Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Strategi Komunikasi Humas Polres Sikka Pada Website Tribratanewssikka.com Dalam Meningkatkan Citra Institusi Maria Anselmia; Viktor Ariestyan Sedu; Markus Kristian Retu
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2530

Abstract

This study aims to analyze the communication strategy of the Public Relations division of Sikka Police Resort through the TribrataNewsSikka.com website in enhancing institutional reputation and online image management. This research is situated within the field of Communication Studies, focusing on Cyber Public Relations, particularly on reputation building and online image management of public institutions. The study employs a qualitative descriptive method. Data were collected through website content observation, interviews with public relations officers, and documentation of digital publications. Data analysis was conducted by linking the findings to Cyber Public Relations principles, including information management, message consistency, transparency, and responsiveness in shaping a positive online image. The results indicate that TribrataNewsSikka.com functions as a strategic digital platform for strengthening institutional reputation by disseminating information on police activities, public services, and issue clarification to maintain public trust. Nevertheless, enhancing interactivity and two-way communication remains necessary to optimize online image management.
Implementasi Kebijakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) Dalam Meningkatkan Pelayanan Administrasi Kependudukan Melalui Komunikasi Publik Di Kabupaten Sikka Markus Kristian Retu; Victor Ariestyan Sedu
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11780

Abstract

Pelayanan administrasi kependudukan merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang berperan penting dalam menjamin kepastian hukum dan pemenuhan hak administrasi setiap warga negara. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, pemerintah mengembangkan inovasi pelayanan melalui penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik berbasis digital. Laporan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelayanan administrasi kependudukan melalui IKD di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka serta mengidentifikasi manfaat dan kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif pada Peneltian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, partisipasi aktif dalam pelayanan administrasi kependudukan, dokumentasi, dan pendampingan kepada masyarakat selama pelaksanaan registrasi serta aktivasi IKD. Roadmap penelitian ini fokus pada tata kelola informasi, komunikasi publik, pelayanan publik, kebijakan pemerintah, serta transformasi digital.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi IKD mampu meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi kependudukan melalui kemudahan akses identitas digital, percepatan proses pelayanan, peningkatan keamanan data, serta efisiensi penyelenggaraan administrasi sesuai dengan penyampaian informasi yang tepat, Komunikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun demikian, implementasi IKD masih menghadapi beberapa kendala, antara lain rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan kepemilikan perangkat telepon pintar yang mendukung aplikasi IKD, serta gangguan jaringan internet yang memengaruhi kelancaran proses registrasi dan aktivasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, edukasi kepada masyarakat, dan penguatan infrastruktur teknologi informasi agar implementasi IKD dapat berjalan lebih optimal serta mendukung terwujudnya pelayanan administrasi kependudukan yang berkualitas, efektif, dan berbasis digital.
Efektivitas Komunikasi Organisasi dalam Pengelolaan Arsip Dinamis pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Caesilia Apriliani Dasion; Markus Kristian Retu; Intan Mustafa; Viktor Ariestyan Sedu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi organisasi dalam pengelolaan arsip dinamis pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka dengan menggunakan perspektif Teori Sistem Organisasi (Systems Theory) yang dikemukakan oleh Katz dan Kahn. Dalam kerangka ini, organisasi dipahami sebagai sistem terbuka yang bergantung pada proses komunikasi sebagai mekanisme utama dalam mengelola input, transformasi, dan output. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aparatur yang terlibat dalam pengelolaan arsip dinamis. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah alur komunikasi internal, koordinasi antarunit kerja, mekanisme umpan balik, serta adaptasi organisasi terhadap kebijakan kearsipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi dalam pengelolaan arsip dinamis telah berfungsi sebagai subsistem pendukung yang relatif efektif, terutama melalui komunikasi formal dan struktur birokrasi. Namun, efektivitas sistem masih menghadapi hambatan berupa kurang optimalnya arus informasi, keterbatasan sumber daya manusia, dan lemahnya umpan balik antar subsistem organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan fungsi public relations internal, sebagai pengelola komunikasi sistemik, berperan penting dalam menjaga keseimbangan sistem organisasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip dinamis.
Praktik Komunikasi Penyiaran dalam Membangun Kepercayaan Pendengar Alexander Agung Putra Parilibak; Intan Mustafa; Markus Kristian Retu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2249

Abstract

Radio sebagai media informasi publik masih memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan pendengar, khususnya pada konteks radio pemerintah daerah. Kepercayaan pendengar tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh praktik komunikasi penyiar dalam proses siaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis praktik komunikasi penyiaran dalam membangun kepercayaan pendengar di Radio Suara Sikka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi siaran, dokumentasi program, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan pendengar dibangun melalui kesesuaian gaya penyiaran dengan jenis program, pola penyampaian pesan, serta bentuk interaksi dengan pendengar. Program interaktif memberikan ruang kedekatan emosional antara penyiar dan pendengar, sementara program berita menekankan akurasi informasi dan pembawaan yang formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepercayaan pendengar pada radio publik merupakan hasil dari praktik komunikasi penyiaran yang konsisten, kontekstual, dan selaras dengan batasan kelembagaan radio pemerintah daerah.
Strategi Komunikasi Public Relations dalam Penyelesaian Sengketa Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka Viktor Ariestyan Sedu; Fransiska Kartini Bhoko; Markus Kristian Retu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2252

Abstract

Sengketa tanah merupakan permasalahan publik yang kompleks dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pertanahan apabila tidak dikelola melalui komunikasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Public Relations dalam penyelesaian sengketa tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka, khususnya dalam membangun kepercayaan dan legitimasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aparatur Kantor Pertanahan serta masyarakat yang terlibat dalam proses penyelesaian sengketa. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengacu pada teori Public Relations dan konsep komunikasi pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Public Relations diwujudkan melalui komunikasi persuasif, transparansi informasi, pendekatan dialogis, serta pelayanan yang responsif terhadap keluhan masyarakat. Strategi tersebut berperan penting dalam mereduksi konflik, meningkatkan pemahaman publik, serta membangun kepercayaan dan legitimasi institusi pertanahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penyelesaian sengketa tanah tidak hanya ditentukan oleh aspek administratif dan hukum, tetapi juga oleh efektivitas strategi komunikasi Public Relations dalam konteks pelayanan publik.
Strategi Komunikasi Public Relations dalam Implementasi Program Pendaftaran Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka Markus Kristian Retu; Theresia Yohanesta Setu; Viktor Ariestyan Sedu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Public Relations dalam implementasi Program Pendaftaran Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka. Program NPP merupakan inovasi layanan perpustakaan yang bertujuan meningkatkan pendataan dan akses masyarakat terhadap layanan perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada komunikasi organisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi langsung terhadap aktivitas komunikasi, serta studi dokumentasi. Analisis penelitian ini menggunakan Teori Public Relations Two-Way Symmetrical dari Grunig dan Hunt sebagai kerangka utama untuk melihat pola komunikasi timbal balik antara institusi dan masyarakat, serta Teori Difusi Inovasi dari Rogers untuk memahami proses penyebaran dan penerimaan program NPP oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Public Relations yang diterapkan menekankan dialog dua arah, keterbukaan informasi, serta penyesuaian pesan berdasarkan umpan balik publik. Selain itu, proses difusi inovasi program NPP berlangsung melalui tahapan pengetahuan, persuasi, keputusan, dan adopsi, dengan peran aktif komunikator sebagai agen perubahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan komunikasi dua arah yang simetris berkontribusi positif terhadap efektivitas implementasi Program NPP dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam layanan perpustakaan daerah.
Eksplorasi Minat Baca Pengunjung dari Konvensional ke Digital pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Maria Yosina; Markus Kristian Retu; Viktor Ariestyan Sedu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi minat baca pengunjung dari konvensional ke digital pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka. Perubahan teknologi informasi telah mendorong transformasi perpustakaan dari layanan berbasis koleksi cetak menuju layanan digital, yang berdampak pada pola perilaku membaca masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif-deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri atas pengunjung perpustakaan, pustakawan, dan pengelola perpustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat baca pengunjung masih didominasi oleh penggunaan bahan bacaan konvensional, khususnya buku cetak, namun mulai mengalami pergeseran ke arah digital, terutama di kalangan pengguna yang memiliki literasi digital yang baik. Peralihan minat baca dari konvensional ke digital terjadi secara bertahap dan bersifat komplementer, di mana pengunjung mengombinasikan penggunaan sumber bacaan cetak dan digital sesuai kebutuhan. Faktor-faktor yang memengaruhi peralihan minat baca meliputi ketersediaan fasilitas teknologi, tingkat literasi digital, kebiasaan membaca, faktor sosial-budaya, serta kualitas layanan perpustakaan. Transformasi digital perpustakaan memberikan dampak positif terhadap akses informasi, tetapi belum sepenuhnya meningkatkan intensitas membaca pengunjung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat baca pengunjung berada dalam fase transisi dari konvensional ke digital yang tidak bersifat menggantikan, melainkan saling melengkapi. Oleh karena itu, pengembangan model perpustakaan hibrida, penguatan literasi digital, dan strategi komunikasi perpustakaan yang efektif menjadi penting untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat.
Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai Inovasi Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kabupaten Sikka Markus Kristian Retu; Intan Mustafa; Maria Elasilva Blandina; Lodowik Nikodemus Kedoh
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2287

Abstract

Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan inovasi pelayanan administrasi kependudukan yang dikembangkan pemerintah sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan IKD sebagai inovasi pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Sikka, serta mengidentifikasi manfaat dan kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan aparatur Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka dan masyarakat pengguna layanan, observasi langsung terhadap proses pelayanan, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IKD memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan efisiensi pelayanan, kemudahan akses dokumen kependudukan, serta pengurangan ketergantungan pada dokumen fisik. Namun demikian, implementasi IKD belum berjalan secara optimal akibat keterbatasan infrastruktur teknologi, kesiapan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital masyarakat, serta belum maksimalnya kegiatan sosialisasi. Selain itu, kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan data pribadi turut memengaruhi tingkat penerimaan terhadap layanan berbasis digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi IKD tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi, tetapi juga oleh kesiapan institusional, dukungan kebijakan, dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperkuat infrastruktur, meningkatkan kapasitas aparatur, serta memperluas edukasi publik guna mengoptimalkan penerapan IKD di Kabupaten Sikka.
Dinamika Komunikasi Publik dalam Fenomena Pungutan Liar di Destinasi Wisata Pantai Koka Maumere Fransiska Aprilia Fenge; Markus Kristian Retu; Intan Mustafa
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2401

Abstract

Fenomena pungutan liar (pungli) di destinasi wisata merupakan persoalan sosial yang tidak hanya berdampak pada citra pariwisata, tetapi juga mencerminkan dinamika komunikasi antara pengelola, masyarakat lokal, wisatawan, dan pemerintah. Pantai Koka Maumere sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sikka tidak terlepas dari praktik pungutan liar yang memicu beragam respons publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi publik dalam fenomena pungutan liar di destinasi wisata Pantai Koka Maumere, dengan menelaah pola interaksi, persepsi, serta alur komunikasi antaraktor yang terlibat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat lokal, wisatawan, pengelola wisata, serta aparat pemerintah terkait, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pungutan liar muncul akibat lemahnya komunikasi kebijakan, kurangnya sosialisasi aturan resmi, serta perbedaan pemahaman antara masyarakat lokal dan wisatawan mengenai sistem pengelolaan wisata. Dinamika komunikasi publik ditandai oleh komunikasi informal, penyampaian informasi yang tidak terstruktur, serta minimnya ruang dialog partisipatif antara pemangku kepentingan. Kondisi ini memicu kesalahpahaman, konflik laten, dan menurunnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan destinasi wisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan komunikasi publik yang transparan, partisipatif, dan berbasis kearifan lokal menjadi kunci dalam menekan praktik pungutan liar serta membangun tata kelola pariwisata yang berkelanjutan di Pantai Koka Maumere.
Festival Jelajah Maumere sebagai Upaya Merawat Warisan Leluhur dan Peradaban Lokal melalui Dinas Pariwasata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Maria Margaretha Paula; Markus Kristian Retu; Intan Mustafa
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2403

Abstract

Festival budaya merupakan salah satu strategi penting dalam upaya pelestarian warisan leluhur dan peradaban lokal di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Festival Jelajah Maumere sebagai upaya merawat warisan leluhur dan peradaban lokal melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, menjadikan Festival Jelajah Maumere sebagai studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, tokoh adat, pelaku seni budaya, serta masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Jelajah Maumere berperan sebagai media pelestarian budaya yang efektif melalui representasi nilai-nilai leluhur, penguatan identitas budaya lokal, serta pewarisan tradisi kepada generasi muda. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka berperan strategis sebagai fasilitator, regulator, dan promotor budaya dalam penyelenggaraan festival, sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat dan komunitas adat. Selain berdampak pada pelestarian budaya, festival ini juga memberikan kontribusi sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal melalui penguatan sektor pariwisata budaya dan ekonomi kreatif. Namun demikian, penelitian ini menemukan adanya tantangan berupa keterbatasan sumber daya, risiko komodifikasi budaya, serta belum optimalnya pemerataan manfaat festival bagi seluruh komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Festival Jelajah Maumere tidak hanya berfungsi sebagai agenda pariwisata, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam menjaga keberlanjutan warisan leluhur dan peradaban lokal di Kabupaten Sikka. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan festival yang berkelanjutan, partisipatif, dan berorientasi pada nilai-nilai budaya lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara jangka panjang.