Abstrak – Layanan bimbingan rohani merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan holistik, terutama di rumah sakit berbasis syariah seperti Rumah Sakit Islam (RSI) Metro, Indonesia. Persepsi pasien terhadap layanan ini dapat memengaruhi kepuasan dan kualitas perawatan, namun penelitian kuantitatif dalam konteks ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi pasien rawat inap terhadap layanan bimbingan rohani di RSI Metro, mengidentifikasi dimensi layanan yang paling dihargai, dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap evaluasi layanan. Metode Penelitian ini melibatkan 30 pasien rawat inap, menggunakan kuesioner skala Likert 5 poin. Variabel persepsi mencakup Penyerapan, Pemahaman, dan Penilaian, sedangkan variabel layanan meliputi Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible. Data dianalisis menggunakan uji statistik (validitas, reliabilitas, normalitas, uji parsial, dan regresi) dengan SPSS versi 22. Temuan utama bahwa sebanyak 40–66,7% responden menyatakan setuju atau sangat setuju terhadap indikator persepsi dan layanan, dengan Empathy (73,3% merasa nyaman) dan Responsiveness (66,7% menilai petugas cepat tanggap) sebagai dimensi terkuat. Analisis statistik menunjukkan pengaruh signifikan persepsi terhadap evaluasi layanan (r_hitung = 4,361, R² = 0,387), menunjukkan persepsi pasien secara signifikan memengaruhi evaluasi layanan, mendukung hipotesis bahwa persepsi pasien berpengaruh positif. Penelitian ini memberikan sumbangan unik dengan mengeksplorasi persepsi pasien di rumah sakit Islam Indonesia, berbeda dari studi berfokus paliatif, dan menegaskan pentingnya empati dan responsivitas dalam meningkatkan kepuasan pasien. Abstract – Spiritual counselling services are an important component of holistic healthcare, especially in Sharia-based hospitals such as the Metro Islamic Hospital (RSI) in Indonesia. Patients' perceptions of these services can influence their satisfaction and the quality of care, but quantitative research in this context is still limited. This study aims to explore inpatients' perceptions of spiritual counselling services at RSI Metro, identify the most valued service dimensions, and evaluate their impact on service evaluation. The research method involved 30 inpatients, using a 5-point Likert scale questionnaire. Perception variables include Absorption, Understanding, and Evaluation, while service variables include Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangibility. Data were analysed using statistical tests (validity, reliability, normality, partial tests, and regression) with SPSS version 22. The main finding was that 40–66.7% of respondents agreed or strongly agreed with the perception and service indicators, with Empathy (73.3% felt comfortable) and Responsiveness (66.7% rated staff as responsive) as the strongest dimensions. Statistical analysis revealed a significant influence of perception on service evaluation (r_calculated = 4.361, R² = 0.387), indicating that patient perception significantly influences service evaluation, supporting the hypothesis that patient perception has a positive impact. This study makes a unique contribution by exploring patient perceptions in Indonesian Islamic hospitals, differing from studies focused on palliative care, and emphasises the importance of empathy and responsiveness in enhancing patient satisfaction.