berkembang dalam sebuah masyarakat yang ditularkan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena diwariskan secara lisan seringkali ceritanya mendapatkan variasi atau tambahan si penutur cerita tersebut. Sebuah cerita rakyat yang sama akan diceritakan dalam versi atau cara yang berbeda meskipun isi ceritanya sama. Penelitian ini bermaksud menggali makna dan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Sasak untuk disebarluaskan kepada generasi muda dan masyarakat Sasak. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kaulitatif dengan pendekatan pragmatik dengan empat tahap, yaitu (1) tahap pengumpulan data, yaitu mengumpulkan semua data yang berkaitan dengan masalah-masalah yang telah dirumuskan dalam penelitian, yaitu kumpulan cerita rakyat Sasak, serta melakukan wawancara dengan informan, (2) tahap reduksi data, yaitu kegiatan memilih data yang sesuai dengan objek kajian dalam penelitian, (3) tahap penyajian data, yaitu menyusun informasi atau data secara teratur dan terperinci agar mudah dipahami dan dianalisis, (4) tahap penarikan simpulan, yaitu kegiatan menyusun simpulan dari data yang sudah diperoleh. Penelitian ini mendeskrifsikan makna dan nilai pendidikan karakter yang terkadung dalam cerita Sasak. Mengingat pesan atau nilai pendidikan karakter yang disampaikan oleh pengarang memiliki peran dalam membentuk nilai pendidikan karakter pembacanya. Keywords: Values, Education, Character, Story Sasak. Kata Kunci : Nilai, Pendidikan, Karakter, Cerita Sasak.
MENILIK SINONIMIS, PERSAJAKAN DAN PESAN MORAL DALAM NASYIDNAHDLATAIN Zainul Muttaqin; Muh Jaelani Alpansori
Asas: Jurnal Sastra Vol 10, No 2 (2021): ASAS : Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ajs.v10i2.26254

Abstract

Peneliti menganalisis lagu Nahdlatain karya Muhammad Zainuddin Abdul Madjiddari aspek Sinonimis, persajakan, dan pesan moral. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan peneliti sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi. Analisis data menggunakan tiga tahap yaitu pemerolehan data, analisis data dan penarian simpulan. Data penelitian berupa data yang mengandung sinonimis, persajakan dan pesan moral dalam bentuk kata dan frasa. Penelitian ini dipandang penting disebabkan tidak semua Kyai memiliki kemampuan dalam menciptakan nasyid. Adapun hasil penelitian ini ditemukan satu kata yang bersinonim dan satu frasa yang bersinonim juga. kemudian pola persajakan yang muncul adalah pola sajak dengan rima mutlak (a-a-a-a) dan tak beraturan (a-a-b-b), rima akhir dan rima terus, sedangkan pesan moral yang disampaikan yaitu; 1) bersama-sama menuju kebaikan, 2) motivasi belajar agama, 3) memegang teguh agama, 4) bersyukur agar tidak lupa sejarah, 5) jangan lupa identitas tempat belajar, dan 6) harapan untuk menjaga madrasah bagi para penerusnya.
Peristiwa Tutur dalam Prosesi Selamatan Laut di Desa Tanjung Luar Lombok Ri’ina Ri’ina; Hary Murcahyanto; Muh. Jaelani Al-Pansori
Asas: Jurnal Sastra Vol 9, No 1 (2020): ASAS : Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ajs.v9i1.18331

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis Peristiwa Tutur dalam Prosesi Selamatan Laut di Desa Tanjung Luar, Kabupaten Keruak, Lombok. Responden dalam penelitian ini adalah orang-orang lokal yang masih percaya pada kekuatan magis prosesi yang diadakan setahun sekali sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat Tanjung Luar karena mereka telah diberkati dengan lautan luas tempat di mana hidup mereka bergantung. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh, dianalisis dengan teknik analisis data. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada acara pidato dan tindak tutur dalam prosesi selamatan laut, yaitu dari awal pembukaan program hingga akhir proses Tikolok sehingga menciptakan kesan yang sangat mendalam bagi masyarakat Tanjung. Luar menjaga tradisi nenek moyang. Bahasa yang digunakan dalam acara prosesi salah satunya adalah; Lamun kau teqa lamun kau darat! Kaming kalopah, suram anung rajane (Saya tidak suka menerima utusan dan perintah, jika rajamu adalah rajamu yang mengutusmu. Panggil rajamu!). Kalimat Perintah, diikuti oleh tindakan, sehingga dapat digolongkan sebagai tindak tutur.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS (THINK PAIR SHARE) TERHADAP KEMAMPUAN MENELAAH UNSUR KEBAHASAAN TEKS BIOGRAFI PADA SISWA KELAS VIII MTs. Al – MUSLIHUN NW MENSEH TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Herman Wijaya; Muh Jaelani Alpansori; Ramlah Gani; Eli Marnawati
Jurnal Suluh Pendidikan Vol 8 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nom- mensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jsp.v8i2.295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TPS (think pair share) terhadap kemampuan menelaah unsur kebahasaan pada teks biografi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VIII MTs. Al-Muslihun Menseh tahun pelajaran 2018/2019. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling sehingga terpilih kelas VIII-a dan kelas VIII-b. Kelas VIII-b ditentukan sebagai kelas kontrol yang diajarkan dengan metode ceramah dan kelas VIII-a ditentukan sebagai kelas eksperimen yang diajarkan dengan TPS (think pair share). Racanganan penelitian yang digunakan adalah “The Post-Test Only Control Design”. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes kognitif untuk meningkatkan prestasi belajar. Hasil penelitian untuk kelas eksperimen adalah ( =73,50), dan untuk kelas kontrol adalah = 52,90). Hasil uji normalitas diperoleh x2hitung < x2tabel yaitu 6,77<11,070 untuk kelas eksperimen dan 3,30 < 11,070 untuk kelas kontrol. Hasil uji homogenitas diperoleh Fhitung < Ftabel, yaitu 0,68 < 1,96. Maka data yang diperoleh dikatakan terdistribusi normal dan homogen. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan perumusan Uji-t. Hasilnya thitung ­ > ttabel, yaitu 5,00 > 1,68, sehingga hipotesis alternatif (Ha) Terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS) Terhadap Kemampuan Menelaah Unsur Kebahasaan Teks Biografi Siswa Kelas VIII MTs. Al-Muslihun NW Menseh Tahun Pelajaran 2018/2019 diterima.
THE EFFECTIVENESS OF TEACHING MODULE COMPUTER BASED DRILLING MODEL AND PRACTICE IN IMPROVING LEARNING ACHIEVEMENT OF INDONESIAN LANGUAGE Padlurrahman Padlurrahman; Muh. Jaelani Al-Pansori
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v14i1.14161

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the computer-assisted learning module for drill and practice model of Indonesian language learning in SMA/MA East Lombok District. This research includes development research through the stage of requirement analysis, limited sample testing and testing of action research settings. The research subject consists of teachers and SMA/ MA students in East Lombok district. Research Data is collected via questionnaire, observation sheets, tests, and interview guidelines. Data was analyzed using the component's anáolysis technique and continued with test-t analysis. The results showed that (1) th majority of teacher prepare the teaching materials independently than work collaboratively; (2) The result of learning Indonesian language through the use of a computer-assisted drill and practice based learning Module at each cycle increases, (3) There are differences in the results of Indonesian language learning between students who have been taught using a computer-assisted learning module drill and practice model with students who are taught without using a computer-assisted learning Module drill and practice model, and (4) students ' responses to learning modules developed and are in a good category.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT SASAK (PENDEKATAN PRAGMATIK) Muhammad Jaelani Alpansori; Herman Wijaya
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v9i2.72

Abstract

Folklore is a literary work or have lived life and thrive in a society that is transmitted orally from one generation to the next. Because the story passed down orally often get additional variations of the speaker or the story. A folk story will be told in the same version or a different way though the contents of the same story. This study intends to explore the meaning and value of character education contained in folklore Sasak to be disseminated to the younger generation and the Sasak. This research is descriptive research kaulitatif with a pragmatic approach to the four stages, namely (1) data collection phase, which collects all the data related to the problems that have been formulated in the study, which is a collection of folklore Sasak, and conduct interviews with informants, (2) a data reduction step, namely the activities of selecting data in accordance with the object of study in research, (3) the stage of presentation of the data, which compile information or data regularly and detailed to be easily understood and analyzed, (4) the stage of drawing conclusions, namely activities formulate conclusions from the data obtained. This study mendeskrifsikan the meaning and value of character education contained within the story Sasak. Given a message or value of character education delivered by the author to have a role in shaping the educational value of character readers. Cerita rakyat adalah karya sastra yang hidup atau pernah hidup dan berkembang dalam sebuah masyarakat yang ditularkan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena diwariskan secara lisan seringkali ceritanya mendapatkan variasi atau tambahan si penutur cerita tersebut. Sebuah cerita rakyat yang sama akan diceritakan dalam versi atau cara yang berbeda meskipun isi ceritanya sama. Penelitian ini bermaksud menggali makna dan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Sasak untuk disebarluaskan kepada generasi muda dan masyarakat Sasak. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kaulitatif dengan pendekatan pragmatik dengan empat tahap, yaitu (1) tahap pengumpulan data, yaitu mengumpulkan semua data yang berkaitan dengan masalah-masalah yang telah dirumuskan dalam penelitian, yaitu kumpulan cerita rakyat Sasak, serta melakukan wawancara dengan informan, (2) tahap reduksi data, yaitu kegiatan memilih data yang sesuai dengan objek kajian dalam penelitian, (3) tahap penyajian data, yaitu menyusun informasi atau data secara teratur dan terperinci agar mudah dipahami dan dianalisis, (4) tahap penarikan simpulan, yaitu kegiatan menyusun simpulan dari data yang sudah diperoleh. Penelitian ini mendeskrifsikan makna dan nilai pendidikan karakter yang terkadung dalam cerita Sasak. Mengingat pesan atau nilai pendidikan karakter yang disampaikan oleh pengarang memiliki peran dalam membentuk nilai pendidikan karakter pembacanya. Keywords: Values, Education, Character, Story Sasak. Kata Kunci : Nilai, Pendidikan, Karakter, Cerita Sasak.
Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru Sekolah Dasar di Wilayah Kecamatan Sikur Lia Rismawati; Wahidatul Murtafi'ah; Muh. Jaelani Al-Pansori; Mohammad Irfan
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v4i1.943

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan (i) pengetahuan mengenai penelitian tindakan kelas dan (ii) pelatihan penyusunan proposal sebagai rencana perbaikan kualitas pembelajaran. Untuk mencapai tujuan itu, metode yang digunakan ialah pelatihan dan lokakarya. Di samping itu, metode pendidikan orang dewasa (andragogi) diterapkan dengan memanfaatkan model pendekatan proses. Metode ini dipilih agar peserta bisa mengalami setiap langkah proses penyusunan proposal penelitian tindakan kelas sesuai permasalahan pembelajaran yang dihadapinya dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Kegiatan ini diikuti oleh 23 guru sekolah dasar. Peserta berhasil mewujudkan 5 draf proposal penelitian tindakan kelas yang disusun secara kelompok berdasarkan kebutuhan dan permasalahan yang mereka hadapi di sekolah. Semua proposal dapat diseminarkan dan diperbaiki berdasarkan saran, baik dari tim pengabdian masyarakat maupun dari sesama peserta. Sebagian besar peserta merasa puas terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Mereka merasa telah mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan.
Urgensi Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) sebagai Edukasi Wisatawan Asing di Lombok Al-Pansori, Muh. Jaelani; Mas'ud, Lalu; Nurmayani, Eva
Asas: Jurnal Sastra Vol 13, No 2 (2024): ASAS : Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ajs.v13i2.61862

Abstract

Salah satu bentuk pariwisata yang telah berkembang secara signifikan di seluruh dunia adalah pariwisata pendidikan. Urgensi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai tujuan wisata edukasi yang menawarkan pengalaman pendidikan dibahas dalam penelitian ini. Metodologi penelitian ini adalah kualitatif karena isu-isu yang diteliti menyangkut sikap dan perspektif para pelaku di industri pariwisata dan pendidikan terhadap BIPA sebagai salah satu daya tarik utama Lombok bagi wisatawan asing. Data dikumpulkan dengan mewawancarai sejumlah informan kunci  termasuk:, pengajar BIPA, anggota fakultas yang juga terlibat dalam program internasional, sejumlah individu yang terlibat dalam industri pariwisata, termasuk ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia saat ini dan sebelumnya, pengamat pariwisata, dan akademisi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa BIPA memiliki potensi untuk menjadi salah satu daya tarik utama Lombok bagi para pengunjung yang ingin belajar bahasa Sasak dan Indonesia. 
Penggunaan Model Contextual Teaching and Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia di SDN 7 Sambelia Lia Rismawati; Wahidatul Murtafi'ah; Muh. Jaelani Al-Pansori
Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/literasi.v3i1.940

Abstract

The aim of this research is to describe the improvement in student learning outcomes in learning using Contextual Teaching and Learning assisted by image media. Data collection methods were carried out using quantitative and quantitative methods. Data display techniques are carried out using observation and documentation techniques. Assessment instruments include written tests, observation sheets, and videos of learning activities. The conclusion of this research is the results of data collection on completion, every week the first and second increases, the first 62.5, and the second 82.08. When KKM measures the academic achievement of students who take daily tests, the progress of elementary school graduates is an average of 58.33 students, and only three students improve on daily tests, for example six students who take an average of 62.5 students increase by 50%. and second. by 50%. cycle average 82.08, an increase of 50% across twelve graduates. Overall student achievement was observed in Stage One (50%) and increased to 100% in stage B. Previous results showed that SOL activities improved learning and academic presentation grade 4 students SDN 7 Sambelia Lombok Timur. The conclusion from the results of this research is that through the CTL approach teacher abilities, student activities and student learning achievement increase.