Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Status Gizi Ibu Hamil Berdasarkan Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) Febri Adriati; Shanty Chloranyta
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung (JKPBL) Vol 10 No 2 (2022): JKPBL Vol 10 No 2 2022
Publisher : LPPM STIKes Panca Bhakti Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v10i2.194

Abstract

Maternal mortality rate is one of indicators to see health effort success. The target of global maternal mortality rate according to Sustainable Development Goals (SDGs) is 70/100,000 live births. Maternal Mortality rate in Indonesia is still at upper score of SDGs target. Bleeding is one of main causes of maternal mortalities in Lampung province. Bleeding can be caused by anemia in pregnancy, where pregnant mother’s nutritional status affects anemia case. One of methods to determine the pregnant mother’s nutritional status is by mid-supper arm circumference measurement. The objective of this research is to find out the pregnant mother’s nutritional status based on the mid-supper arm circumference measurement. This is a descriptive quantitative research with cross sectional approach. Population is all 35 pregnant mothers visiting for antenatal care in Kharisma Midwife Clinic in Panjang in Bandar Lampung in July 2022. Samples are of total population. The research result shows that 91,4% respondents show good pregnant mother’s nutritional status and 8,6% respondent show malnutrition status.
Efektivitas Konseling Seksual Model PLISSIT terhadap Fungsi Seksual Perempuan dengan Kanker Payudara: Literatur Review Dewi Damayanti; Yulia Indah Permata Sari; Shanty Chloranyta; Sapti Ayubana; Febri Adriati; Sinta WIjayanti; Fitri Yuliastuti
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.8272

Abstract

ABSTRACT As one of the most common treatments for breast cancer, mastectomy has adverse effects on the quality of sexual life and sexual functioning in the impacted women. Various strategies have therefore been proposed to resolve their sexual problems. To identify the effectiveness of sexual counseling using the PLISSIT Model on the sexual function of women with breast cancer. The database used to identify suitable articles obtained from Scopus, PubMed, ProQuest, CINAHL, and Science Direct was limited from 2011-2019, English, and full text articles. The literature review used the keywords breast cancer, sexual function, sexual counseling model, sexual health models. 7 articles met the inclusion criteria. PLISSIT stands for four level of intervention, namely Permission, Limited Information, Specific Suggestions, and Intensive Care. This model is designed for sexual problems, including nursing care measures in the sexual dimension. The frequency of counseling sessions was conducted once a week, for five weeks, with a duration of approximately 90-120 minutes. The PLISSIT Model is effective in improving sexual function in women with breast cancer. Application of the PLISSIT model approach, namely Permission, Limited Information, Specific Suggestions, and Intensive Care to be used in dealing with sexual function problems in women with breast cancer Keywords: Breast Cancer, PLISSIT Model , Sexual Counseling Model, Sexual Function  ABSTRAK Sebagai salah satu pengobatan kanker payudara yang paling umum, mastektomi memiliki dampak yang negatif pada kualitas kehidupan seksual dan fungsi seksual pada perempuan yang menjalaninya. Berbagai strategi telah diusulkan untuk menyelesaikan masalah seksual pada perempuan dengan kanker payudara. untuk mengidentifikasi efektivitas dari konseling seksual dengan menggunakan model PLISSIT terhadap fungsi seksual perempuan yang menderita kanker payudara. Database digunakan untuk mengidentifikasi artikel yang sesuai diperoleh dari Scopus, PubMed, ProQuest, CINAHL, dan Science Direct terbatas untuk tahun 2011 hingga 2019, bahasa Inggris dan teks lengkap. Tinjauan literatur menggunakan kata kunci fungsi seksual, kanker payudara, model konseling seksual, model kesehatan seksual. Dalam pencarian artikel menggunakan. 7 artikel memenuhi kriteria inkulusi. PLISSIT adalah singkatan dari empat tingkat intervensi yaitu Permission, Limited Information, Specific Suggestions, and Intensive Care. Model ini dirancang untuk masalah seksual, termasuk tindakan asuhan keperawatan dalam dimensi seksual. Frekuensi sesi konseling dilakukan seminggu sekali, selama lima minggu, dengan durasi kurang lebih 90-120 menit. Model PLISSIT efektif dalam meningkatkan fungsi seksual pada perempuan dengan kanker payudara. Penerapan pendekatan model PLISSIT yakni Permission, Limited Information, Specific Suggestions, and Intensive Care dalam digunakan dalam menangani masalah fungsi seksual pada perempuan dengan kanker payudara. Kata Kunci: Fungsi Seksual, Kanker Payudara, Model Konseling Seksual, Model PLISSIT
A Comparative Study of Cervical Cancer Early Detection by Using Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) Method in Bandar Lampung in 2019 Concerning Breast Cancer and Cervical Cancer Mitigations Febri Adriati; Aila Karyus; Achmad Djamil
Journal for Quality in Public Health Vol. 4 No. 2 (2021): Journal for Quality in Public Health
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v4i2.191

Abstract

The visual inspection with acetic acid (VIA) test coverage in Bandar Lampung was 53.76% in 2019 and a pre-survey result showed that VIA implementation in Bandar Lampung was not yet optimal. The problem in this research was to do a comparative study on the cervical cancer earlier detection by using VIA method in Bandar Lampung according to the Regulation of Ministry of Health No. 29 in 2017 concerning breast cancer and cervical cancer mitigations. This was a comparative study by using r-test (Pearson Product Moment). The result showed a weak correlation between VIA equipment amounts to VIA test coverage in Bandar Lampung, a strong correlation between trained human resource amount to VIA test coverage in Bandar Lampung, a moderate correlation between numbers of examination and VIA coverage in Bandar Lampung, and moderate correlation between numbers of information technique activities and VIA coverage in Bandar Lampung. The most dominant factor was trained human resources.
PENATALAKSANAAN NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI BANDAR LAMPUNG Dayani, Tiara Rica; Herliana, Herliana; Adriati, Febri; Ramadhanie, Desy Diva
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i1.12924

Abstract

Abstrak : Penatalaksanaan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Di Bidan Praktik Mandiri Bandar Lampung. Kehamilan adalah urutan kejadian yang secara normal terdiri atas pembuahan, implantasi, pertumbuhan embrio,pertumbuhan janin, dan berakhir pada kehamilan, selama proses kehamilan itu berlangsung terjadi perubahan secara fisik yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan terutama trimester III. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik melakukan penelitian terhadap ibu hamil trimester III dengan ketidaknyamanan nyeri punggung. Tujuan penelitian agar dapat memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester III dengan ketidaknyamanan nyeri punggung. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan pada tanggal 13 Februari – 16 Februari 2023. Tempat penelitian di PMB Hasmiati, S.ST Bandar Lampung. Partisipan yaitu ibu hamil trimester III dengan keluhan nyeri punggung. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi yaitu keluarga dan bidan. Analisis data menggunakan content analisis. Hasil pelaksanaan asuhan kebidanan terhadap Ibu hamil trimester III dilakukan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan. Asuhan kebidanan yang penulis berikan pada kehamilan dengan ketidaknyamanan nyeri punggung. Kesimpulan dari pengkajian ditemukan bahwa kehamilan ibu mengalami ketidaknyamanan. penulis melakukan pengkajian, mendiagnosa, merencanakan serta memberikan penatalaksanaan sesuai dengan keluhan dan standar asuhan kebidanan. Asuhan dievaluasi serta didokumentasikan menggunakan metode SOAP sesuai dengan pola pikir Varney. Disarankan bagi PMB menyiapkan leaflet, poster, lembar balik untuk mempermudah dalam melakukan penkes yang berkaitan dengan ketidaknyamanan nyeri pada bagian punggung.
The Relationship Between Mother's Level of Knowledge and Attitude Towards Exclusive Breastfeeding Adriati, Febri; Hidayati, Rizka Dita
Jurnal MIDPRO Vol 16 No 2 (2024): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v16i2.785

Abstract

Abstract In Indonesia, the percentage of mothers providing exclusive breastfeeding is 69.7%. This figure has surpassed the national target of 45% in the performance report of the Ministry of Health for 2020–2021. However, it is still considered a standard figure compared to the Ministry of Health's strategic plan target for the 2020–2024 period, which is 69%. The benefits of exclusive breastfeeding can protect infants from gastrointestinal infections, which can lead to severe malnutrition, one of which is stunting. The purpose of this study is to determine the relationship between mothers' knowledge and attitudes toward exclusive breastfeeding at Karisma Maternity Clinic, Panjang, Bandar Lampung. This study is an analytical survey with a cross-sectional study design, conducted at Karisma Maternity Clinic, Panjang, Bandar Lampung, in September 2024. The results of this study indicate a relationship between mothers' knowledge and attitudes and the provision of exclusive breastfeeding at Karisma Clinic, Panjang, Bandar Lampung. Keywords: Knowledge, Attitude, Exclusive Breastfeeding, Breastfeeding Mothers, Newborn
Implementasi Tatalaksana Anemia Defisiensi Besi pada Ibu Hamil: Study Kasus Rizka; Adriati, Febri; Rica Dayani, Tiara; Pilasari, Nyoman
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab utama anemia selama kehamilan adalah defisiensi zat besi. Implementasitatalaksana anemia yang tepat sangat penting, sehingga intervensi yang diberikan akurat dan meningkatkan kualitas pelayanan. Hasil: memberikan asuhan kehamilan pada Ny.S. Dari pemeriksaan objektif ditemukan hasil pemeriksaan Hb yaitu ibu mengalami anemia sedang. Peneliti memberikan asuhan berupa pendidikan kesehatan tentang pentingnya konsumsi tablet Fe dan menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi nutrisi yang seimbang dan mengandung zat besi untuk menambah HB. Kesimpulan: ibu hamil harus terpenuhi zat besinya sehingga kadar Hb dapat terkontrol.
Pendidikan Kesehatan Terhadap Ibu Hamil Tentang Prenatal Yoga di Puskesmas Panjang Bandar Lampung Adriati, Febri; Herliana, Herliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 3 No 2 (2024): JPMJ Vol 3 No 2 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v3i2.375

Abstract

Selama kehamilan akan terjadi perubahan-perubahan pada seluruh system tubuh ibu, baik fisik maupun psikologis, walaupun perubahan fisiologis tapi bila tidak dimengerti oleh ibu dan tidak mendapatkan penanganan secara tepat dan cepat akan membuat ketidaknyamanan menjadi sangat mengganggu selama proses kehamilan, persalinan dan pasca persalinan. Prenatal yoga diharapkan dapat membantu dalam mengatasi ketidaknyamanan selama kehamilan terutama kehamilan trimester III. Kegitan pendidikan kesehatan ini dilaksanakan di Puskesmas Panjang dengan sasaran ibu hamil. Metode yang digunakan yaitu melakukan pendidikan kesehatan dan melatih ibu hamil untuk melakukan prenatal yoga. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan ibu hamil wajib mengisi pre tes, Kegiatan pendidikan kesehatan ini dilakukan dengan cara ceramah tanya jawab dimana narasumber menjelaskan materi terkait prenatal yoga, memberikan simulasi praktik langsung prenatal yoga dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab setelah itu ibu hamil diwajibkan mengisi post tes. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan dan praktik langsung tentang prenatal yoga pada ibu hamil di Puskesmas Panjang Bandar Lampung. Hal ini ditunjukkan berdasarkan data yang ada yaitu bahwa rata-rata pengetahuan ibu meningkat sebesar 73%. Kegiatan ini dianggap sebagai kegiatan positif karena menambah pengetahuan ibu hamil tentang manfaat prenatal yoga untuk mengurangi ketidaknyamanan dalam kehamilan dan mempersiapkan persalinan normal yang lancar, dan disarankan prenatal yoga menjadi kegiatan rutin di Puskesmas.
Determinan Kejadian Post Partum Blues Pada Ibu Nifas Di Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Selatan Indonesia Hidayati, Rizka Dita; Adriati, Febri
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung Vol 13 No 1 (2025): JKPBL Vol 13 No 1 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v13i1.392

Abstract

Postpartum blues merupakan gangguan emosional ringan yang umum terjadi pada masa nifas dan dapat berkembang menjadi depresi postpartum jika tidak ditangani dengan baik. Memahami faktor-faktor determinan seperti usia, pendidikan, pekerjaan dan dukungan sosial sangat penting dalam upaya deteksi dini dan pencegahan komplikasi psikologis yang lebih serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik ibu nifas dengan kejadian postpartum blues. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 65 ibu nifas yang dipilih secara purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Selatan pada Juli–Desember 2024. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik dan instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu (p = 0,047), tingkat pendidikan (p = 0,029), status pekerjaan (p=0,001), dan dukungan sosial (p=0,132) dengan kejadian postpartum blues. Karakteristik ibu nifas seperti usia, pendidikan, dan pekerjaan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian postpartum blues. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan psikologis pada ibu nifas melalui edukasi dan dukungan yang tepat.
Analysis Of The Relationship Between Knowledge And Anemia Prevention Behavior Among Female Adolescents Deska, Rini; Adriati, Febri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.23188

Abstract

Latar Belakang: Kejadian anemia pada remaja putri di provinsi Lampung masih pada angka yang cukup tinggi, kondisi ini bisa bepengaruh pada penurunan konsentrasi belajar, produktivitas, dan risiko komplikasi kehamilan di kemudian hari.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri. Penelitian ini dengan desain studi potong lintang dengan menggunakan data primer. Populasi adalah remaja Putri kelas X di SMA N 01 Kebun Tebu  Kabupaten Lampung Barat yang berusia 14-15 tahun dan sudah mengalami menstruasi. Pemilihan sampel dengan teknik total sampling dan didapatkan 85 responden siswi.Metode: Analisis data dilakukan dengan uji univariat untuk mendeskripsikan karakteris responden, pengetahuan responden tentang anemia dan perilaku pencegahan anemia. Uji statistik bivariat dengan uji Chi-square.Hasil: Didapatkan hasil bahwa  tingkat pengetahuan tentang anemia remaja putri berada pada tingkat cukup baik dan baik . Perilaku pencegahan anemia juga pada tingkat cukup baik dan baik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa variabel tingkat pengetahuan berhubungan dengan variabel perilaku pencegahan anemia dengan p-value  <0,005).Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara variabel tingkat pengetahuan dengan variabel tingkat perilaku pencegahan, dalam arti kata lain semakin tinggi pengetahuan maka semakin tinggi tingkat perilaku pencegahan anemianya.Saran : Mengadakan penyuluhan kesehatan secara berkala dengan menghadirkan tenaga kesehatan profesional untuk meningkatkan pengetahuan siswi tentang anemia dan Mengintegrasikan edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan anemia ke dalam kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler, seperti dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan atau program UKS (Unit Kesehatan Sekolah) Kata Kunci : anemia, pengetahuan, perilaku pencegahan. ABSTRACT Background: The incidence of anemia among female adolescents in Lampung Province remains considerably high. This condition can affect decreased learning concentration, productivity, and the risk of pregnancy complications in the future.Objective: This study aims to examine and determine the relationship between knowledge and anemia prevention behavior among female adolescents. This research employed a cross-sectional study design using primary data. The population consisted of female adolescents in grade X at SMAN 01 Kebun Tebu, West Lampung Regency, aged 14-15 years who had experienced menstruation. Sample selection was conducted using total sampling technique, resulting in 85 female student respondents.Methods: Data analysis was performed using univariate tests to describe respondent characteristics, respondents' knowledge about anemia, and anemia prevention behavior. Bivariate statistical test was conducted using Chi-square test.Results: The findings showed that the level of knowledge about anemia among female adolescents was at moderate and good levels. Anemia prevention behavior was also at moderate and good levels. Bivariate test results indicated that the knowledge level variable was associated with the anemia prevention behavior variable with p-value <0.005.Conclusion: There is a significant relationship between the knowledge level variable and the prevention behavior level variable, meaning that the higher the knowledge, the higher the level of anemia prevention behavior.Recommendation: Conducting health education sessions regularly by inviting professional health workers to increase students' knowledge about anemia and Integrating reproductive health education and anemia prevention into the curriculum or extracurricular activities, such as in Physical and Health Education subjects or the UKS (School Health Unit) program.Health workers should enhance knowledge and provide counseling about anemia and reproductive health for adolescents. Keywords: Anemia, Knowledge, Prevention behavior