Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : al-Afkar, Journal For Islamic Studies

KEKERASAN PADA ANAK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Nurjanah Nurjanah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol.1, No,2, July 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.021 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v2i1.27

Abstract

Kekerasan dalam Islam dengan tegas dan jelas adalah suatu hal yang dilarang kecuali dalam hal-hal yang besifat mendidik. Namun, pemberian hukuman dalam Islam tetaplah tidak diizinkan dengan jalan kekerasan. Kekerasan adalah jalan akhir yang ditempuh sesorang dalam mendidik. Hal ini juga harus tetap sesuai dengan ketentuan Islam dan tidak melampaui batas yang dapat membuat trauma dan luka fisik pada anak. Sedangkan dalam upaya menanggulangi kekerasan terhadap anak, banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kekerasan pada anak diantaranya dengan memberikan perlindungan terhadap anak dan dengan pemahaman pendidikan Islam. Materi pendidikan adalah salah satu solusi agar tidak terjadinya kekerasan yaitu orangtua mengajarkan anak menghormati, berbuat baik dan merealisasikan kasih sayangnya kepada sang anak, dengan begitu anak memberikan hak orangtua karena anak telah mendapatkan haknya yakni pendidikan dengan penuh kasih sayang, kelembutan, keikhlasan dan keridhaan dari orangtua.
THE DEVELOPMENT OF THE STUDENT INTELLIGENCE IN PERIOD OF BASIC EDUCATION IN MOESLIM FAMILY ENVIRONMENT (MENGEMBANGKAN KECERDASAN PESERTA DIDIK PADA PERIODE PENDIDIKAN DASAR DI LINGKUNGAN KELUARGA MUSLIM) Nurjanah Nurjanah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 2, No.1, January 2019
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.652 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v3i1.34

Abstract

This article aims to explore: 1) the concept of intelligence according to the perspective of Islamic education, 2) the intelligence development of students in the basic education period, and 3) the methods for developing intelligence of students in the period of basic education in Muslim families The basic concept of intelligence in a long-developed Islamic education perspective is: a) intellectual intelligence (thinking intelligence), b) emotional intelligence (moral), c) spiritual intelligence (spiritual intelligence). Efforts to develop students' intelligence in the basic education period can be done by applying methods: a) educating through the dialogue of the Qur'an and Nabawi, b) educating through the stories of the Qur'an and Nabawi, c) educating through parables, d) educating through exemplary, e) educating through 'Ibrah and willing, and f) educating through targibs and tarhib. Efforts to develop the intelligence of students in the period of basic education in the Muslim family environment must be based on Al_qur'an and As-Sunnah with the following description: 1) listening to the recitation of the Qur'an, 2) giving advice with good stories from Al -Qur'an and As-Sunnah, 3) Educating with parables derived from the Qur'an, 4) Educating by giving good moral example so that students can develop emotional intelligence, 5) Educating through 'ibrah and want' izah. Education can prepare learning designs that can stimulate students' thinking and thinking. Give pleasant hopes (Targhib) and punishment (Tarhib) Tujuan penulisan artikel ini untuk: 1) mengetahui konsep kecerdasan menurut perspektif pendidikan Islam, 2) mengetahui perkembangan kecerdasan peserta didik pada periode pendidikan dasar, dan 3) umengetahui metode pengembangan kecerdasan peserta didik pada periode pendidikan dasar di lingkungan keluarga muslim. Konsep dasar kecerdasan dalam perspektif pendidikan Islam yang sudah berkembang lama adalah: a) kecerdasan intelektual (kecerdasan berpikir), b) kecerdasan emosional (akhlak), c) kecerdasan spiritual (kecerdasan ruhaniah). Upaya mengembangkan kecerdasan peserta didik pada periode pendidikan dasar dapat dilakukan dengan menerapkan metode: a) mendidik melalui dialog Al-Qur’an dan Nabawi, b) mendidik melalui kisah Al-Qur’an dan Nabawi, c) mendidik melalui perumpamaan, d) mendidik melalui keteladanan, e) mendidik melalui ‘Ibrah dan mau’izah, dan f) mendidik malalui targib dan tarhib. Upaya mengembangkan kecerdasan peserta didik pada periode pendidikan dasar di lingkungan keluarga muslim harus didasarkan pada Al Qur’an dan As-sunnah dengan uraian sebagai berikut: 1) mendengarkan tilawah Al-Qur’an, 2) memberikan nasehat dengan kisah-kisah yang baik dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, 3) mendidik dengan perumpamaan yang bersumber dari Al-Qur’an, 4) mendidik dengan memberikan keteladanan dalam akhlak yang baik sehingga dapat mengembangkan kecerdasan emosional peserta didik, 5) mendidik melalui ‘ibrah dan mau’izah. Pendidikan dapat menyiapkan rancangan pembelajaran yang dapat merangsang perenungan dan berpikirnya peserta didik. Memberikan harapan yang menyenangkan (Targhib) dan hukuman (Tarhib).
Studi Pendidikan: Moderasi Islam Untuk Menangkal Radikalisme di Jawa Barat Syarif Hidayat; Nurjanah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.470

Abstract

[Studi Pendidikan: Moderasi Islam Untuk Menangkal Radikalisme di Jawa Barat] Jawa Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sehingga diperlukan pemahaman tentang demokrasi berdasarkan Islam agar dapat diterima dengan mudah. Pluralisme di Indonesia termasuk Jawa Barat tidak akan berjalan dengan baik, jika tidak memiliki konsep yang dapat diterima oleh semua kalangan. Karena kelompok radikalisme sering kali menyuarakan pemurnian ajaran Islam dengan menolak sistem demokrasi, dan berujung dengan melakukan aksi teror. Konsep tersebut adalah pemahaman moderasi Islam, sehingga pendidikan mampu memberikan jawaban semua kebutuhan masyarakat yang majemuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis kritis dengan tujuan untuk mengkaji gagasan primer mengenai suatu “ruang lingkup permasalahan” yang diperkaya oleh gagasan sekunder yang relevan. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dengan cara mengumpulkan beberapa dokumen, baik yang berbentuk buku, jurnal, majalah, artikel maupun karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan pembahasan. Teknik analisa data dilakukang dengan cara analisis deskriptif dan content analysis atau analisis isi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Radikalisme berbasis agama di Jawa Barat tumbuh dan berkembang karena didukung oleh situasi masyarakat yang mengalami tekanan politik, ketidakadilan sosial, dan adanya jurang yang dalam antara kaya dan miskin. Moderasi Islam hadir sebagai wacana atau paradigma baru untuk memahami Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai tasamuh, pluralisme dan ukhuwah. Islam rahmatan lil ‘lamin yang mengedepankan persatuan dan kesatuan umat, serta Islam yang membangun peradaban dan kemanusiaan dalam bingkai Islam Nusantara. Konstruksi, aktualisasi dan upaya moderasi Islam di Jawa Barat dilakukan oleh lembaga pendidikan agama dan keagamaan terutama Pesantren dengan mengedepankan karakter fikrah tawashshutiyyah, fikrah tasamuhiyyah, fikrah ishlahiyyah, fikrah tathawwuriyyah, dan fikrah manhajiyyah.
Efforts to Improve Discipline Through Storytelling Methods Using Hand Puppets at PAUD Bahrul Ihsan Ciamis Nurjanah; Intan Fauziyah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i3.773

Abstract

The basis of this research aims to: First, to understand how learning planning uses the storytelling method with hand puppet media to improve children's discipline. Second, to understand how to implement the storytelling method using hand puppets in order to improve early childhood discipline. Third, to understand whether there is an increase in the development of children's discipline through the storytelling method using hand puppets. The research method used is Classroom Action Research (PTK) Kemmis Mc. Taggart. Data collection techniques using the method of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is qualitative data analysis (data reduction, data description, and conclusions) and uses averages to find out the results of actions that can lead to improvements, improvements, and changes in research. The results of the research are: First, learning planning through the storytelling method using hand puppet media which begins with determining the learning theme, making a Daily Learning Implementation Plan (RPPH), preparing learning media, carrying out activities, and carrying out assessments. Second, the implementation of learning is carried out in II cycles, each cycle consisting of 3 meetings with the theme of Nature Aemesta, Sub-Theme of Natural Objects, sub-theme of water, stone and fire, in accordance with the RPPH with opening, core and closing activities. . The three storytelling methods using hand puppet media have an impact on the development of student discipline in each cycle with an average cycle I meeting I 1.80 showing the Undeveloped category (BB), meeting II 2.00 showing the Starting to Develop category (MB), meeting III 2.31 shows the Start Developing category (MB). Followed by the second cycle, meeting I 2.71 showed the category of Starting to Develop (MB), meeting II 2.97 with the category Starting to Develop (MB), meeting III with a value of 3.14 in the category Developing According to Expectations (BSH).