Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MODEL ARSITEKTUR POHON ORDO SAPINDALES DI SEKITAR KAWASAN WISATA AIR TERJUN MORAMO HUTAN SUAKA MARGASATWA TANJUNG PEROPA Farra Sasmita; Asmawati Murni; Pallawagau Sapaille
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.337 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v6i1.17466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model arsitektur pohon ordo Sapindales di sekitar kawasan wisata air terjun Moramo Hutan Suaka Margasatwa Tanjung Peropa. Waktu dan tempat penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2016/2017 bulan Januari-Februari 2017 bertempat di kawasan wisata air terjun Moramo Hutan Suaka Margasatwa Tanjung Peropa. Sampel dalam penelitian ini adalah jenis pohon yang termasuk dalam ordo Sapindales. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan teknik jelajah. Teknik analisis data yaitu dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah pada famili Sapindaceae ditemukan satu spesies yaitu kase (Pometia pinnata)teridentifikasi memiliki model Koriba, famili Anacardiaceae terdapat tujuh spesies yang ditemukan yaitu kedondong hutan (Spondias pinnata), mangga hutan (Mangifera indica), kuweni (Mangifera odorata), ketiganya memiliki model Scarrone, jambu mete (Anacardium occidentale) memiliki model Troll, dahu hitam (Dracontomelon dao) dan dahu merah (Dracontomelon duperreanum) memiliki model Stone, gui (Koordersiodenron pinnatum)memiliki model Roux, dan famili Burseraceae ditemukan satu spesies yaitu lengai (Haplolobus celebicus)memiliki model Stone. Model Scarrone dan model Stone adalah model arsitektur pohon yang mendominasi pada jenis tumbuhan yang termasuk ordo Sapindales yang ada di kawasan wisata air terjun Moramo Hutan Suaka Margasatwa Tanjung Peropa.
Empowerment of Super Village Chicken Breeder Groups in Baruga District Farra Sasmita; La Haruddin; Hajar; Rustan Ari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 9 (2022): Desember 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i9.2114

Abstract

Watubangga Subdistrict is one of the subdistricts in Baruga District, Kendari City which has a very potential area for the development of livestock businesses, specifically the super free-range chicken business. The service aims to provide understanding to the Mahika Mandiri livestock group regarding Strengthening Capacity and Group Dynamics, Maintenance Management, Housing and Sanitation, and Technical Guidance on Making Hatchery Machines and Their Use with the duration of the service from September to October 2022. The results of the service can provide benefits regarding strengthening capacity and group dynamics, changing the way farmers manage maintenance, housing and sanitation, and livestock groups that are members of the Mahika Mandiri group can make hatching machines and how to use them.
Prevalence of Helminthiasis in Beef Cattle in West Muna Regency Wa Ode Umrawati Latif; Farra Sasmita; Sri Fauzia
Indonesian Journal Of Animal Agricultural Science (IJAAS) Vol 5, No 1 (2023): Indonesian Journal of Animal Agricultural Science (IJAAS)
Publisher : Pascasarjana Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/ijaas.v5i1.40022

Abstract

 West Muna Regency is one of the areas in Southeast Sulawesi Province which has a cattle population of 33.900 heads in 2021. This livestock business requires infrastructure to ensure the health of livestock to avoid disease. The disease that is often found in animal husbandry is helminthiasis (helminthiasis). Worms are a disease caused by the presence of worms that infect the animal's body both in the digestive, respiratory, liver and other body parts. The research was conducted in West Muna Regency in October-November 2022. This research used a quantitative research method with a secondary data analysis approach. Secondary data was obtained from helminthiasis case data and the cattle population was obtained from data from the West Muna Agricultural Service Center. Data analysis in this study used descriptive analysis which aimed to describe the prevalence of helminthiasis in cattle. Based on the results of the study, it was found that the prevalence of helminthiasis in cattle in West Muna Regency in 2022 has an average value of 24%.
Production Performance Of Commercial Laying Hens At The Tiga Putri Business Group In Bambaea Village, East Poleang District, Bombana Regency Nur Afni; Hajar Hajar; Inal Inal; Awal Maulid Sari; Wa Ode Umrawati Latif; Farra Sasmita
Journal of Agriculture, Agribusiness, Welfare, Technology, Humanity, Environment, Social, and Economy Vol. 2 No. 1 (2026): April - June 2026 Edition
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/agrones.v2i1.734

Abstract

This study aimed to evaluate the production performance of commercial laying hens at Kelompok Usaha Tiga Putri using key indicators, including feed consumption, Feed Conversion Ratio (FCR), Hen Day Production (HDP), egg weight, and mortality rate. A quantitative descriptive case study design was employed. Data were collected through direct observation, interviews, and production recording over a 30-day period involving 60 laying hens. The results indicate that feed consumption was relatively stable, with a total intake of 208,630 g and minimal feed residue, reflecting efficient feeding management. The average FCR value was 2.2, indicating good feed utilization efficiency. The average HDP reached 88%, categorized as high and within commercial production standards. Egg weight remained consistent at 59–60 g/egg, classified as medium to large size. The mortality rate was low at 2%, indicating favorable flock health conditions. Overall, the production system demonstrated good management efficiency in supporting laying hen productivity. However, improvement is still required in feed formulation, ration quality optimization, and housing environmental control to further enhance production efficiency and sustainability. The findings provide practical insights for improving laying hen management in small to medium-scale commercial poultry farms.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN MELALUI PEMANFAATAN TULANG IKAN SEBAGAI PENYEDAP RASA DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN LOKAL DI DESA TANJUNG TIRAM Ridha Taurisma Lajaria; Farra Sasmita; Hastian Hastian
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39229

Abstract

ABSTRAKProgram Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, pada tahun 2025 dengan mitra sasaran Kelompok Nelayan Lantahi yang beranggotakan 25 orang, termasuk enam ibu rumah tangga yang aktif dalam pengolahan hasil perikanan. Kegiatan dilatarbelakangi oleh tingginya potensi tangkapan ikan harian sekitar 100-150 kg, sedangkan pengolahan masih terbatas pada penjualan ikan segar dan ikan kering sekitar 10 kg per minggu. Selain itu, limbah tulang dan kepala ikan sekitar 20-30 kg per hari belum dimanfaatkan secara produktif. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas produksi, mendorong diversifikasi produk olahan ikan, memanfaatkan limbah tulang ikan menjadi penyedap rasa alami, memperkuat manajemen usaha, serta memperluas pemasaran melalui digital marketing. Metode pelaksanaan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan mitra, sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, monitoring, dan evaluasi berbasis observasi, logbook produksi, pencatatan omzet, pre-test dan post-test sederhana, serta kuesioner umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dari sekitar 10 kg menjadi 50 kg per minggu, peningkatan omzet rata-rata sekitar 30%, terbentuknya variasi produk berupa abon ikan, nugget ikan, dan penyedap rasa alami, serta tercapainya 30 transaksi online dan offline pada tiga bulan awal pendampingan. Limbah tulang ikan yang sebelumnya dibuang telah dimanfaatkan sekitar 15-24 kg per hari menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna, manajemen usaha, dan pemasaran digital mampu memperkuat ketahanan pangan lokal, meningkatkan pendapatan, dan mendorong ekonomi sirkular masyarakat pesisir.Kata kunci: Pemberdayaan Nelayan; Limbah Tulang Ikan; Penyedap Rasa Alami; Digital Marketing; Ketahana Pangan Lokal. ABSTRACTThis Community Service Program was implemented in Tanjung Tiram Village, North Moramo District, South Konawe Regency, in 2025 in partnership with the Lantahi Fishermen Group, which consists of 25 members, including six housewives actively involved in fish processing activities. The program was motivated by the high daily fish catch potential of approximately 100-150 kg, while processing activities were still limited to fresh fish sales and dried fish production of around 10 kg per week. In addition, fish bone and head waste of approximately 20-30 kg per day had not been productively utilized. This program aimed to increase production capacity, encourage diversification of processed fish products, utilize fish bone waste into natural flavoring, strengthen business management, and expand marketing through digital marketing. The implementation method consisted of coordination with village government and partners, socialization, technical training, application of appropriate technology, mentoring, monitoring, and evaluation through observation, production logbooks, turnover records, simple pre-tests and post-tests, and participant feedback questionnaires. The results showed an increase in production capacity from approximately 10 kg to 50 kg per week, an average turnover increase of about 30%, the development of diversified products such as fish floss, fish nuggets, and natural flavoring, and the achievement of 30 online and offline transactions during the first three months of mentoring. Fish bone waste that was previously discarded has been utilized at around 15-24 kg per day into economically valuable products. The program indicates that empowerment based on appropriate technology, business management, and digital marketing can strengthen local food security, increase income, and promote a circular economy in coastal communities. Keywords: Fishermen Empowerment; Fish Bone Waste; Natural Flavoring; Digital Marketing; Local Food Security.
Analysis of Body Weight of Kacang Goats in the Soropia Subdistrict, Konawe Regency Lois Jasriani R.B; Farra Sasmita; Awal Maulid Sari; Inal Inal; Hajar Hajar; Natsir Sandiah
Journal of Agriculture, Agribusiness, Welfare, Technology, Humanity, Environment, Social, and Economy Vol. 2 No. 1 (2026): April - June 2026 Edition
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/agrones.v2i1.707

Abstract

This study aims to analyze the body weight characteristics of Kacang goats based on sex and to determine the level of body weight variation in Kacang goats in Soropia Subdistrict, Konawe Regency. The study was conducted from September to October 2025 using a quantitative approach with a descriptive-analytical method. The study sample consisted of 74 male and female Kacang goats ranging in age from 6 months to over 24 months. Data collection was performed through direct body weight measurements using a digital scale with a precision of 0.1 kg. Data analysis was performed descriptively to obtain the mean, standard deviation, and coefficient of variation, while differences in body weight between male and female goats were analyzed using a t-test with the assistance of SPSS version 20. The results of the study showed that the average body weight of male Kacang goats was 16.41 ± 1.31 kg with a coefficient of variation of 7.97%, while female Kacang goats had an average body weight of 15.89 ± 1.19 kg with a coefficient of variation of 7.46%. Statistical test results indicate a significant difference (P<0.05) between the body weights of male and female Kacang goats. Male goats tend to have higher body weights compared to female goats due to physiological and hormonal factors, particularly testosterone, which supports muscle and body growth. The low coefficient of variation indicates that the Kacang goat population exhibits a fairly high level of growth uniformity. This study concludes that sex has a significant effect on the body weight of Kacang goats in Soropia Subdistrict and that the livestock population exhibits relatively homogeneous growth characteristics.
Sosialisasi Dan Pelatihan Pengolahan Substitusi Tepung Singkong Menjadi Mie Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri Jaya Di Desa Wawohine Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe Haidir Amin; Wa Ode Umrawati; Hasriati Hasriati; Haeruddin Tao; I Wayan Puguh; Farra Sasmita; Harianti Harianti
Sultra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Sultra Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sjpm.v1i2.875

Abstract

Sosialisasi dan pelatihan pembuatan mie substitusi tepung singkong bertujuan untuk mengenalkan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Sulawesi Tenggara berserta program studinya, meningkatkan ilmu pengetahuan tentang pangan fungsional dan diversifikasi pangan, serta mengetahui proses pembuatan mie substitusi tepung singkong oleh kelompok wanita tani (KWT) mandiri jaya di desa Wawohine. Metode yang digunakan, ceramah, diskusi dan bintek proses pembuatan Mie Substitusi Tepung Singkong. Hasilnya adalah mie substitusi tepung singkong berwarna putih dan mie substitusi tepung singkong berwarna pink dan secara orgaleptik baik warna, aroma dan rasa lebih disukai mie substitusi tepung singkong berwarna pink dibandingkan mie substitusi tepung singkong berwarna putih. Harapan Tim, KWT mandiri jaya dengan kegiatan ini salah satu solusi meningkatkan ilmu pengetahuan tentang gizi dan pangan fungsional, ketrampilan, tapi sekaligus sumber pendapatan baru yang prospektif dan sustainable.
Penyuluhan Budidaya Magot untuk Pakan Ternak dan Mengurangi Limbah Sampah Andi Makkawaru; Hajar Hajar; Farra Sasmita; Sufrianto Sufrianto; Erni Danggi
Sultra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Sultra Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sjpm.v2i1.1260

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul Penyuluhan Budidaya Magot untuk Pakan Ternak dan Mengurangi Limbah Sampah dilaksanakan di Desa Lahotutu, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, bekerja sama dengan Koperasi Produsen Bumi Maggot Mandiri. Kegiatan ini bertujuan memberikan solusi terhadap dua persoalan mendasar, yaitu tingginya volume limbah organik yang belum terkelola dan mahalnya biaya pakan ternak. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, penyuluhan, pelatihan teknis melalui demonstrasi plot (demplot), pendampingan, serta evaluasi. Penyuluhan memberikan pemahaman tentang manfaat magot sebagai agen biokonversi, sementara pelatihan teknis menekankan keterampilan praktis dalam budidaya magot. Pendampingan dilakukan untuk memastikan peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh, sedangkan evaluasi menilai peningkatan pengetahuan dan dampak kegiatan terhadap pengelolaan limbah serta biaya pakan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Magot terbukti mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus menjadi pakan alternatif berprotein tinggi bagi unggas dan ikan. Kegiatan ini juga memperkuat kapasitas kelembagaan koperasi dalam mengelola unit usaha produktif berbasis magot. Dengan demikian, PKM ini berhasil memberikan manfaat ekologis, ekonomis, dan sosial, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)