Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

E-Modul Teori dan Praktikum Mata Kuliah Pemrograman Jaringan Syamsinar; Jumadi M Parenreng; Abdul Wahid; Muliadi; Abd. Rahman Patta
Information Technology Education Journal Vol. 3, No. 1, Januari (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) untuk mengetahui hasil e-modul teori dan praktikum mata kuliah pemrograman jaringan. (2) Mengetahui kelayakan penggunaan e-modul teori dan praktikum pada mata kuliah pemrograman jaringan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan, yang juga dikenal sebagai R&D (Research and Development), dengan menggunakan model penelitian pengembangan Four-D (4D), yang memiliki beberapa tahapan diantaranya, yaitu : define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan desseminate (penyebaran). Subyek penelitian ini meliputi dua ahli materi, dua ahli media, dan tanggapan mahasiswa Program Studi PTIK FT UNM angkatan 2018 dan 2019. Lembar penilaian kelayakan ahli materi dan ahli media, serta angket tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan e-modul digunakan untuk penilaian kelayakan e-modul. Berdasarkan hasil angket atau lembar instrumen untuk ahli media dan ahli materi untuk modul pembelajaran dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran masuk dalam kategori Sangat Layak, dengan nilai persentase 87,93% untuk ahli materi dan 91,76% untuk ahli media. Sedangkan hasil respon mahasiswa diperoleh nilai persentase sebesar 92% dan tergolong Sangat Baik. Sehinggga E-Modul Teori dan Praktikum Mata Kuliah Pemrograman Jaringan “Sangat Layak” dan dapat gunakan sebagai media pembelajaran.
Comparison of Jupyter Interactive Notebook Media and PDF E-Module on Regression Materials for Vocational School Students Andi Qodrat Munandar; Sukma Ayu; Syamsinar; Taswin Rahmat; Titin Ulang Dari; Wahyu Djuddah
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 1, February (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/tremz958

Abstract

This study aims to compare the effectiveness of interactive Jupyter Notebook media and PDF-based e-modules in improving vocational high school (SMK) students’ understanding of regression concepts. The research responds to the need for more interactive computational learning environments in teaching statistical modeling, particularly regression, which plays an important role in data analysis and applied mathematics. A quasi-experimental study using a pretest–posttest control group design (INTEC) was conducted with 68 eleventh-grade students. The experimental group (n = 34) learned regression using interactive Jupyter Notebook integrating Python simulations and real-time visualization, while the control group (n = 34) used structured PDF e-modules. Data were collected through a validated 30-item regression concept test (α = 0.88). Statistical analyses included paired and independent sample t-tests and Cohen’s d effect size. The experimental group achieved a significantly higher posttest mean (M = 84.62) than the control group (M = 72.15), with p < 0.001 and a large effect size (d = 1.69), indicating superior conceptual gains. The study was limited to one school and a four-week intervention. The findings support integrating interactive coding environments in vocational regression learning.
The Relationship between Mathematical Literacy and Students’ Problem-Solving Ability: A Study in Indonesian Secondary Education Norma Nasir; Syamsinar; Fadhilah Nur Sa&#039;diyyah
International Journal of Ethno-Sciences and Education Research Vol. 6 No. 2 (2026): International Journal of Ethno-Sciences and Education Research (IJEER)
Publisher : Research Collaboration Community (Rescollacom)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijeer.v6i2.1269

Abstract

This study aims to examine the relationship between mathematical literacy and students’ problem-solving ability in mathematics learning. Mathematical literacy is considered a fundamental competency that enables students to interpret, formulate, and apply mathematical concepts in various real-life contexts, while problem-solving ability reflects students’ capacity to understand, plan, execute, and evaluate solutions to mathematical problems. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The study was conducted at MA Arifah Gowa, involving 60 secondary school students selected through purposive sampling. Data were collected using two instruments: a mathematical literacy test and a problem-solving ability test. The collected data were analyzed using descriptive statistics and Pearson Product-Moment correlation. The results show that students’ mathematical literacy has a mean score of 65.25 (SD = 10.12), indicating a moderate level, while problem-solving ability has a mean score of 82.40 (SD = 6.85), indicating a relatively high level. The correlation analysis reveals a significant positive relationship between mathematical literacy and problem-solving ability (r = 0.68, p < 0.05). These findings indicate that students with higher mathematical literacy tend to demonstrate better performance in solving mathematical problems. Mathematical literacy plays a crucial role in supporting students’ ability to understand problem contexts, select appropriate strategies, and interpret solutions effectively. However, the moderate level of literacy suggests that students may still rely on procedural approaches rather than deep conceptual understanding. In conclusion, enhancing mathematical literacy is essential for improving students’ problem-solving ability. Therefore, mathematics instruction should emphasize contextual understanding, reasoning, and application to foster more meaningful learning outcomes.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE PADA MAHASISWA PKK FT UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR: PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE PADA MAHASISWA PKK FT UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Syamsinar
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 3, Issue 2, Agustus 2016
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom action research), bertujuan mengetahui peningkatan kualitas pembelajaran mahasiswa pada mata kuliah pengetahuan bahan makanan dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 2 ( dua ) kelas B Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, dengan jumlah mahasiswa 42 orang. Lokasi penelitian di Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Teknik pengumpulan data dilakuakan dengan cara sebagai berikut: 1) Data mengenai kualitas belajar di kumpulkan pada saat pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi. 2) Data mengenai hasil belajar mahasiswa diambil pada saat tes evaluasi. Selanjutnya analisis data dilakukan sesuai dengan kecenderungan yang terjadi pada setiap siklus dengan menggunakan penilaian secara verbal (aktivitas serta sikap yang teramati atau diambil dari data observasi dan evaluasi).Hasil penelitian menemukan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (PKTPS) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran setelah mahasiswa diberi prakondisi yang memadai sehingga memiliki kesiapan materi yang cukup untuk berdiskusi. Kegiatan ini diberikan dalam bentuk pemberian tugas bacaan kelompok atau individual satu minggu sebelum perkuliahan. Setelah melewati dua siklus tindakan kelas model PKTPS dipandang cukup memadai dalam upaya meningkatkan kualitas belajar mahasiswa adalah (1) apersepsi, (2) tutorial dan orientasi permasalahan pembelajaran, (3) diskusi kelompok untuk pemecahan masalah pada Lembar Kegiatan Mahasiswam (LKM), dengan tahapan think atau berpikir (secara individu) selanjutnya tahappair atau berpasangan (berdiskusi dengan pasangannya) kemudian share ( bergabung dengan pasangan lain dalam kelompoknya) membentuk kelompok berempat atau berenam. Kemudian kelompok ini mendiskusikan tugas-tugas yang belum diselesaikan atau hal hal yang belum dipahami ketika diskusi, kemudian menetapkan hasil akhir jawaban kelompoknya (4) diskusi kelas dan klarifikasi serta (5) penutup pembelajaran.
Eksplorasi Etnomatematika Motif Jumputan Palembang dalam Pembelajaran Transformasi Geometri Intan Buhati Asfyra; Wayan Rumite; Syamsinar; Fadhilah Nur Sa’diyyah
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.438

Abstract

Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran matematika menjadi penting untuk menjembatani konsep matematika yang abstrak dengan pengalaman kontekstual siswa serta menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep etnomatematika yang terkandung dalam motif jumputan Palembang dan mengidentifikasi keterkaitannya dengan konsep transformasi geometri dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksploratif melalui studi literatur, observasi terhadap pola motif jumputan, wawancara, serta analisis matematis terhadap bentuk dan keteraturan pola yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif jumputan Palembang mengandung berbagai konsep transformasi geometri, seperti translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi yang tampak pada pengulangan pola, kesimetrian, dan variasi ukuran motif. Temuan ini menunjukkan bahwa motif jumputan dapat dimanfaatkan sebagai konteks pembelajaran yang kontekstual untuk membantu siswa memahami konsep transformasi geometri secara lebih konkret. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian etnomatematika serta memberikan alternatif sumber belajar berbasis budaya lokal yang dapat mendukung pembelajaran matematika yang lebih bermakna dan kontekstual.