Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Social Media Marketing melalui Instagram: Studi Kasus pada Salah Satu Brand Fashion Wanita Lokal Alya Hana Pramonoputri; Ryanathan Prabartha; Fikri Akmal Ash Shiddieqy; Nazwa Salsabila Yudithya
MANABIS: Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/manabis.v3i4.3632

Abstract

The purpose of the study is to analyse the social media marketing strategy through Instagram for the   Brand X brand. The research uses a qualitative approach with descriptive techniques, and data is obtained through semi-structured interviews, direct observation, and literature study. The data was analysed inductively to understand the pattern of marketing strategies applied. The results show that   Brand X successfully integrates the five dimensions of Social Media Marketing. The Entertainment dimension is realised through the presentation of interesting and informative content, while Interaction is done by utilising interactive features such as polls, Q&A, and comments to increase audience engagement. The Trendiness dimension is seen from the adaptation of current trends in content visualisation, while Customisation is applied by customising content based on followers' preferences. Finally, the Word of Mouth dimension is encouraged through strategies that motivate audiences to share positive reviews. This strategy is effective in increasing visibility, customer loyalty, and brand relationships with consumers. The research recommends using social media analytics to monitor performance and strengthen future marketing strategies.
Analisis Strategi Komunikasi Politik Dalam Menghadapi Skandal: Studi Kasus Setya Novanto Dalam Kasus E-KTP Ryanathan Prabartha; Cecep Safa’atul Barkah; Tetty Herawaty; Lina Auliana; Lucky Taufik Sutrisno; Christin Dwi Putri Septian6
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 8 No. 2 (2025): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v8i2.21786

Abstract

Keterlibatan Setya Novanto dalam skandal korupsi e-KTP telah menarik perhatian publik dan mendorong berbagai perubahan dalam wacana politik.Penelitian ini dilakukan untuk memahami strategi komunikasi politik dalam situasi krisis. Penelitian ini berusaha untuk mengkaji, melalui penggunaan Teori Perbaikan Citra dan Teori Atribusi, teknik komunikasi Setya Novanto terkait dengan kontroversi tersebut. Studi literatur digunakan sebagai pendekatan penelitian, dengan menggunakan publikasi ilmiah, berita, dan dokumen hukum terkait. Hasilnya, penggunaan taktik komunikasi oleh Setya Novanto, termasuk penyangkalan, pengalihan tanggung jawab, dan permintaan maaf, memiliki hasil yang beragam. Meskipun taktik seperti menyangkal tanggung jawab dan mengalihkan kesalahan dapat mengurangi tekanan untuk sementara waktu, taktik-taktik tersebut justru memperburuk keadaan dalam jangka panjang. Namun, permintaan maaf Novanto yang tulus menimbulkan kontroversi, yang melemahkan keampuhannya dalam memperbaiki citranya, bahkan jika itu dimaksudkan untuk membangun kembali hubungan. Kecenderungan publik untuk percaya bahwa Novanto bertindak atas dasar kepentingan pribadinya, menurut temuan studi Teori Atribusi, menyebabkan keraguan akan keandalannya. Akhirnya, meskipun beberapa taktik komunikasi jangka pendek memang berhasil mengurangi dampak krisis, reputasi politik Novanto tidak pernah benar-benar pulih karena tindakan perusahaan yang tidak konsisten dan tidak jelas. Menurut penelitian ini, memulihkan kepercayaan publik setelah krisis membutuhkan keterbukaan, konsistensi, dan tindakan nyata. Dengan sedikit keberuntungan, penelitian ini akan menambah apa yang telah diketahui tentang komunikasi politik, khususnya yang berkaitan dengan krisis reputasi.