Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Society Ahmad Dasuki; Titi Hendrawati; Sudarma Sudarma; Jauhari Jauhari; Muhtamar Sokheh
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.742

Abstract

Era Society 5.0 menghadirkan transformasi signifikan dalam sistem pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi. Perubahan berbasis teknologi digital, kecerdasan buatan, dan integrasi data menuntut adaptasi model pembelajaran yang tidak hanya berbasis transfer pengetahuan, tetapi juga penguatan karakter dan literasi digital religius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pembelajaran PAI dalam era Society 5.0 melalui pendekatan integratif yang menggabungkan kajian literatur, penelitian kualitatif deskriptif, dan action research. Penelitian dilakukan di Cikarang dengan subjek 20 mahasiswa semester 2. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman serta triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran PAI memerlukan integrasi teknologi digital yang berbasis nilai, model pembelajaran kolaboratif-reflektif, serta pendekatan humanistik yang berorientasi pada penguatan karakter mahasiswa. Implementasi action research menunjukkan adanya peningkatan partisipasi aktif mahasiswa dan kesadaran literasi keagamaan berbasis digital. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI dalam era Society 5.0 harus menyeimbangkan inovasi teknologi dengan internalisasi nilai spiritual dan etika Islam agar tetap relevan dan kontekstual.
Future Prospects of Learning Innovation Development Dewi Yuliyana; Titi Hendrawati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.743

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tuntutan keterampilan abad ke-21 menuntut adanya inovasi pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara pesatnya perkembangan teknologi dengan kesiapan guru, ketersediaan sarana prasarana, serta integrasi nilai pedagogik dan karakter dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prospek pengembangan inovasi pembelajaran di masa depan ditinjau dari aspek teknologi, pedagogik, dan penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods (metode campuran) dengan desain sequential explanatory, yang mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif secara berurutan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Penelitian dilaksanakan di beberapa satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Populasi penelitian adalah guru pada jenjang tersebut, dengan sampel sebanyak 20 guru yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pengalaman dalam penerapan inovasi pembelajaran. Jumlah sampel ini tidak ditujukan untuk generalisasi statistik, melainkan untuk memperoleh data yang mendalam dan mencapai ketercukupan informasi (data saturation). Data kuantitatif diperoleh melalui angket untuk mengukur tingkat kesiapan dan implementasi inovasi pembelajaran, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS. Selanjutnya, data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi guna memperkuat serta menjelaskan temuan kuantitatif, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru telah menerapkan inovasi pembelajaran berbasis digital dan blended learning. Sebanyak 70% guru berada pada kategori siap, dan 80% responden menyatakan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan inovasi. Disimpulkan bahwa prospek inovasi pembelajaran di masa depan sangat besar apabila dikembangkan secara terintegrasi antara teknologi, pedagogik, dan penguatan karakter.
Integration of Internet of Things (IoT) in Islamic Religious Education Learning: Implications for Adaptive Curriculum Development and TPACK-Based Learning Management in Higher Education Titi Hendrawati; Suherman Suherman
Journal of Education and Teacher Training Innovation Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Education and Teacher Training Innovation
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/vbw7xg33

Abstract

The implementation of Islamic Religious Education (PAI) in higher education plays a strategic role in shaping students’ character, spirituality, and academic integrity. However, its implementation still faces several challenges, including disparities in teaching practices, limited technology utilization, non-adaptive learning approaches, and non-integrated academic management systems. This study specifically aims to: (1) identify disparities in lecturers’ teaching practices in PAI learning; (2) analyze students’ needs for interactive and adaptive learning environments; (3) examine the limitations of existing academic management systems; and (4) explore how the integration of the Internet of Things (IoT) can address these challenges through adaptive curriculum development and TPACK-based learning management. This research employs a qualitative approach with a phenomenological design conducted at an Islamic higher education institution. The participants consisted of 24 individuals, including lecturers, students, and educational staff selected through purposive sampling based on data saturation principles. Data sources include primary data obtained through in-depth interviews and observations, as well as secondary data from institutional documents. Data collection techniques involved interviews, participatory observation, and documentation, while data analysis used the Colaizzi phenomenological method supported by triangulation and member checking to ensure validity. The findings reveal significant disparities in lecturers’ teaching practices, a strong need for interactive and adaptive learning environments, and limitations in existing academic management systems. The integration of IoT demonstrates considerable potential in enabling real-time data processing, supporting adaptive learning systems, and enhancing data-driven decision-making processes. In conclusion, IoT integration represents a strategic solution for transforming PAI learning into a more adaptive, interactive, and efficient system. However, its successful implementation depends on infrastructure readiness, digital competence, and institutional policy support.
Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Melalui Pelatihan Komunikasi Humanistik Dan Metode GASING Untuk Pembentukan Karakter Peserta Didik Titi Hendrawati; Nurshiddieq
Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/inisiatif.v5i1.791

Abstract

This community service activity aims to improve the capacity of PKBM tutors in applying humanistic communication and the GASING method to support students’ character development. The program was conducted at PKBM Bina Mandiri Cipageran Cimahi using the Participatory Action Research (PAR) approach through stages of needs assessment, training, mentoring, implementation, and evaluation. The implementation methods included workshops, learning practices, observations, participatory discussions, and mentoring activities for tutors in applying humanistic communication and the GASING method during the learning process. The results of the program showed an improvement in tutors’ understanding and skills in creating a more communicative, enjoyable, and student-centered learning environment. In addition, students demonstrated increased learning motivation, participation, discipline, self-confidence, and cooperation during classroom activities. This community service program also contributed positively to strengthening a humanistic learning culture within the PKBM environment. The implication of this activity indicates that continuous training and mentoring can become an effective empowerment model for non-formal education tutors in supporting sustainable character-based learning.
ISLAMIC LITERACY AND THE DEVELOPMENT OF SOCIAL AWARENESS AMONG URBAN MUSLIMS IN THE ERA OF GLOBALIZATION Titi Hendrawati; John Michael Anderson
Karimiyah: Journal of Islamic Literature and Muslim Society Vol. 5 No. 2 (2026): Karimiyah: Journal of Islamic Literature and Muslim Society
Publisher : Universitas Islam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59623/hqrcs909

Abstract

This study examines the relationship between Islamic literacy and social awareness among urban Muslim communities in the context of accelerating globalization, with particular attention to Indonesia as the world’s largest Muslim-majority nation. Employing a Systematic Literature Review (SLR) guided by PRISMA protocol, the study systematically screened 312 scholarly publications retrieved from Scopus, Web of Science, Google Scholar, ERIC, DOAJ, and SINTA databases, covering the period 2018–2024. Following a rigorous three-stage selection procedure, 87 studies met the inclusion criteria and were subsequently analyzed through a narrative-thematic synthesis approach. The findings reveal that Islamic literacy is inherently multidimensional, encompassing four analytically distinct yet interrelated dimensions: textual-classical, critical-interreligious, digital-media, and social-civic. These dimensions operate synergistically through four principal mechanisms: the formation of scripture-grounded ethical character, the cultivation of critical capacity for social resilience, the reinforcement of communal identity as a driver of prosocial action, and the development of cross-cultural competence. The evidence strongly indicates that when Islamic literacy is developed in an integrative manner, it functions simultaneously as a protective and constructive force reducing individual susceptibility to disinformation and extremist recruitment, nurturing inclusive and moderate religious identity, and strengthening ethically-grounded civic participation. Mosque-based literacy programs, institutionalized digital literacy initiatives, and formal Islamic educational institutions each play vital roles in producing Muslim communities capable of robust and socially responsible engagement with contemporary challenges. The study concludes that rather than rendering Islamic literacy obsolete, the era of globalization intensifies its urgency as a foundational resource for social consciousness.
Integration of IoT Devices in PAI Learning: Strategic Impact on Curriculum Management, Evaluation, and Resources Titi Hendrawati
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i2.1705

Abstract

This research discusses the ongoing challenges in Islamic Religious Education (PAI) learning at STAI Haji Agus Salim, specifically the mismatch between lecturers' teaching styles, limited facilities, and student characteristics. This research emphasizes the role of the Internet of Things (IoT) as a strategic tool for improving the quality of education and learning management. Using a qualitative design through phenomenological analysis involving interviews, observations, and document review, the research findings indicate that IoT can support adaptive learning, real-time assessment, and managerial effectiveness. This integration aligns with Vygotsky's constructivist scaffolding theory and the TPACK framework in supporting teachers' digital literacy. However, there are still challenges related to technological competence, protection of student data, and resistance to organizational culture change. This research concludes that IoT has the potential to drive the creation of an adaptive, inclusive, and sustainable smart campus ecosystem, and that a phased implementation in a curriculum tracking system with TPACK-based training can be considered. 
PENERAPAN METODE NURUL BAYAN DALAM PENINGKATAN KUALITAS TAHSINUL QUR'AN DI SDI ABDURRAHMAN BIN AUF CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI Titi Hendrawati; Heri Irawan
Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Marifah Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam
Publisher : LPPM STAI Haji Agus Salim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64173/mrf.v1i2.39

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode Nurul Bayan dalam program Tahsinul Qur'an dan mengidentifikasi unsur-unsur yang mendorong dan menghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan tujuan mendeskripsikan masalah secara menyeluruh dan menyajikan jawabannya. Data penelitian ini dikumpulkan dari sumber primer dan sekunder dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan Hasil temuan penelitian program ini bertujuan untuk membentuk hafidz/hafidza yang dapat menguasai tajwid Al-Qur'an dengan standar isnad sebagaimana diturunkan kepada Rasulullah. SAW, dengan ketelitian dalam makhorijul huruf, ciri-ciri huruf, dan penerapan hukum tajwid. Teknik Nurul Bayan didukung oleh dua buku pegangan, Fathurrohman dan Matan Tuhfatul Athfal. Buku mutaba'ah yang mencatat keberhasilan mahasiswa berupa pertambahan bab dan peningkatan juz di tengah atau akhir semester dapat digunakan untuk menelusuri proses evaluasi siswa dalam mempertahankan memori dan meningkatkan keterampilan membaca.
Strategi Learning Organization Berbasis Model SECILO Dalam Meningkatkan Kinerja Kelembagaan Pendidikan Islam Titi Hendrawati; Sohwatun Hanifah
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (INJURIES) Vol. 4 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Education Studies (INJURIES)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/ykm7py08

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the SECILO Model as a learning organization strategy to enhance the organizational performance of Islamic educational institutions. Knowledge management has become a strategic necessity for Islamic educational institutions to respond to organizational change, foster innovation, and improve institutional governance. This study employed a qualitative approach using a literature review method by systematically analyzing relevant scholarly articles, books, and academic documents related to the SECILO Model, learning organizations, and Islamic education management. The findings indicate that the implementation of the four SECILO stages socialization, externalization, combination, and internalization strengthens knowledge-sharing practices, improves decision-making effectiveness, promotes organizational innovation, and enhances institutional performance. The effectiveness of the model is influenced by visionary leadership, a collaborative organizational culture, human resource competencies, and the utilization of information technology. This study concludes that the SECILO Model provides a relevant conceptual framework for developing adaptive, innovative, and sustainable learning organizations within the context of Islamic Education Management.
Pengembangan Model SECILO–PPPEP untuk Memperkuat Implementasi Learning Organization dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Titi Hendrawati; Ika Kartika
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9499

Abstract

Transformasi digital, perkembangan teknologi, globalisasi, dan tuntutan kompetensi abad ke-21 mendorong lembaga pendidikan bertransformasi menjadi learning organization yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kepemimpinan yang belum transformasional, budaya organisasi yang belum mendukung pembelajaran, resistensi terhadap perubahan, keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi yang belum optimal, serta kebijakan yang belum konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi learning organization, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya, serta mengembangkan model konseptual SECILO–PPPEP sebagai strategi penguatan organisasi pembelajar di bidang pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satuan pendidikan yang menerapkan prinsip learning organization. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi learning organization ditentukan oleh sinergi antara kepemimpinan transformasional, budaya belajar organisasi, pengembangan profesional berkelanjutan, transformasi digital, manajemen pengetahuan, dan dukungan kebijakan institusi. Model SECILO–PPPEP yang dihasilkan memberikan kerangka konseptual sekaligus rekomendasi praktis bagi pengelola dan pembuat kebijakan untuk membangun organisasi pembelajar yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Praktik SECILO sebagai Strategi Pengembangan Learning Organization di Pondok Pesantren Titi Hendrawati; Mustopa Mustopa
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik SECILO (Socialization, Externalization, Combination, dan Internalization Learning Organization) sebagai strategi pengembangan Learning Organization di Pondok Pesantren Roi’yatul Mujahidin Sukatani Kabupaten Bekasi. Kebutuhan pesantren untuk beradaptasi terhadap perubahan pendidikan menuntut pengelolaan pengetahuan yang mampu mengintegrasikan pengalaman individual menjadi pembelajaran organisasi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SECILO berlangsung melalui siklus berbagi pengetahuan, dokumentasi pengalaman, integrasi pengetahuan ke dalam sistem organisasi, dan penerapan kembali pengetahuan dalam praktik pembelajaran. Praktik tersebut memperkuat kolaborasi, kompetensi guru, budaya reflektif, dan perbaikan mutu berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa SECILO berpotensi menjadi strategi pengembangan organisasi pembelajar yang adaptif sekaligus berakar pada nilai pendidikan Islam.