Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Komodo Pada Karya Tapestri Agustina, Rahma; jupriani, Jupriani
Serupa The Journal of Art Education Vol 13, No 4 (2024): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v13i4.131900

Abstract

Komodo memiliki kecenderungan mengandalkan dirinya sendiri sehingga mampu melalui empat fase kehidupannya dengan tingkah laku dan cara uniknya untuk bertahan hidup. Ke empat fase kehidupan yang dimaksud meliputi fase petelur, fase tetasan, fase anakan, dan fase dewasa (berjemur, musim kawin, membuat sarang, menjaga sarang). Melalu tingkah laku dan cara komodo mempertahankan hidupnya pada setiap fase kehidupannya mengajarkan bahwa  bagi setiap individu mempercayai dan mengandalkan kemampuan dirinya sendiri sangat berdampak besar untuk dapat melewati semua rintangan kehidupan, layaknya seekor komodo yang tangguh ketika melalui setiap fase kehidupannya.  Adapun karya yang tercipta tersebut terdiri dari tujuh karya seni tekstil dengan teknik tapestri corak rata, giordes, suomak dan tambahan teknik sulam pita yang berjudul; (1) Kelahiran Awal dari Seluruh Kekuatan (2) Sikecil yang Pemberani (3) Melindungi Kesehatan Diri (4) Memperoleh Makanan (5) Memperjuangkan Cinta (6) Antisipasi Marabahaya (7) Kekuatan dan Pengorbanan.
Ethno-science Approach in Making Bamboo Lemang Materials: Implications of Understanding the Concept of Thermal Energy Walid, Ahmad; Yunilarosi, Elvida Sari; Agustina, Rahma
Journal of Natural Science and Integration Vol 8, No 1 (2025): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v8i1.35997

Abstract

This study aims to analyze the influence of ethno-science approach through the making of bamboo lemang in improving students' understanding of the concept of thermal energy material at SMPN 17 South Bengkulu. This study uses a quantitative approach with a quasi-experiment method and a Non-Equivalent Control Group design. Creswell states that a pseudo-experiment is an experimental situation in which the researcher assigns, but not randomly, participants to a group because the researcher cannot artificially create a group for the experiment. Data were collected through concept comprehension tests and observations. The results of the study showed a significant improvement in the understanding of students who used the ethno-science approach compared to conventional methods. Based on the results of the normality test with Shapiro-Wilk, it showed a significance value of 0.129 (experimental class) and 0.067 (control class), which means that the data is normally distributed. Based on the results of the homogeneity test with Levene's Test resulting in a significance value of 0.611, indicating that the data variance between the experimental and control groups was homogeneous. Based on the results of the hypothesis test using Independent Samples t-Test, it showed a t-value (-5.42) with p = 0.000, which means that there was a significant difference between the two groups. The average understanding of students in the experimental class was 83.07, while in the control class it was 66.13.These results show that the ethno-science approach through the making of bamboo lemang contributes positively to improving the understanding of the concept of thermal energy.Keywords: Ethno-science, Bamboo Lemang and Heat energy
Pendampingan Pembuatan Lemang Bambu Dengan Pendekatan Ethnosains Daerah Kecamatan Air Nipis Bengkulu Selatan Agustina, Rahma
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): December
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v4i3.1647

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat dalam pelestarian dan peningkatan kualitas pembuatan lemang bambu melalui pendekatan etnosains di Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan. Lemang bambu merupakan makanan tradisional yang kaya akan nilai budaya lokal dan diwariskan secara turun-temurun, namun belum banyak dikaji dari sisi ilmiah. Pendekatan etnosains digunakan untuk menghubungkan praktik lokal masyarakat dengan prinsip-prinsip sains seperti pengaturan suhu, teknik pemanasan, serta pemilihan bahan yang sesuai. Metode yang digunakan meliputi ceramah/sosialisasi, diskusi interaktif, dan praktik langsung bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan terbuka terhadap pengetahuan baru yang diperoleh. Selain meningkatkan pemahaman tentang proses ilmiah di balik pembuatan lemang, kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan, meningkatkan kualitas produk, serta mempertahankan kearifan lokal. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil menciptakan sinergi antara tradisi dan sains, serta membuka peluang pengembangan lemang sebagai produk unggulan desa yang layak dipasarkan secara lebih luas.
THE MEANING OF WOMEN’S ROLE IN ISLAMIC EDUCATION: ANALYSIS OF SURAH AN-NISA AND THE EXEMPLARY WIVES OF THE PROPHET BASED ON USTADZ ADI HIDAYAT’S STUDY ON YOUTUBE Satra, Alihan; Agustina, Rahma; Aldani, Muhammad Fariz; Rahmawati, Sabina; Yanti, Dewi Yuli Putri
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.1088

Abstract

This article examines the role of women from an Islamic perspective by analyzing Surah An-Nisa (verses 32–34) and the exemplary character of the Prophet Muhammad’s wives, as presented in Ustadz Adi Hidayat’s lectures on YouTube. Surah An-Nisa is one of the Qur’anic chapters that explicitly addresses women's rights and responsibilities, providing a significant foundation for understanding justice and gender equality in Islam. This study aims to explore how the values contained in these verses can be applied in modern life and how figures such as Khadijah and Aisyah reflect the ideals of piety, justice, and leadership for contemporary Muslim women. Using a qualitative approach through content analysis, this research examines Ustadz Adi Hidayat’s digital religious discourse and relates it to classical interpretations and scholarly studies on women's roles in Islam. The findings suggest that Islamic teachings, through Surah An-Nisa and the exemplary lives of the Prophet’s wives, can inspire modern Muslim women to actively engage in social, educational, and leadership spheres while upholding Islamic moral and spiritual values. This study is expected to contribute to the ongoing discourse on gender in religious contexts and promote a more inclusive and contextual understanding of Islamic teachings. Artikel ini mengkaji peran perempuan dalam perspektif Islam melalui analisis Surah An-Nisa (ayat 32–34) dan karakter istri-istri Nabi Muhammad SAW, sebagaimana disampaikan dalam kajian Ustadz Adi Hidayat di platform YouTube. Surah An-Nisa merupakan salah satu surah yang secara eksplisit membahas hak dan tanggung jawab perempuan, memberikan landasan penting bagi pemahaman konsep keadilan dan kesetaraan gender dalam Islam. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan kontemporer, serta bagaimana figur Khadijah dan Aisyah RA mencerminkan keteladanan perempuan Muslim dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis konten, penelitian ini mendalami narasi dakwah digital Ustadz Adi Hidayat dan mengaitkannya dengan literatur tafsir dan studi-studi ilmiah terkait peran perempuan dalam Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ajaran Islam melalui Surah An-Nisa dan keteladanan istri-istri Nabi mampu menjadi inspirasi bagi perempuan Muslim modern untuk berperan aktif dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan kepemimpinan, tanpa menanggalkan nilai-nilai spiritual dan moral Islam. Temuan ini diharapkan dapat memperluas diskursus tentang gender dalam perspektif keagamaan serta mendorong pemahaman yang lebih inklusif dan kontekstual terhadap ajaran Islam.