Mansurdin
Universitas Negeri Padang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN SENI RUPA MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DI KELAS V SDN 07 BELAKANG BALOK KOTA BUKITTINGGI Hilmia Hidjriani; Mansurdin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.3524

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of students, the learning process has not been centered on students, this can be seen from the low creativity of students in learning so that this makes students less able to develop the learning that is carried out. The purpose of this study was to describe the learning outcomes of students in learning fine artqqs using the Project Based Learning model. The approach used is a qualitative and quantitative approach. The type of research used in this research is classroom action research (PTK) which is carried out in two cycles. Each cycle includes four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this research were teachers and fifth grade students totaling 28 people. The results showed an increase in: 1) The first cycle teaching module evaluation received an average of 86.1% with good qualifications (B) and the second cycle received an average of 97.2% with very good qualifications (SB), 2) Teacher involvement in the first cycle got an average of 78.13% with sufficient qualifications (C), and the second cycle got an average of 95.8% with very good qualifications (SB), 3) Learner involvement in the first cycle got an average of 79.14% with sufficient qualifications (C) and the second cycle got an average of 89.5% with good qualifications (B), 4) Assessment of learning outcomes in the first cycle averaged 74.5% with sufficient qualifications (C) and the second cycle averaged 84.4% with good qualifications (B). Thus learning fine arts using a project-based learning model can improve student learning outcomes.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERMAIN PIANIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASEDLEARNING (PJBL) PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA DI KELAS IV SDN 24 UJUNG GURUN PADANG Hanifah Muslim; Mansurdin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 2 Juni 2024 in Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.3016

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pengamatan di lapangan yaitu rendahnya hasil belajar peserta didik karena kurangnya aktivitas belajar yang melibatkan peserta didik dikarenakan proses pembelajaran masih berpusat kepada guru dan buku Lembar Kerja Siswa, sehingga peserta didik masih kurang aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peningkatan keterampilan bermain pianika menggunakan model Project Based Learning pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya Di Kelas IV SDN 24 Ujung Gurun Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas dan peserta didik kelas IV UPT SDN 24 Ujung Gurun Kota Padang yang berjumlah 27 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, modul ajar siklus I diperoleh rata-rata 91,6% (SB), meningkat pada siklus II menjadi 95,8% (SB). Kedua, hasil pelaksanaan pembelajaran aspek guru siklus I diperoleh rata-rata 89,5% (B), meningkat pada siklus II menjadi menjadi 93,75% (SB). Ketiga, hasil pelaksanaan pembelajaran aspek peserta didik siklus I diperoleh rata-rata 89,5% (B), meningkat pada siklus II menjadi menjadi 93,75% (SB). Keempat, hasil belajar peserta didik siklus I diperoleh rata-rata 70 (C), meningkat pada siklus II menjadi menjadi 91 (SB). Sehingga, model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan keterampilan bermain pianika peserta didik pada pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya di kelas IV UPT SDN 24 Ujung Gurun Kota Padang.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI KELAS III SD NEGERI 01 BARINGIN ANAM KABUPATEN AGAM regina _; Muhammadi; Reinita; Mansurdin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peningkatan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila menggunakan model Problem Based Learning (PBL) di kelas III SD Negeri 01 Baringin Anam Kabupaten Agam. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I terdiri dari 2 pertemuan dan siklus II terdiri dari 1 pertemuan. Prosedur penelitian dilakukan dengan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas III SD Negeri 01 Baringin Anam Kabupaten Agam dengan jumlah 24 orang peserta didik, 10 orang peserta didik laki-laki dan 14 orang peserta didik perempuan. Data dari penelitian ini diperoleh dari pengamatan modul ajar, hasil pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, dan hasil belajar peserta didik menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Teknik pengumpulan data menggunakan lembar tes dan lembar nontes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada modul ajar pada siklus I memperoleh rata-rata 87,50% (B), meningkat pada siklus II memperoleh rata-rata 97,22% (SB). Penilaian aktivitas guru pada siklus I memperoleh rata-rata 82,15% (B), meningkat pada siklus II memperoleh rata-rata 96,43% (SB). Penilaian aktivitas peserta didik pada siklus I memperoleh rata-rata 82,15% (B), meningkat pada siklus II memperoleh rata-rata 96,43% (SB). Penilaian hasil belajar peserta didik pada siklus I memperoleh rata-rata 73,39 (C), meningkat pada siklus II memperoleh rata-rata 86,25 (B). Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas III SD Negeri 01 Baringin Anam Kabupaten Agam.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNGAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LISTENING TEAM PADA PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS IV SDN 01 BANDAR BUAT KOTA PADANG Sarah Ibrahim; Arwin; Mansurdin; Afriza Media
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47909

Abstract

The low learning outcomes of fourth-grade Public elementary school students at 01 Bandar Buat in Padang, became the basis for conducting study. Problem arose due to the lack of optimization in implementing group-based learning as a means of discussion among students and the limited use of innovative learning models during classroom activities. This situation led to low of students motivation and boredom in learning because of the limited variety in learning activities and the students’ weak understanding of the concepts because they lacked confidence in working with peers. The purpose of this study is to improve students’ learning outcomes through the use of the Listening Team Cooperative Learning Model in IPAS instruction in Grade 4 at SDN 01 Bandar Buat, Padang. Using Classroom Action Research (CAR) with qualitative and quantitative approaches. The research instruments consisted of tests and non-tests. The results of research showed that study an improvement in IPAS learning outcomes from the implementation of Cycle I to Cycle II. In Cycle I, students achieved a mean learning outcome of 77.21%, which increased 96.29% in Cycle II. There was an improvement in students’ learning outcomes from Cycle I to Cycle II by 86.78%. This indicates that the application of this model in classroom learning activities has an impact that can improve student learning outcomes, wherein the classroom serves as a forum for discussion by involving students so they can actively participate, think critically, and collaborate with their peers in learning activities, enabling them to thoroughly understand the material presented.
Teachers' Perspectives on Primary School Students' Speaking and Presenting Skills: A Survey Study Adrias; Mansurdin; Yunisrul; Agus Ruswandi; Fadhilah Majid
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 35 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v35i12026p55-73

Abstract

Abstract: Speaking and presenting are learning outcomes that present greater challenges than other elements as they require students to possess both adequate verbal proficiency and psychological readiness. This study aims to describe teachers' perceptions of student achievement in speaking and to identify the factors perceived to influence these outcomes. A quantitative survey method was employed, utilizing questionnaires for data collection. The respondents consisted of 161 fifth and sixth-grade elementary school teachers in Padang City, selected through multistage random sampling. Data were analyzed using descriptive statistics. The results indicate that the overall achievement level of speaking and presenting in Phase C is 77.90%, categorized as "High". The highest achievement was found in students' post-learning confidence at 81.57% (Very High), while the lowest achievement was in the ability to organize a presentation with a clear structure (introduction, body, and conclusion), which only reached 69.57% and was categorized as "Moderate". Abstrak: Berbicara dan mempresentasikan merupakan salah satu hasil belajar yang lebih sulit dibandingkan unsur-unsur lain, karena keduanya menuntut siswa untuk memiliki kemampuan verbal yang memadai serta kesiapan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi guru terhadap pencapaian siswa dalam berbicara serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dianggap memengaruhi hasil belajar tersebut. Metode survei kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan memanfaatkan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Responden terdiri dari 161 guru sekolah dasar kelas lima dan enam di Kota Padang, yang dipilih melalui pengambilan sampel acak bertahap. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat pencapaian keseluruhan dalam berbicara dan mempresentasikan pada Fase C adalah 77,90%, yang dikategorikan sebagai "Tinggi". Pencapaian tertinggi ditemukan pada kepercayaan diri siswa pasca pembelajaran sebesar 81,57% (Sangat Tinggi), sedangkan hasil terendah terdapat pada kemampuan menyusun presentasi dengan struktur yang jelas (pendahuluan, isi, dan kesimpulan), yang hanya mencapai 69,57% dan dikategorikan sebagai "Sedang".