p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Gaya Hidup Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya Athalia Yundari; Karmitasari Yanra Katimenta; Dessy Hertati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.176

Abstract

Latar Belakang : Gaya hidup seperti pola makan sumber karbohidrat yang sering, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan stres dapat menjadi faktor meningkatnya kadar glukosa darah. jumlah penderita diabetes melitus di seluruh dunia diperkirakan mencapai 463 juta pada tahun 2019, meningkat menjadi 578 juta pada tahun 2030 dan 700 juta pada tahun 2045. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai penyakit yang dapat berakibat fatal termasuk penyakit jantung, ginjal dan impotensi. Tujuan : untuk mengetahui Hubungan Gaya Hidup Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya. Metode : Rancangan penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya. Sampel berjumlah 83 responden dengan teknik purposive sampling, uji Sperman Rank. Hasil : Uji Statistik Spearman Rank antara gaya hidup dan kadar gula darah menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,215, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan lemah dengan nilai signifikansi sebesar 0,051 > 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik pada taraf kepercayaan 95%. Kesimpulan : korelasi Spearman Rank antara gaya hidup dan kadar gula darah menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,215, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan lemah, artinya semakin baik gaya hidup seseorang, cenderung kadar gula darahnya semakin normal.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Jajanan Sehat Pada Siswa Kelas VII & VIII Di SMP Guppi Palangka Raya Samudra; Karmitasari; Dessy Hertati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.342

Abstract

Latar Belakang: Jajanan merupakan makanan yang digemari masyarakat luas terutama dikalangan remaja. Sumber energi terbesar pada kelompok remaja yang menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah terdapat pada makanan ringan yang di perjualbelikan di lingkungan sekolah. Remaja seringkali membeli jajanan sesuai dengan kesukaan mereka tanpa memikirkan bahan-bahan atau kandungan yang terdapat didalamnya. Makanan jajanan biasanya mengandung banyak zat gizi seperti gula, garam dan lemak daripada zat gizi lainnya Pendidikan kesehatan merupakan bentuk intervensi terhadap perilaku. Pendekatan pendidikan didasarkan pada asumsi tentang hubungan pengetahuan dan perilaku.di lakukan juga pendidikan kesehatan. Tujuan: Mengetahui “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Jajanan Sehat Pada Siswa SMP Guppi Palangka Raya”. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Pre-Eksperimental dengan pendekatan cross sectional . sampel 41 responden yang di ambil secara total sampling . instrumen yang digunakan berupa kuisioner untuk mengukur tentang pengetahuan pendidikan tentang jajanan sehat .Analisa data yang di gunakan Wilxocon. Hasil : Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi P=0,000 (P<0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan terhadap pengaruh pengetahuan tentang jajanan sehat. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai jajanan sehat di SMP Guppi Palangka Raya. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji statistik Wilcoxon dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, pemberian pendidikan kesehatan dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa dalam memilih jajanan yang sehat.