Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Production Performance Of Commercial Laying Hens At The Tiga Putri Business Group In Bambaea Village, East Poleang District, Bombana Regency Nur Afni; Hajar Hajar; Inal Inal; Awal Maulid Sari; Wa Ode Umrawati Latif; Farra Sasmita
Journal of Agriculture, Agribusiness, Welfare, Technology, Humanity, Environment, Social, and Economy Vol. 2 No. 1 (2026): April - June 2026 Edition
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/agrones.v2i1.734

Abstract

This study aimed to evaluate the production performance of commercial laying hens at Kelompok Usaha Tiga Putri using key indicators, including feed consumption, Feed Conversion Ratio (FCR), Hen Day Production (HDP), egg weight, and mortality rate. A quantitative descriptive case study design was employed. Data were collected through direct observation, interviews, and production recording over a 30-day period involving 60 laying hens. The results indicate that feed consumption was relatively stable, with a total intake of 208,630 g and minimal feed residue, reflecting efficient feeding management. The average FCR value was 2.2, indicating good feed utilization efficiency. The average HDP reached 88%, categorized as high and within commercial production standards. Egg weight remained consistent at 59–60 g/egg, classified as medium to large size. The mortality rate was low at 2%, indicating favorable flock health conditions. Overall, the production system demonstrated good management efficiency in supporting laying hen productivity. However, improvement is still required in feed formulation, ration quality optimization, and housing environmental control to further enhance production efficiency and sustainability. The findings provide practical insights for improving laying hen management in small to medium-scale commercial poultry farms.
Strategi Petani Kelapa Sawit dalam Meningkatkan Pendapatan Usahatani Perspektif Agribisnis: Studi Fenomenologi pada Perkebunan Sawit Rakyat La Harudin; Wa Ode Umrawati Latif; Nurmaya; Harianti; Haerudin Tao; Awal Maulid Sari
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 4 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v4i1.3180

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan rakyat. Namun, petani kelapa sawit rakyat masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti keterbatasan modal, fluktuasi harga tandan buah segar (TBS), keterbatasan akses informasi pasar, serta belum optimalnya penerapan manajemen usaha berbasis agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman, strategi pengelolaan usaha, dan upaya petani kelapa sawit rakyat dalam meningkatkan pendapatan berdasarkan perspektif agribisnis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas 10 orang petani kelapa sawit rakyat yang dipilih berdasarkan kriteria memiliki pengalaman mengelola kebun sawit lebih dari lima tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman petani menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan usaha, terutama dalam pemeliharaan tanaman, penggunaan input produksi, dan strategi menghadapi perubahan pasar. Petani menerapkan berbagai strategi peningkatan pendapatan melalui pemeliharaan tanaman, efisiensi biaya produksi, pengelolaan kualitas hasil panen, serta pemanfaatan kelompok tani sebagai sumber informasi dan penguatan jaringan usaha. Dalam menghadapi fluktuasi harga TBS, petani melakukan adaptasi melalui pengaturan biaya, peningkatan produktivitas, dan pencarian informasi pasar. Perspektif agribisnis menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan petani sawit rakyat tidak hanya bergantung pada aspek produksi, tetapi juga pada kemampuan mengelola seluruh rantai usaha mulai dari penyediaan input, produksi, pemasaran, hingga penguatan kelembagaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas petani dan penguatan kelembagaan agribisnis untuk mendukung keberlanjutan usaha kelapa sawit rakyat.