Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN DAN SOSIALISASI SERTIFIKASI HALAL BAGI PRODUK UMKM MASYARAKAT PESISIR DESA GILI GEDE INDAH SEKOTONG LOMBOK BARAT Karyadi, Lalu Wiresapta; Hamdi, Saipul; Salsabila, Sally
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.6047

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang berjudul Pelatihan Sosialisasi Sertifikasi Halal Produk UMKM Masyarakat Pesisir Desa Gili Gede Indah Sokotong Lombok Barat dilaksanakan di Desa Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Urgensi dari pengabdian ini adalah masalah legalitas produk dalam menunjang pemasaran produk lokal terutama olahan hasil laut yang berupa olahan hasil laut berupa pangan dan non pangan. Produk pangan antara lain olahan bahari berupa abon tongkol, kerupuk gurita dan keripik kerang. Namun kesemua produk tidak diupayakan maksimal karena belum memiliki ijin produksi dan legalitas halal. Gili Gede Indah menjadi salah satu destinasi unggulan jajaran kawasan Gili di pesisir selatan Lombok yang memiliki potensi hasil laut dan sebagai daerah tujuan wisatawan. Olahan hasil laut dapat menjadi ciri khas dan punya nilai jual tinggi kepada wisatawan. Oleh karenanya dari kegiatan pengabdian ini penting dilakukan mengingat produk olahan hasil laut belum ada standarisasi dan legalitas produk yang aman dikonsumsi dan dapat dipercaya konsumen. Metode pelaksanaan dimulai dengan FGD (Focus Grup Discussion) untuk mengidentifikasi permasalahan. Kegiatan selanjutnya yaitu pelatihan pengajuan sertifikasi halal produk olahan hasil laut dengan sasaran pengabdian yaitu perempuan pesisir di Kawasan Gili Gede Indah. Tim pengabdian yang dipandu oleh pendamping halal provinsi mengawal produk UMKM hingga terbit sertifikat halal
PELATIHAN DAN SOSIALISASI SERTIFIKASI HALAL BAGI PRODUK UMKM MASYARAKAT PESISIR DESA GILI GEDE INDAH SEKOTONG LOMBOK BARAT Karyadi, Lalu Wiresapta; Hamdi, Saipul; Salsabila, Sally
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.6047

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang berjudul Pelatihan Sosialisasi Sertifikasi Halal Produk UMKM Masyarakat Pesisir Desa Gili Gede Indah Sokotong Lombok Barat dilaksanakan di Desa Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Urgensi dari pengabdian ini adalah masalah legalitas produk dalam menunjang pemasaran produk lokal terutama olahan hasil laut yang berupa olahan hasil laut berupa pangan dan non pangan. Produk pangan antara lain olahan bahari berupa abon tongkol, kerupuk gurita dan keripik kerang. Namun kesemua produk tidak diupayakan maksimal karena belum memiliki ijin produksi dan legalitas halal. Gili Gede Indah menjadi salah satu destinasi unggulan jajaran kawasan Gili di pesisir selatan Lombok yang memiliki potensi hasil laut dan sebagai daerah tujuan wisatawan. Olahan hasil laut dapat menjadi ciri khas dan punya nilai jual tinggi kepada wisatawan. Oleh karenanya dari kegiatan pengabdian ini penting dilakukan mengingat produk olahan hasil laut belum ada standarisasi dan legalitas produk yang aman dikonsumsi dan dapat dipercaya konsumen. Metode pelaksanaan dimulai dengan FGD (Focus Grup Discussion) untuk mengidentifikasi permasalahan. Kegiatan selanjutnya yaitu pelatihan pengajuan sertifikasi halal produk olahan hasil laut dengan sasaran pengabdian yaitu perempuan pesisir di Kawasan Gili Gede Indah. Tim pengabdian yang dipandu oleh pendamping halal provinsi mengawal produk UMKM hingga terbit sertifikat halal
GEN Z IN TRANSITION: BETWEEN IDEALISM AND PRAGMATISM IN POLITICS Salsabila, Sally; Chaniago, Dwi Setiawan; Hilmi, Farida
Journal of Social Politics and Governance (JSPG) Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Social Politics and Governance (December)
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/feyj4k42

Abstract

The 2024 general election positions Generation Z as a major electoral bloc (33.6% of voters), yet their engagement is often perceived as apathetic. This study examines the motivations of Gen Z’s political participation and their relationship with participation typologies. A mixed-methods convergent design was applied, involving 200 Mataram University students. Quantitative data from questionnaires were analyzed using cross-tabulations, chi-square tests, and ordinal logistic regression, while qualitative data from open responses were thematically coded. Findings show that most respondents were spectators (57%), followed by critics (22%), gladiators (11.5%), and apathetic (9.5%). Idealistic motives (especially voice matters, policy change, and political education) were dominant. Chi-square tests revealed significant links between several idealistic factors and active participation, but in regression only political identity (B = –1.356, p = .005) consistently predicted critic and gladiator roles. Pragmatic motives (e.g., economic reward, mobilization) appear in narratives but lose significance in multivariate tests, indicating their role as situational triggers rather than structural drivers. These results highlight a paradox: Gen Z’s participation is grounded in idealism yet negotiated within pragmatic realities. Politics for Gen Z thus emerges not merely as transactional, but as a space for identity, learning, and normative aspirations.
Peningkatan Literasi Remaja Mengenai Regulasi dan Dampak Pernikahan Anak sebagai Langkah Menuju Generasi Emas Tahun 2024 di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukeliang Utara, Lombok Tengah Hilmi, Farida; Salsabila, Sally; Noviana, Mila
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 7 No. 3 (2025): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v7i3.633

Abstract

Child Marriage remains a critical challenge in Karang Sidemen Village, Batukeliang Utara district, Central Lombok Regency, undermining efforts to improve human resource development. Its persistently high prevalence is driven in part by limited public access to information on the consequences and legal frameworks governing child marriage. As a result, the practice continues, particularly among early adolescents who have dropped out of school or are still enrolled in junior or senior secondary education. This community outreach initiative aimed to strengthen public knowledge and awareness of the impacts and legal provisions related to child marriage. The program was implemented through three stages: preparation, implementation, and evaluation, with effectiveness measured using GU-PSPP, which demonstrates a positive and statistically significant improvement in participants' understanding of child marriage regulations and associated risks.